Analisis

Mount Ungkap Perubahan Pola Pikirnya dalam Mencetak Gol dan Memberi Kabar Terbaru Terkait Cedera yang Dialaminya

Kembali mencetak gol setelah puasa selama tiga bulan, bisa dimengerti jika Mason Mount, yang berbicara seusai menang telak 4-0 atas Everton di Premier League, puas bisa menyudahi puasa golnya itu.

Pemuda 21 tahun itu membuka keunggulan di Stamford Bridge pada hari Minggu lalu, dengan memutar badan di dalam kotak penalti lalu menembak ke sudut bawah gawang lawan yang dijaga oleh rekannya di timnas Inggris, Jordan Pickford.

Gol itu membuka kemenangan terbesar kami di liga musim ini dan membuat Mount sudah mencetak enam gol, yang semuanya tercipta di Premier League. Si gelandang sendiri mengakui bahwa dia kesulitan mencetak gol lagi sejak awal Desember dan sejak saat itu pula dia mulai mencari solusinya.

“Aku merasa akhir-akhir ini sulit mencetak gol, menyambar dan mencoba menembak ketika kehilangan keseimbangan,” ungkapnya. “Ketika kita fokus pada ‘aku ingin mencetak gol, aku ingin mencetak gol’, maka itulah yang terjadi – kita tidak terpaku pada waktu dan berfokus pada teknik.”

Baca: Barkley dan Willian menilai penampilan apik tim

“Aku terlalu banyak berpikir dan itu tidak berjalan dengan baik sehingga aku mencoba lebih kalem lagi dan tidak terlalu ingin mencetak gol seperti sebelumnya. Aku hanya berfokus pada penampilanku dan itu terjadi. Aku berputar, melakukan satu sentuhan, dan menyelesaikannya. Ini merupakan sesuatu yang tidak perlu kita usahakan keras-keras, ini akan datang pada saat yang tepat dan itu terjadi hari ini.”

Setelah melihat rekaman pertandingan dan membicarakan masalah itu dengan ayah dan bosnya, Frank Lampard, youngster ini memilih untuk bermain lebih natural dan akhirnya terbayar dengan kembali mencetak gol dalam sebuah laga dominan di kandang.

“Saat melawan Bournemouth, di babak pertama aku melepas tembakan dari sudut yang mustahil dan mencoba mencetak gol cantik namun akhirnya gagal,” sambungnya. “Dalam laga kontra Bayern, aku mencoba menembak dengan kaki kiri namun tidak berhasil, tapi aku sangat ingin mencetak gol.”

“Aku membicarakan hal itu dengan Frank, tapi sebenarnya ini lebih pada aku yang harus melihat lagi permainanku dan aku pun sudah membahasnya dengan ayahku. Beliau sangat menyukai sepak bola dan menyaksikan permainanku, melihat di mana yang bisa kutingkatkan. Beliau banyak membantuku. Beliau menonton setiap permainanku dan setelah itu akan memberi tahu apa yang kulakukan dengan benar dan yang tidak.”

“Beliau pernah bermain – bukan di level tinggi – dan juga pernah menjadi pelatih. Beliau ingin membantu mengeluarkan yang terbaik dariku, oleh karena itu aku mendengarkan setiap nasihatnya dan mencoba mempelajarinya. Setelah meninggalkan lapangan, kami selalu membahasnya di mobil, itu selalu kami lakukan sejak aku kecil jadi tak ada yang benar-benar berubah.”

Mount harus meninggalkan lapangan setelah satu jam ketika merasakan ketidaknyamanan pada lututnya namun ia menegaskan bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Aku mengalami benturan ringan, bagian belakang lututku terbentur lutut lawan, tapi kurasa aku ditarik hanya untuk tujuan pencegahan,” imbuhnya. “Terasa baik-baik saja. Aku akan masuk beberapa hari lagi, menjalani perawatan, dan mudah-mudahan ini akan baik-baik saja.”

Merefleksikan penampilan Chelsea yang bisa dikatakan terkomplit musim ini, Mount merasa puas bisa membantu meraih dua clean sheet berturut-turut serta mencetak empat gol di liga sejak Oktober.

“Membicarakan itu di ruang ganti seusai pertandingan, adalah soal waktu bagi kami untuk bisa mencetak beberapa gol di kandang, mencatatkan clean sheet, dan tampil sangat dominan,” kata Mount. “Kurasa para penggemar layak mendapatkan itu dan semuanya itu terwujud secara sekaligus.”

“Kami selalu ingin memenangi laga kandang, itulah yang terpenting. Kami harus tetap fokus di dua laga sebelumnya karena itu laga-laga yang berat tapi yang terutama adalah untuk mempertahankan clean sheet karena itu sama pentingnya dengan mencetak gol.”

“Kami telah melakukan itu dan kemudian gol-gol berdatangan ketika kami bermain apik, melakukan kombinasi, dan menyelesaikan serangan-serangan yang (dibangun dengan) baik.”

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA