Sejarah

2004/05: Dua Wajah Joe Cole

Awal yang tidak menguntungkan untuk pertemuan yang kerap terselenggara menjadi fokus dari bab selanjutnya dari feature yang menceritakan kembali kisah bersejarah musim 2004/05...


“Saya tak peduli dengan kritikan yang ditujukan secara personal, terutama dari seseorang yang bukan, misalnya bos kami. Dia hanya ingin menjadikan saya pemain yang lebih baik."
Joe Cole

Tak ada pertanda akan seperti apa yang terjadi kemudian; satu-satunya gumaman datang dari manajer Chelsea, namun itu ditujukan kepada salah satu pemainnya sendiri.

Pada saat itu tak ada yang tahu, tetapi salah satu rivalitas terbesar di sepak bola modern telah lahir – pertemuan antar dua tim Inggris yang paling sering berhadapan selama lima tahun berikutnya.

Di musim pertama pertarungan antara the Blues vs the Reds yang diasuh oleh Jose Mourinho dan Rafael Benitez berturut-turut terjadi sekurang-kurangnya lima kali di tiga kompetisi. Pertemuan dimulai di Piala Carling dan Liga Champions sementara dua pertemuan lain di Premier League menjadi awal dari panasnya rivalitas di kemudian hari.

Yang pertama digelar di Stamford Bridge pada hari Minggu sore waktu setempat di awal Oktober. Sejak laga dimulai, satu-satunya insiden besar yang terjadi di babak pertama adalah cederanya Didier Drogba. Berjalan dengan susah payah sambil memegangi perut, cedera pemain Pantai Gading itu datang di waktu yang sangat tidak pas, yang baru mulai menunjukkan tanda-tanda kembali ke performa seperti yang ia tunjukkan saat membela Marseille di musim sebelumnya, yang menjadikannya salah satu striker paling diincar di dunia.

Sepekan sebelumnya, dia mencetak gol kemenangan the Blues di markas Middlesbrough, dengan memanfaatkan tendangan bebas cerdik Frank Lampard yang melepas operan rendah ke jalur pergerakan Drogba, yang sempat mundur sesaat untuk mengecoh bek yang mengawalnya. Sebuah penyelesaian jitu membuat Mark Schwarzer tak bisa berbuat apa-apa.

Drogba digantikan oleh Joe Cole, yang harus menyerahkan posisinya di starting line-up kepada Damien Duff, pemain sayap asal Irlandia yang telah pulih dari cedera yang memaksanya absen di beberapa pekan pertama musim tersebut.

Pemain the Blues bernomor punggung 10 itu sudah memberikan dampak berarti di musim perdananya dengan menciptakan gol kemenangan di menit-menit akhir ke gawang Birmingham City. Dan dia melakukannya lagi saat berhadapan dengan lawan yang lebih kuat di London barat.

Sebuah eksekusi bola mati Lampard dikonversi menjadi assist keenam dari delapan gol terakhir kami ketika Cole menyelesaikannya dengan cekatan dan sukses menjebol sudut dekat gawang Chris Kirkland.

Si pencetak gol, masih belum mendapat pujian pada kesempatan itu. Meskipun terpilih menjadi man of the match, Cole dibuat menjejak bumi lagi oleh manajernya dalam komentar pasca pertandingan. Pesan bosnya jelas - Chelsea Football Club adalah tim dan bukan satu individu saja.

“Joe Cole mencetak gol yang sangat penting,” jelas Mourinho. “Dia bermain sangat baik dari sisi dinamika serangan. Saat dia mencetak gol, laga itu selesai untuknya. Setelah itu, saya membutuhkan kesebelas pemain saya untuk mengorganisir pertahanan dan saya hanya punya 10. Joe bisa menjadi pemain regular tetapi dia harus berkembang saat tim membutuhkannya untuk menjadi bagian dari organisasi pertahanan.”

“Dia masih harus banyak belajar. Saya rasa dia punya dua wajah – satu wajah yang indah dan satu lagi yang tidak saya sukai. Dia harus mempertahankan yang satu dan mengubah yang satu lagi.”

Cole memandang komentar manajernya sebagai kritik yang membangun.

“Saya rasa permainan saya makin baik setelah bermain untuk salah satu tim terbaik di Eropa,” kata Cole menanggapi. “Kami punya pemain-pemain hebat di sini yang bahkan tidak duduk di bangku cadangan, jadi saya belajar dari mereka setiap hari dan saya juga belajar dari bos.”

“Saya tak peduli dengan kritikan yang ditujukan secara personal, terutama dari seseorang yang bukan, misalnya bos kami. Dia tidak ingin menyudutkan saya, melainkan hanya ingin menjadikan saya pemain yang lebih baik. Jadi, saya akan mendengarnya dan melakukannya. Ini semua demi Chelsea. Bos hanya ingin memastikan kami menjadi pemain yang lebih baik lagi."

Ketika Chelsea kembali ke sudut biru di akhir babak pertama pertarungan epik mereka dengan Liverpool, ada banyak hal yang membuat Mourinho dan rekan-rekan gembira. Mereka telah mendaratkan pukulan pertama – tetapi Cole, pelakunya, harus tetap waspada jika ingin mempertahankan tempatnya di antara pemain-pemain besar di Stamford Bridge.

- Oleh Richard Godden - Editor matchday programme Chelsea

Pada 1 Mei pukul 03.00 WIB, akan diputar secara langsung kemenangan atas Bolton yang mengunci gelar pertama Premier League kami di aplikasi 5th Stand...

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA