Sejarah

MENGAKHIRI PENANTIAN - KISAH MUSIM 2004/05: DROGBA MENCAPAI PUNCAK PERFORMA

Kami terus membahas kembali secara mendalam musim 2004/05 dengan periode Januari yang sempurna, satu bulan ketika satu striker tampil menonjol...

Status Didier Drogba sebagai legenda Chelsea sudah terpatri sejak lama. Sejak pertama kali dikontrak pada 2004, striker Pantai Gading itu memberikan kenangan abadi kepada penggemar the Blues: dominasinya saat melawan Arsenal, rutin mencetak gol di Wembley dan, tentu saja, Munich pada 2012.

Namun, lima belas tahun yang lalu, adaptasinya terhadap sepak bola Inggris dan operasi pangkal paha di musim gugur membuatnya memulai tahun 2005 dengan misi pembuktian diri di Stamford Bridge. Pada akhir Januari tahun itu, dia telah tampil bagus untuk meyakinkan mereka bahwa klub memiliki pemain yang berpotensi menghancurkan lawan di tangannya.

Middlesbrough adalah tim tamu pertama yang mengunjungi Stamford Bridge pada tahun baru dan Drogba sedang berada dalam performa yang terlalu hebat untuk diatasi.

Umpan Frank Lampard yang akurat membuat sang penyerang berhasil melewati Gareth Southgate pada menit ke-15 dan dalam sekejap mata ia menjauh, satu pergerakan bola yang luput dari kaki bek tengah veteran membuatnya leluasa menaklukkan Mark Schwarzer. Kemudian muncul pergerakan cepat ke arah bendera tendangan sudut, diikuti dengan seluncur dengan lutut- sebuah perayaan yang kemudian menjadi kian populer di kalangan suporter Chelsea.

Dia kembali ke posisi favoritnya hanya dua menit kemudian, kali ini setelah mengalahkan Southgate dalam duel udara untuk menyambut tendangan bebas dari Lampard. Pasukan Steve McClaren pasti senang melihat digantikan oleh Mateja Kezman saat laga tersisa 10 menit - pemain Pantai Gading itu juga telah mencetak gol kemenangan dalam kemenangan 1-0 kami di Stadion Riverside di awal musim.

The Blues tak terkalahkan di sisa waktu pertandingan, dan itu merupakan kemenangan ganda pertama atas Boro sejak musim 1931/32, bersama dengan raihan sempurna 12 poin dari periode pra-Natal dan Tahun Baru. Kami sekarang memimpin tujuh poin dari Arsenal di puncak klasemen setelah hasil imbang mereka melawan Man City.

Pertandingan the Blues selanjutnya adalah kunjungan ke White Hart Lane dan kondisi tetap imbang sampai kaki Ledley King melakukan kontak dengan Alexey Smertin di dalam kotak penalti. Graham Poll menunjuk ke titik penalti dan Lampard melaksankan tugasnya. Dia kembali membukukan gol pada babak kedua dan penantian Spurs  selama 18 tahun untuk meraih kemenangan kandang atas Chelsea masih berlanjut.

"Catatan itu membuat kami berpikir ini mungkin salah satu pertandingan yang bisa saja berakhir dengan kekalahan kami," ungkap asisten manajer Steve Clarke setelah kami berhasil menjalani 30 pertandingan liga berturut-turut tanpa kalah dari tim asal London utara. "Perayaan di akhir apertandingan menunjukkan betapa berartinya ini bagi tim. Kami tidak terkalahkan, tetapi kami berada di puncak permainan kami - dan pertandingan tidak dapat datang dengan cukup cepat."

Catatan pertahanan kami yang luar biasa menarik perhatian pada saat itu dengan kemenangan atas Spurs menetapkan rekor baru Premier League dari enam kemenangan beruntun tanpa kebobolan gol. Tendangan bebas kontroversial Thierry Henry pada pertengahan Desember adalah yang keboboan terakhir di gawang Petr Cech di Premier League.

Pertandingan lain dapat ditambahkan ke daftar kemenangan clean-sheet setelah Portsmouth dikalahkan di Bridge dengan mudah. Kemenangan itu sepertinya sudah terjadi pada babak pertama setelah sepasang gol dari Drogba - termasuk tendangan bebas yang luar biasa - mengapit gol Arjen Robben, yang berhasil menaklukkan Jamie Ashdown untuk mencetak gol dari sudut sempit.

Tekanan mulai dirasakan oleh kubu Arsenal, yang telah terpeleset 10 poin di belakang saat the Blues terus membuat kemenangan tanpa henti.

"Kami tahu rasanya dari tahun lalu, ketika mereka terus menang," kata Joe Cole tentang efek penurunan motivasi yang disebabkan oleh kemenangan beruntun yang panjang dari pemimpin klasemen Premier. "Tergantung pada mereka untuk terus mendapatkan hasil yang tepat."

- Oleh Richard Godden - Editor Chelsea matchday programme

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA