Indonesia

Mewujudkan Mimpi di Stamford Bridge

6 Februari 2010. Saya ingat sekali ketika pertama kali menginjakkan kaki di Stamford Bridge, Home of Chelsea FC.

Sebagai seorang suporter Chelsea yang sebelumnya hanya bisa menonton pertandingan di layar kaca, merupakan mimpi yang jadi nyata bisa berkunjung ke sana.

Saya, yang ketika itu masih mahasiswi tentunya tidak pernah berpikir bisa ke sana dalam waktu dekat. Sepertinya cuma khayalan belaka. Selain jaraknya yang jauh, saya juga tidak punya cukup uang untuk ke sana!

Tapi ternyata Tuhan punya cerita lain untuk saya. Berawal dari suatu kontes yang diadakan salah satu sponsor utama Chelsea, saya bisa ke London tanpa biaya sepeser pun!

Ya, saya memenangkan kontes tersebut dan berhak untuk menonton pertandingan di Stamford Bridge. Sungguh tidak bisa berkata-kata. Kalau ditanya, ya tentu saja senang bukan main!

Singkat cerita, saya berkesempatan nonton pertandingan yang besar dan bersejarah: Chelsea melawan Arsenal.  Saya ingat betul sehari sebelum pertandingan, saya bertemu dengan fan asli Inggris yang bernama Pam. Dia sangat antusias bertemu dengan saya dan sahabat saya, Lulu.

Kami kemudian mengikuti tur stadion. Pemandu kami saat itu yang bernama Elvis sangat, sangat ramah, dan dia terkejut mengetahui kami dari Indonesia. Elvis memperlakukan kami dengan sangat baik. Dia memperkenalkan kami ke peserta tur yang lain. Dia juga mengizinkan kami untuk berada di barisan terdepan, karena kami datang dari jauh.

Ada juga satu keluarga yang bertanya apakah kami akan menonton pertandingan esok harinya, kami antusias menjawab: “Yes of course!”

7 Februari 2010. Akhirnya saat yang dinantikan tiba. Saya menonton pertandingan Chelsea langsung di Stamford Bridge! Saya berkali-kali berkata dalam hati, apakah ini mimpi? Sungguh tidak bisa dipercaya!

Di Stadion, saya dan Lulu bertemu kembali dengan Pam. Sebelum masuk stadion, kami tak sengaja bertemu dengan Carlo Cudicini, tentu saja kami tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto dengannya.

Tidak hanya itu, Pam juga mengenalkan kami dengan teman-temannya, sesama pemegang tiket musiman Chelsea. Mereka antusias dengan kami, yang datang jauh-jauh dari Indonesia hanya untuk menonton Chelsea.

Masuk ke dalam, kami mendapat tempat duduk yang agak ke bawah, West Stand Lower kalau saya tidak salah. Cuaca yang sangat dingin membuat kami membeku! Tapi semangat kami sama sekali tak luntur.

Ketika mendengarkan lagu “Blue is the Colour” yang merupakan lagu kebangsaan Chelsea, momen itu sungguh luar biasa. Sampai sekarang saya merinding jika mengingatnya. Chelsea pada akhirnya menang 2-0. Dua gol dicetak Didier Drogba.

Ya, meskipun semuanya sudah terjadi sepuluh tahun yang lalu, tapi rasanya seperti baru kemarin saja. Sungguh pengalaman manis yang akan saya kenang selamanya dan akan saya ceritakan ke anak-cucu saya kelak.

Selamat ulang tahun, Stamford Bridge. Keep the Blue Flag Flying High!

 

(Penulis: Nadia Hutami)

Nadia Hutami adalah penulis, salah satu anggota Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) pertama yang mengunjungi Stamford Bridge, 2010 lalu.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA