Berita

Pantauan Media: Jorginho Jawab Keraguan, Mertens Pertimbangkan Opsi untuk Masa Depan, Eks Pemain Pantai Gading Dikecam Karena Enggan Dukung Drogba

Dalam pantauan media terbaru kami yang berhubungan dengan Chelsea, Jorginho berterima kasih kepada Frank Lampard karena telah membantunya mengubah persepsi orang akan kemampuannya, dan adanya laporan yang mengindikasikan keinginan Dries Mertens untuk pindah ke London.

Berita-berita ini diambil dari sumber eksternal yang tidak mewakili pandangan maupun posisi Chelsea Football Club.

Jorginho perlakukan keraguan penggemar sebagai pendorong semangat

Dalam sebuah wawancara dengan majalah FourFourTwo, Jorginho mengekspresikan rasa terima kasihnya kepada Frank Lampard yang memberinya kepercayaan dan mengubah pandangan negatif yang ditujukan kepadanya oleh sebagian penggemar musim lalu.

Didaratkan ke Stamford Bridge berbarengan dengan manajernya di Napoli, Maurizio Sarri, gelandang ini mendapatkan tekanan setelah sebagian pendukung menyatakan keraguan mereka terhadap sang pelatih Italia.

“Jujur, menurut pendapat saya, mendengar yang seperti itu tidaklah adil,” kata pria 28 tahun itu.

“Tapi saya tak pernah menentang pandangan penggemar-penggemar itu dan orang-orang yang mengkritik saya. Malah sebaliknya, itu memberi saya kekuatan karena di dalam diri saya, saya tahu mereka salah.”

Mendapat dukungan dari Lampard merupakan kunci untuk menjawab semua keraguan itu.

“Sejak kembali ke Stamford Bridge, beliau selalu mengangkat saya dan kami mulai bekerja bersama,” kata Jorginho tentang kepala pelatih kami.

“Jujur, saya berterima kasih kepada beliau atas ketulusannya kepada saya yang ditunjukkan di depan umum. Beliau tidak harus melakukan itu, dan tidak setiap manajer melakukan itu. Beliau seorang legenda di klub, jadi orang-orang mendengar apa yang terlontar dari mulutnya.”

“Sejak hari itu, saya merasa semua orang mulai melihat saya dengan pandangan berbeda dan sangat memperhatikan yang saya lakukan; betapa besar dedikasi yang saya berikan untuk mencapai yang terbaik di diri saya.”


Mertens dilaporkan berminat ke London

Banyak pembicaraan tentang masa depan pemain depan Belgia Dries Mertens, antara lain laporan Daily Mail yang mengatakan bahwa dia berpeluang bergabung dengan Chelsea karena si pemain berminat pindah ke London.

The Blues dilaporkan gagal mendatangkan penyerang 32 tahun itu dari Napoli pada Januari lalu namun mengingat kontraknya dengan klub Italia akan berakhir pada musim panas ini, muncul spekulasi baru yang mengatakan bahwa dia bisa saja berlabuh ke Chelsea.

“Pemain depan Napoli Dries Mertens masih masuk opsi Chelsea,” lapor surat kabar tersebut.

“Kontrak pemain Belgia ini akan habis pada musim panas dan sejumlah penawaran telah diserahkan namun si pemain tertarik pindah ke London.”

“Frank Lampard menginginkan Mertens Januari lalu, meski dia akan berusia 33 tahun pekan depan, karena dia dapat bermain di berbagai posisi.”

Menurut Goal.com, Mertens belum memutuskan pelabuhan berikutnya.

“Memiliki kontrak dengan Napoli yang akan berakhir pada 30 Juni, Dries Mertens masih membuka opsinya, di mana Chelsea dan Inter sama-sama tertarik untuk mendatangkan si forward internasional Belgia,” sebut situs web itu.

“Pria 32 tahun ini sudah hampir memperbarui kontraknya dengan Napoli sebelum adanya karantina akibat virus corona, yang membuat sepak bola di seluruh Eropa dan sebagian besar wilayah di dunia ditangguhkan.”

“Negosiasi antara Mertens dan klubnya sekarang terhenti dan, dengan banyaknya klub-klub Eropa yang menghadapi ketidakpastian finansial ke depannya, bintang-bintang habis kontrak seperti Mertens diperkirakan akan jauh lebih diincar.”


Eks pemain Pantai Gading dikecam setelah tidak mendukung Drogba

Berbicara kepada Goal.com, eks stiker Nigeria Victor Ezeji menganggap adanya kecemburuan terkait dengan kurangnya dukungan eks pemain kepada Didier Drogba dalam pemilihan presiden Federasi Sepak Bola Pantai Gading.

Legenda Chelsea ini berkampanye untuk memimpin asosiasi tersebut namun mendapat kejutan dengan tidak mendapat dukungan dari 14 mantan pemain.

“Pertama, saya menganggap ini sebuah kecemburuan karena pada umumnya, eks pemain internasional merasa iri pada diri mereka sendiri terutama ketika seseorang berkembang. Ada begitu banyak rasa iri dan benci,” kata Ezeji.

“Saya rasa itulah salah satu di antara banyak hal yang membuat Drogba tidak mendapat satu pun suara dari eks pemain internasional, yang mana sangat aneh.”

“Pada kebanyakan negara yang waras, Anda melihat eks pemain internasional menjadi kepala FA mereka karena ini seperti menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat. Itulah yang semua orang harapkan (di ajang pemilihan di Pantai Gading).

“Secara pribadi, saya berpikir Drogba akan menyapu bersih karena ini melibatkan eks pemain internasional. Sayangnya, itu tidak terjadi.”

Drogba menantang presiden incumbent Sory Diabate dan wakil presiden Idriss Diallo untuk memperebutkan posisi puncak. Saat ini suara-suara dari pemain aktif, pelatih, wasit, dan fisio belum dihitung.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA