Berita

Ketika Pemain Internasional Mengajarkan Billy Gilmour untuk Jadi Lebih Kuat

Dua dari tiga start Billy Gilmour untuk Chelsea sejauh ini dilakoni dengan melawan tim-tim besar di sepak bola Inggris – yang memberinya pelajaran berharga.

Remaja 18 tahun ini oleh Frank Lampard dimainkan di lini tengah dalam laga kontra Manchester United di Carabao Cup Oktober lalu. Meski ditarik sebelum gol penentu lahir, dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 2-1 itu, ia tentu sudah mendapat pelajaran dari duelnya dengan bek timnas Inggris, Harry Maguire.

Saat melawan Liverpool pekan ini, hasil akhirnya lebih baik dan Gilmour tidak hanya tampil selama 90 menit penuh namun juga terpilih sebagai pemain terbaik di pertandingan itu, dan kali ini dia kembali memetik pelajaran dengan tampil bareng beberapa kolega seniornya.

Namun yang lebih mengesankan di ingatannya adalah laga melawan Man United, di mana Maguire sempat seperti mencekiknya.

“Pada dasarnya dia berkata aku orang yang lemah jadi dia mendorong dan memegang leherku. Itu sesuatu yang harus kuhadapi dan tentunya tak akan kubiarkan terulang lagi. Itu menjadi pelajaran,” kata Gilmour.

“Jelas, dia akan mencoba menggertak pemain-pemain muda dan itulah yang harus aku pelajari di dalam pertandingan. Aku harus lebih kuat lagi dan aku pun telah bekerja keras untuk itu. Aku akan jadi lebih kuat lagi. Itulah kurva pembelajaran ketika dia mengincarku di dalam kotak penalti.”
 

Empat bulan kemudian, sehari sebelum laga versus Liverpool pekan ini pada saat para pemain berlatih formasi, Gilmour tidak menyangka akan masuk dalam starting 11. Pada matchday, Frank Lampard memberitahunya bahwa dia akan menjadi starter di FA Cup melawan pemuncak klasemen Premier League.

“Aku tidak gugup, aku malah sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke lapangan dan menunjukkan kemampuanku, dan itu laga yang sangat bagus, kami kompak dan tampil sangat apik.”

Dia terlihat cukup rendah hati ketika menyebut momen yang paling menonjol dalam permainannya, ketika melewati Fabinho lalu mengoper Olivier Giroud yang sudah menunggu di depan. Mungkin orang-orang menganggap itu bukan momen terbaiknya – terkait dengan kualitas umpannya saat itu – namun pada tahap itu aksinya sudah cukup untuk membuat publik Stamford Bridge menyanyikan namanya, meski dia sendiri tidak menyadarinya.

“Aku tidak memperhatikan itu,” jelasnya. “Fokusku sepenuhnya tercurah ke pertandingan. Kami bisa mendengar (suara) penggemar tetapi tidak mengetahui apa yang keluar dari mulut mereka.”

Dan bagian dari fokus itu antara lain berkomunikasi dengan rekan-rekannya, sesuatu yang tidak sungkan dia lakukan meski pemain-pemain di sekitarnya jauh lebih berpengalaman.

“Aku ada di sini bukan untuk diam. Aku harus meminta rekan-rekan untuk berada di posisinya dan hal sama berlaku bagi mereka, untuk memberitahuku. Itulah caraku menjadi lebih baik lagi dan cara mereka jadi lebih baik lagi. Aku harus berkomunikasi dan harus melakukan itu khususnya terkait dengan posisiku.”

Di starting line-up itu, awalnya dia dipasangkan dengan Mateo Kovacic dan Ross Barkley di tengah, namun ketika Kovacic cedera, dia menyudahi permainan dengan Jorginho di sebelahnya. Kovacic kini diragukan tampil melawan Everton di Premier League hari Minggu nanti, dan Jorginho pun terkena skorsing dua pertandingan. Apakah Gilmour siap beraksi lagi jika diberi kesempatan?

“Mudah-mudahan,” jawabnya. “Aku telah belajar dari mereka (Kovacic dan Jorginho) dalam latihan dan menyaksikan mereka di pertandingan. Bisa bermain bersama mereka itu brilian. Mudah-mudahan Kova kembali dan bugar untuk akhir pekan nanti, dan kita lihat bagaimana setelahnya.”
 

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA