Indonesia

Menurut Penuturannya Sendiri – Reece James – Bagian Pertama

Beberapa bulan terakhir ini sangat berkesan bagi Reece James yang tampil apik sejak kembali ke Chelsea usai menyelesaikan peminjaman yang mengesankan di Wigan Athletic dan belum lama ini menandatangani kontrak panjang panjang yang mengikatnya di Stamford Bridge hingga lima tahun ke depan.

Si pemuda 20 tahun baru-baru ini diwawancarai untuk majalah resmi Chelsea FC dan dia berbicara tentang rasa bangganya bisa bermain bagi klub yang diidolakannya sejak kecil serta dukungan yang diterimanya dari keluarganya yang memiliki darah sepak bola.

Dalam feature pertama dari dua bagian ini, dia berbicara tentang comeback-nya dari cedera engkel yang membuatnya absen sepanjang pramusim dan pekan-pekan pertama musim ini serta adaptasinya dengan gaya permainan kepala pelatih Frank Lampard.

Kembali dari cedera

Sejak kembali dari cedera, segala sesuatunya berjalan dengan baik. Tentu pada awalnya sulit untuk mendapatkan menit karena aku baru saja kembali dari cedera yang cukup parah, namun seiring dengan berjalannya musim, kondisiku membaik dan meningkat.

Hasratnya untuk membela Chelsea

Ini klub yang ingin kubela dan aku bekerja sangat keras untuk bisa ada di sini. Aku tahu kemampuanku cukup baik dan aku sangat bersyukur manajer (Frank Lampard) memberikan kesempatan bermain. Aku pernah beberapa kali melawannya musim lalu ketika bermain untuk Wigan dan beliau menukangi Derby. Tentunya beliau menyaksikan permainanku kala itu, jadi beliau tahu bagaimana permainanku.

Terkena cedera pada musim panas lalu jelas menjadi sebuah pukulan telak. Aku tahu pada waktu itu cederaku cukup serius dan mungkin akan mengganggu kansku untuk mengikuti pramusim dan unjuk gigi, sejak awal, seberapa baik kemampuanku dan apa yang bisa kulakukan. Tetapi sebelum musim dimulai manajer berbicara kepadaku dan berkata bahwa aku harus mengembalikan kebugaran secepat mungkin. Itulah yang kuusahakan.

Bekerja di bawah arahan Frank Lampard

Caranya ada di dekat kami serta perlakuannya kepadaku dan pemain-pemain lain sangat bagus. Beliau man-to-man manager dan jujur. Jika beliau berpikir aku harus lebih baik lagi, atau sudah baik, beliau akan mengajakku ke pinggir lapangan untuk memberitahukan itu. Kuhargai itu. Rasanya tidak akan membantu jika manajer melihat sesuatu dan tidak memberi tahu – jika beliau berpikir aku perlu memperbaiki sesuatu, penting baginya untuk memberitahukan itu.

Kami masih bisa bermain menggunakan insting. Permainan bisa saja dipersiapkan, tetapi terkadang muncul situasi tertentu dan kita harus melakukan hal-hal tertentu secara insting. Selalu ada ruang untuk bermanuver – kamilah yang ada di lapangan.

Bermain sebagai full-back

Jika menengok enam atau tujuh tahun lalu, kurasa kamu tak akan melihat bek kanan sebagai sektor yang sepenting itu di lapangan. Tetapi sekarang, seiring berjalannya waktu dan membaiknya permainan para pemain, posisi ini menjadi sangat penting.

Permainanku selalu luas dan selalu menggunakan kekuatan ketika ada kesempatan – kenapa tidak kalau bisa membantu permainanku? Kebanyakan pemain tidak memiliki postur yang sepertiku jadi ini memberiku sedikit keuntungan.

Sejak masih kecil, aku suka menyundul bola, jadi kurasa aku terbantu dengan itu. Musim lalu, aku melihat banyak second ball, sundulan, dan cegatan di lini tengah semasa bermain di Wigan, dan kurasa itu juga cukup membantuku.

Umpan menjadi bagian yang penting dari permainan seorang full-back... setidaknya untuk permainanku. Terkadang aku mencoba mengumpan ke seseorang, jika jelas dan terbebas, tapi di kesempatan lain aku akan mengarahkan bola ke area yang dapat menciptakan masalah, mungkin memicu terjadinya gol bunuh diri, atau menempatkannya ke tempat yang diinginkan striker.

Aku sendiri memulai sebagai striker, dan beberapa tahun kemudian aku beralih menjadi bek kanan, jadi aku baru mulai bermain di posisi itu saat berusia 15 atau 16 tahun. Pada dasarnya, saat datang, striker-striker lain yang lebih baik dariku datang, jadi aku pindah ke lini tengah, dan situasi yang sama terjadi lagi. Itulah proses bagaimana aku akhirnya bermain sebagai bek kanan.

Jangan lewatkan wawancara eksklusif bagian kedua bersama Reece James pada hari Rabu plus kesempatan untuk memenangi bola sepak Chelsea FC bertanda tangan.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA