Sejarah

2004/05: Rintangan Pertama Terlewati 

Lima belas tahun telah berlalu sejak salah satu musim terbaik dalam sejarah Chelsea tercipta, dan feature kami yang menceritakan kembali musim 2004/05 ini kami lanjutkan dengan laga pertama di mana kami kebobolan...

“Mustahil membandingkan bayi tujuh minggu dengan anak tujuh tahun. Kami telah memulai musim ini dengan sangat baik dan semuanya hanya akan jadi lebih baik lagi.”
Steve Clarke

Setelah tiga kemenangan beruntun, masing-masing diraih dengan clean sheet, di awal Premier League musim 2004/05, para pendukung setia the Blues merasa sangsi. Mereka yang telah mengikuti perjalanan klub sejak era 1980-an, dan sebelumnya, sudah cukup melihat pasang surut klub – sebuah kurva yang jelas akan mengarah ke kami.

Kejutan besarnya adalah seharusnya itu tidak terjadi saat melawan Southampton, klub yang baru saja ditinggalkan oleh manajer Paul Sturrock; selain the Saints hanya butuh waktu 12 detik untuk melakukannya.

James Beattie berhasil memanfaatkan kesalahan operan Joe Cole sebentar setelah kick-off dilakukan dan menyelesaikannya dengan sebuah tendangan setengah voli. Bola melayang ke atas Petr Cech dan tak terhalau. Penggemar the Blues tahu bahwa dibutuhkan sesuatu yang spesial untuk bisa menaklukkan kiper mereka yang sejauh itu masih tak terkalahkan.

Beattie memang sering menjadi onak bagi pasukan Chelsea selama berada di bawah komando Claudio Ranieri. Golnya itu hanya kalah cepat dari Ledley King di Premier League, dan tiba-tiba the Blues sudah menghadapi rintangan pertama untuk dilewati di bawah arahan Jose Mourinho.

Merespons dengan serangan gila-gilaan, the Blues menciptakan begitu banyak peluang, namun selalu gagal akibat kegagalan dalam mengonversi peluang, penampilan istimewa dan heroik kiper lawan, penyelamatan garis gawang dan eks pemain favorit Chelsea Graeme Le Saux, yang membuat the Saints mampu menjaga keunggulannya hingga menjelang turun minum.

Beruntung, ketajaman Beattie dalam mencetak gol di Stamford Bridge berlanjut ke gawang yang salah. Beattie hanya bisa berdiri dan melihat sepakan tumit Eidur Gudjohnsen mengenai dirinya dan berbelok ke gawang Antti Niemi. Sebuah gol bunuh diri yang memalukan tercipta.

Benturan keras yang mengenai mata dan membuatnya mendapat dua jahitan di babak tersebut tidak membuat Lamps urung maju ke titik 12 pas. Dari 49 eksekusi penalti (57 termasuk adu penalti) yang sukses disarangkannya untuk klub, sepakannya ini mungkin yang paling tidak meyakinkan karena ia sempat terpeleset saat melakukannya.

Beattie, yang sangat aktif di 45 menit pertama, mengomel kepada wasit tentang aksi rekan setimnya di tim nasional Inggris yang menembak bola dua kali dalam proses menciptakan gol (yang selebrasinya terlihat pada gambar di atas). Lagi-lagi, wasit bergeming.

Dalam matchday programme yang terbit sesudahnya, rubrik Tanya Jawab bersama Lampard memintanya untuk memilih momen kreatifnya untuk bulan itu. “Penalti saya saat melawan Southampton. Cara saya menendang bola, mengecoh kiper dengan dua sentuhan, terlalu cepat untuk dilihat oleh wasit.”

Gol itu akhirnya menjadi gol terakhir di laga itu, dengan kegagalan the Saints menyamakan kedudukan usai melewatkan beberapa peluang yang diperoleh di tengah dominasi the Blues di babak kedua. Itu menjadi kemenangan keempat dari empat laga pertama kami, yang merupakan start terbaik kami di divisi utama.

“Anda tak bisa melakukan yang lebih baik lagi selain memetik 12 poin dari empat laga pertama Anda,” kata asisten pelatih tim utama Steve Clarke. “Kegagalan mengonversi peluang tidak lagi menjadi masalah jika menang – yang akan berarti sebaliknya jika kami kalah.”

“Seperti yang dikatakan oleh Jose Mourinho – mustahil membandingkan bayi tujuh minggu dengan anak tujuh tahun. Kami telah memulai musim ini dengan sangat baik dan segalanya hanya akan jadi lebih baik lagi.”

Mungkin kesimpulan terbaik dari laga itu bisa diambil dari komentar caretaker Southampton, Steve Wigley. “Saya tidak mau berhadapan dengan Chelsea setiap pekan. Mereka akan ada di sana atau sekitar sana di akhir musim.”

- Oleh Richard Godden - Editor matchday programme Chelsea 

Saksikan rekapitulasi selengkapnya untuk musim 2004/05 di bagian Premier League Years di aplikasi 5th Stand

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA