Sejarah

2004/05: Tetap Kokoh di Puncak

Ketika persaingan di puncak klasemen Premier League semakin ketat pada 2004/05, Chelsea bertandang ke markas Blackburn yang kemudian menjadi salah satu pertandingan paling menentukan dari salah satu musim yang paling berkesan...

Setelah meraih tiga poin atas Liverpool, tidak ada keraguan bahwa dua pertandingan tandang Chelsea berikutnya dari London akan jauh dari kata mudah. Pasukan Blackburn Rovers yang menyambut kami di Barat Laut sudah jauh berbeda dari yang datang ke Stamford Bridge pada bulan Oktober sebagai tim yang duduk di zona papan bawah Premier League. Sementara itu, Everton sedang menikmati musim terbaik mereka selama beberapa waktu, masih bertahan di tempat keempat pada saat kunjungan kami.

Simbol Rovers menampilkan moto klub 'Arte et Labore', yang berarti 'dengan bakat dan kerja keras.' Kata terakhir banyak ditampilkan dalam performa mereka di Ewwod Park pada bulan Februari, namun tidak egitu halanya dengan kata pertama.

Petr Cech hanya perlu empat menit untuk mencetak rekor Premier League untuk statistik tidak kebobolan terlama, tetapi pada saat ia tiba di sana, the Blues cukup beruntung tidak kehilangan John Terry karena cedera seriu setelah sang kapten dilanggar secara kasar oleh Paul Dickov.

Sayangnya, hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk Arjen Robben; yang pada masa pramusim sudah mengalami cedera patah kaki dan menunda debutnya di Chelsea, paruh kedua musimnya apun terganggu oleh cedera yang sama, kali ini diakibatkan oleh gelandang Afrika Selatan Aaron Mokoena.

Pada saat itu, pemain asal Belanda itu telah membawa Chelsea unggul cepat, meneruskan umpam sundulan Eidur Gudjohnsen untuk menaklukkan Lucas Neill dan melepaskan tembakan mendatar melewati Brad Friedel. "Anda bisa melihat apa yang terjadi padanya setelah dia mencetak gol," pikir Mourinho. "Dia istimewa, mungkin itu sebabnya mereka harus menargetkan dirinya."

Insiden itu jelas meresahkan kubu the Blues, ketika Blackburn bangkit dalam pertandingan melalui kombinasi sepak bola agresif dan langsung. Namun, mereka tidak dapat menejbol gawang Cech, yang dengan cemerlang menahan penalti Dickov dan terus melakukan penyelamatan meski dua kali nyaris dibobol oleh pemain asal Skotlandia itu. 

Wasit Uriah Rennie memutuskan untuk hanya memberikan kartu kepada empat pemain pada saat laga yang melelahkan itu berakhir tanpa tambahan skor. Pertempuran antara Terry dan Dickov telah menjadi klimaks dari babak kedua kekurangan kualitas.

 "Mereka merasa mereka tidak bisa mengalahkan kami dengan bermain sepak bola sehingga mereka mencoba untuk mengalahkan kami dengan cara yang berbeda - sepak bola langsung, bola pertama, bola kedua, menjadi jahat dan keras dan berusaha mengintimidasi pemain," kata Mourinho.

"Kami datang ke sini untuk bermain sepak bola dan itu bukan pertandingan sepak bola, itu pertarungan; kami bertarung dan saya pikir kami bertarung dengan fantastis, dengan banyak semangat, dengan pertahanan yang solid, dengan semua pemain berjuang untuk tujuan yang sama."

"Kami telah menunjukkan bahwa kami tidak khawatir datang ke utara dan bertarung. Semangat para pemain luar biasa dan para penggemar sangat fantastis."

Hadiah bagi mereka yang telah melakukan perjalanan panjang ke Ewood Park untuk pertandingan tengah pekan datang di tengah-tengah perayaan para pemain the Blues yang riuh. Mourinho meminta agar melepas baju mereka dan kaus hitam dan perak mereka untuk dilempar ke penonton, menawarkan hadiahyang tak ternilai bagi beberapa yang beruntung.

Setelah bermain imbang 0-0 dengan Manchester City - untuk kedua kalinya the Citizens menahan kami di Liga Premier musim itu - pertandingan beralih ke Goodison Parkseperti yang diperkirakan oleh manajer dalam catatan prapertandingannya.

Dia tidak tahu seberapa cepat ramalannya akan terwujud. Hanya delapan menit laga berjalan ketika James Beattie mengejar William Gallas di sisi lapangan, dengan bola jelas di luar jangkauannya. Entah kenapa, pemain internasional Inggris itu menyundul pemain Prancis itu dari belakang - dan kemudian tampak tidak percaya ketika wasit Mike Riley mengeluarkan kartu merah.

Dengan pasir dan gumpalan tanah melapisi seluruh lapangan, dan tim tuan rumah tampak nyaman untuk bermain lebih dalam dan bertahan dengan 10 pemain, Chelsea berjuang untuk menemukan gol pembuka sampai Gudjohnsen mencetak gol dari dalam kotak penalti setelah sundulan Gallas memantul dari mistar.

Itu sudah cukup untuk membawa kami unggul 12 poin di puncak klasemen dan membuat Cech membukukan rekor clean sheet.

"Saya yakin banyak orang yang duduk di rumah berharap kami kehilangan poin, tetapi kami bangkit kembali dari hari Minggu lalu," desak Eidur Gudjohnsen. "Kami berkonsentrasi pada hasil kami sendiri untuk memulai dan kemudian memberikan tekanan pada Manchester United dan Arsenal."

- Oleh Richard Godden - Editor Chelsea matchday programme

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA