Wawancara

"Carlo membuka pintu untuk saya. Saya mencapai level yang sangat berbeda."

Menjelang laga Chelsea vs Everton akhir pekan ini, Florent Malouda mengungkapkan pengaruh Carlo Ancelotti pada kariernya, menjelaskan mengapa ia terkejut melihat Frank Lampard menapaki dunia kepelatihan dengan begitu cepat, dan mengenang golnya yang dianulir melawan the Toffees...

 

Florent Malouda duduk di Cobham, melepas kacamata hitamnya, dan senyumnya.

"Tidak banyak yang berubah!"

Dalam salah satu musim dingin terbasah dan paling berangin dalam sejarah baru-baru ini, mantan pemain sayap kami telah memilih hari yang sangat cerah untuk membahas beberapa stadion yang pernah dikujunginya. Dia memasukkan The Arena, lapangan indoor luas yang dibuka pada tahun 2017, tetapi Malouda segera kembali ke koridor Cobham yang dia sebut rumah dalam sebagian besar periode kariernya. Dikenal sebagai pemain sayap kiri yang lihai mengecoh lawan dan permainan anggun, ia bermain 229 kali untuk Chelsea, mencetak 45 gol, dan memenangi lima trofi utama.

Dia bersemangat dan jujur ​​sepanjang wawancara kami, yang terjadi sehari sebelum kami memenangi laga Piala FA atas Liverpool. Diperkenalkan ke penonton Stamford Bridge di babak pertama, Malouda menerima sambutan hangat; kemudian di malam hari ia akan bergabung dengan Frank Lampard di pinggir lapangan saat mantan rekan setimnya membahas keberhasilan menjuarai kompetisi Piala FA, seperti yang dipahami betul oleh Malouda yang sudah tiga kali memenanginya. Kami akan membahas lebih lanjut tentang itu nanti.

Untuk saat ini, pertanyaan kami berfokus pada Lampard. Apakah Malouda memperkirakan bahwa Lampard akan terjun ke dunia kepelatihan?

"Tidak, tidak juga," kata pria Prancis itu.

"Saya tidak pernah merasa itu adalah sesuatu yang ingin dia lakukan pada saat itu. Tetapi yang membuat saya takjub adalah ketika dia memutuskan setelah pensiun, hal itu berlangsung sangat cepat."

"Dia adalah sosok menginspirasi. Saya sudah bermain dengannya sehingga saya mengenalnya sebagai pemimpin, dengan semua yang dia lakukan di lapangan dan dalam latihan, sikapnya. Untuk melihat peralihannya ke karier kepelatihan adalah contoh yang sangat baik untuk diikuti."

"Terkadang Anda hanya frustrasi dan hanya ingin menendang bolanya!"

photo of Florent Malouda Florent Malouda

Malouda akan berusia 40 tahun pada bulan Juni. Dia saat ini adalah duta besar UEFA, bekerja sama dengan presiden Aleksander Ceferin sambil mengambil studi untuk mantan pemain internasional (MIP), yang meliputi pembangunan akademi sepak bola di Madagaskar. Selain menganalisis administrasi dan mempertimbangkan lisensi kepelatihan, Malouda 'mengambil contoh' dari mantan manajer dan rekan setimnya seperti Lampard. Hanya sedikit yang secemerlang Carlo Ancelotti, yang saat ini melatih tim lawan kami akhir pekan ini, Everton, dan topik percakapan berikutnya yang wajar.

"Bermain di bawah Carlo sangat bagus dalam hal hasil, tetapi juga dalam hal pengalaman manusia," jelas Malouda.

"Dia adalah seseorang yang sangat dekat dengan para pemain, dan yang memberi kami banyak keyakinan dan kepercayaan diri. Dia memercayai para pemainnya yang berpengalaman, dan di saat ada tekanan tinggi Anda benar-benar merasa dia ada di pihak Anda dan mendukung Anda."

"Pada saat yang sama, dia sangat rendah hati. Ketika Anda melihat catatannya, sebagai pemain dan kemudian sebagai manajer, sikapnya sangat rendah hati, dan dia memberi kami stabilitas ketika ada tekanan di sekitarnya. Ketika Anda memiliki seseorang seperti ini yang memimpin Anda itu memberi Anda keseimbangan yang tepat."

"Sekarang, melihat dia bertemu Frank, itu agak aneh! Saya tidak akan mengatakan mereka seperti ayah dan anak, tetapi saya tahu dia benar-benar percaya Frank dan Frank bersenang-senang di bawah kepelatihannya, dan berkembang sebagai pemain di bawah Carlo, seperti halnya kami semua. Untuk melihat Frank memulai karier kepelatihannya di level ini dan bagi mereka untuk bertemu, itu akan menjadi istimewa, dan emosional bagi mereka berdua. Akan menarik untuk melihat bagaimana kelanjutannya selama pertandingan, dan bagaimana mereka mengatur emosi mereka. "

Malouda adalah bagian penting dari tim Ancelotti yang memenangi gelar ganda pada musim 2009/10. Dia mencetak 15 gol di semua kompetisi dan mencetak 12 asis di liga, termasuk pergerakan dan umpan silangnya yang diteruskan Joe Cole ke gawang melawan Manchester United saat kami mengalahkan rival kami 2-1 di Old Trafford. Ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Chelsea versi Pemain.

"Saya pikir itu mungkin bukan musim terbaik saya di Chelsea, tapi yang paling berkembang," katanya membahas kenangan satu dekade lalu.

"Tahun demi tahun saya membaik, tetapi pada musim itu saya mencapai level yang sangat berbeda. Rasanya seperti saya terbatas pada satu peran dan kemudian Carlo membuka pintu untuk saya, jadi saya mengambil lebih banyak tanggung jawab dan orang-orang seperti: "wow, dia bisa melakukannya."

"Carlo adalah seseorang yang akan menemukan cara untuk meningkatkan tim, betapapun sudah bagusnya mereka. Itu sama untuk individu. Dia berhasil mendapatkan yang terbaik dari kami. Dia memberi saya banyak hal."

"Bahkan setelah itu ketika kami bertemu dan dia berada di Paris Saint-Germain, kami masih memiliki hubungan yang sama," tambah Malouda. "Saya tahu dia seseorang yang bisa saya andalkan. Itulah yang selalu Anda rasakan dengan Carlo. Dia adalah seseorang yang akan selalu mendukung Anda, dan tidak mengambil apa pun dari Anda. Apa yang dia miliki akan dia berikan dan bagikan dengan Anda. Anda selalu merasa disambut dengan Carlo dan itu perasaan yang sangat menyenangkan."

"Setiap pemain yang dia latih, tidak hanya di Chelsea tetapi saya juga mendapat umpan balik dari klub lain, mereka tahu dia adalah sumber informasi dan pengetahuan yang dapat diandalkan. Adalah baik untuk mengandalkan orang-orang seperti dia. Untuk semua yang kami coba lakukan setelah karier bermain kami, ini adalah tipe orang yang dapat mendukung Anda."

Pertemuan dengan Everton membawa kenangan tidak hanya tentang Ancelotti, yang akan berada di pinggir lapangan di Stamford Bridge meskipun mendapatkan kartu merah akhir pekan lalu, tetapi juga final Piala FA 2009, yang mungkin bisa dibilang sebagai satu-satunya permainan terbesar kami dengan tim asal Merseyside itu.

Itu adalah pertandingan terakhir kami sebelum kedatangan pelatih Italia itu, dan salah satu yang terbaik dalam karier Malouda di Chelsea. Kami menang 2-1, dan dia tidak hanya memberikan asis untuk gol penyeimbang Didier Drogba dengan umpan silang yang luar biasa, dia seharusnya juga bisa mencetak gol jika teknologi garis gawang sudah hadir.

"Kami senang bermain di Wembley, mungkin karena kami memiliki pengalaman itu, tetapi kami semua memiliki perasaan yang hebat tentang atmosfernya dan kami benar-benar merasa kami siap. Tapi kemudian pertandingan dimulai dan kami kebobolan gol awal, seperti mandi air dingin."

"Kami memiliki reaksi yang sangat santai untuk gol itu. Kami masih percaya diri. Skenario permainan sejak saat itu adalah kami mulai membangun kemenangan kami. Kami tidak terburu-buru, kami tahu bagaimana menghadapi tim Everton, dan kami tetap pada rencana permainan meskipun kami kebobolan gol. Itulah bagaimana kami membangun gol penyeimbang dari Didier. Kemudian kami melanjutkan bermain dengan cara yang sama. Kami tidak berhati-hati terjebak dalam serangan balik."

"Kami benar-benar bermain dengan mentalitas. Saya ingat gol Frank, dengan kaki kiri, ke sudut atas gawang. Rasanya menyenangkan, dan perayaan dengan Guus Hiddink sesudah pertandingan. Itu adalah kenangan yang luar biasa."

"Untuk tembakan saya, saya ingat saya sedikit lelah," lanjut Malouda. "Saya tidak tahu bagaimana saya mendapatkan bola, tetapi kadang-kadang Anda merasa frustrasi dan Anda hanya ingin menendang bola! Saya terlalu jauh untuk memastikan apakah itu masuk. Tidak ada VAR. Setelah itu, ketika saya melihat itu gol, saya agak jengkel. Itu akan menjadi gol terbaik dalam hidup saya!"

Pada Selasa malam, setelah pertandingan, Malouda dan Lampard bercanda tentang gol itu (di atas), bersama dengan gol Lampard yang dianulir untuk tim nasional Inggris di Bloemfontein pada musim panas berikutnya, yang mempercepat implementasi dari teknologi garis gawang.

Lalu sudah waktunya bagi Lampard untuk mulai mengalihkan perhatiannya pada kunjungan Everton, dan pertemuan perdana dengan Ancelotti. Malouda, sementara itu, akan memiliki minat untuk menyaksikan bagaimana laga di hari Minggu akan berakhir.

Kunjungi Kabinet Trofi kami untuk lebih banyak mengetahui tentang kompetisi yang dimenangi oleh Lampard, Malouda dan Ancelotti dan yang lainnya!

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA