Sejarah

2004/05: Parkir Bus

Fitur kisah bersejarah kami berikutnya, melihat kembali kesuksesan perdana juara Premier League kami 15 tahun yang lalu, berlanjut dengan mengingat derby London yang berakhir luar biasa, dan menciptakan kenangan tak terlupakan dalam dunia sepak bola...

"Seperti pepatah Portugal, mereka membawa bus dan meninggalkan busnya di depan gawang." 
Jose Mourinho

Ketika dua tim dengan pertahanan terbaik di Premier League saling berhadapan, meskipun kami baru menjalani lima pertandingan saat itu, mungkin hasil 0-0 sudah bisa diprediksi. Namun, itu hanya setengah dari kisah yang sesungguhnya saat pertemuan antara Chelsea dan Tottenham Hotspur terjadi.

Chelsea seharusnya memasuki pertandingan ini dengan rekor 100 persen kemenangan, namun hasil imbang 0-0 melawan Aston Villa pada pekan sebelumnya diwarnai dengan satu permintaan penalti yang ditolak dan Didier Drogba dikartu kuning karena dianggap pura-pura jatuh oleh wasit Rob Styles.

Setidaknya wasit Styles, setelah melihat kejadian itu lagi, memiliki niat yang baik untuk mengakui kesalahannya dalam laporan pertandingan resminya, yang berarti kartu kuning untuk Drogba dibatalkan.

Meski begitu, kehilangan dua poin berarti kami kalah produktif dari Arsenal yang mencetak banyak gol, ketika klub London Utara mencetak rata-rata empat gol di awal-awal musim.

Namun the Blues kembali ke jalur kemenangan di Liga Champions, mencatat kemenangan 3-0 atas Paris Saint-Germain di Parc des Princes, yang diwarnai dua gol dari Didier Drogba. 

Jadi bisa dipahami jika kami dalam kondisi penuh percaya diri jelang kunjungan Spurs yang sedang mengalami masa transisi setelah penunjukkan pelatih baru Jacques Santini, mantan pelatih timnas Prancis.

Setelah musim sebelumnya finis di di urutan ke-14 dan harus melihat rival bebuyutan mereka memastikan gelar di White Hart Lane, tim tamu kami belum merasakan kekalahan di awal  musim yang masih baru. Mereka jelas berniat mempertahankan catatan itu di stadion tempat mereka belum memetik satu pun kemenangan sejak Gary Lineker mencetak gol kemenangan pada Februari 1990.

Gol selalu tercipta dalam pertemuan kedua tim sebelumnya - dari 56 pertemuan liga sebelumnya antara kedua tim di Bridge, hanya empat yang berakhir tanpa gol, dan menjadi lima setelah memasuki 90 menit laga tetap dalam kedudukan 0-0.

Ironi dari dominasi Chelsea, yang bisa saja membuat kami unggul dua gol dalam waktu dua menit, adalah bahwa peluang terbaik sebenarnya dimiliki Spurs.

Setelah hampir tidak memberikan ancaman apa pun di babak pertama, tim tamu hampir meraih gol pembuka setelah umpan silang Simon Davies disambut tandukan Robbie Keane. Tidak ada yang salah dengan sundulan pemain asal Irlandia itu, tetapi Petr Cech menghasilkan penyelamatan yang luar biasa.

Frank Lampard, yang mencetak rekor baru Premier League dengan penampilan ke-114 berturut-turut di liga, adalah salah satu dari beberapa pemain Chelsea yang memberikan ancaman, tetapi yang paling nyaris mencetak gol adalah Eidur Gudjohnsen.

Sayangnya, tembakan penyerang Islandia dari tepi kotak penalti hanya membentur tiang, membuat penonton di Stamford Bridge, dengan jumlah terbesar sejak Mei 1986, terperangah.

"Seperti pepatah Portugal, mereka membawa bus dan mereka meninggalkan bus di depan gawang," kata Mourinho setelah pertandingan. "Saya akan frustrasi jika saya menjadi suporter yang membayar 50 poundsterling untuk menonton pertandingan ini."

"Kami mengakhiri pertandingan dengan semua striker kami - (Mateja) Kezman, (Damien) Duff, Drogba dan Gudjohnsen. Anda tidak mengakhiri pertandingan dengan begitu banyak penyerang jika tim lain juga berusaha memenanginya."

"Ledley King, Noureddine Naybet, dan Paul Robinson bagus," kata manajer kami saat itu soal dua bek tengah dan kiper Spurs. "Tapi kasihan Jermain Defoe. Malang sekali. Dia hanya mengejar bola."

Para pemain juga mengungkapkan perasaan frustrasi mereka, namun John Terry menyoroti satu hal positif dari laga itu - clean sheet keenam dari tujuh pertandingan kompetitif pembuka kami di musim 2004/05.

"Ada gebrakan besar bagi kami di bagian pertahanan dengan clean sheet kami, terutama Big Pete dan Willie," kata kapten. "Clean sheet itu menjadi tanggung jawab seluruh tim yang bekerja keras dan bekerja sama, tetapi kami para bek menikmati kehebatan mereka!"

Masih ada banyak yang akan terjadi, meskipun itu tak akan banyak berarti jika tak ada banyak gol tercipta di pertandingan setelahnya. Untungnya, harapan itu masih ada.

- Oleh Richard Godden - Editor matchday programme Chelsea

Anda bisa menyaksikan rangkuman musim 2004/05 di  Premier League Years pada aplikasi The 5th Stand.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA