Berita

Pantauan Media: Forbes Soroti Alasan di Balik Keputusan Roman Abramovich untuk Membeli Klub, Lukaku Soal pengaruh Bintang Chelsea terhadap Perkembangannya, Blues Bersaing dengan Arsenal

Dalam pantauan media terbaru kami yang berhubungan dengan Chelsea, dampak yang diberikan Roman Abramovic selaku pemilik Chelsea di luar tim senior pria dianalisis dan Romelu Lukaku bicara soal awal kariernya bersama the Blues.

Berita-berita ini diambil dari sumber eksternal yang tidak mewakili pandangan maupun posisi Chelsea Football Club.

Forbes soroti etos kerja klub di bawah kepemilikan Abramovich

Menurut majalah Forbes, reaksi proaktif Chelsea untuk membantu penggemar, staf, dan komunitas selama krisis akibat virus corona sangat sejalan dengan etos kerja Roman Abramovich dan keputusannya untuk membeli klub pada 2003.

Artikel tersebut menjelaskan bagaimana pebisnis Rusia tersebut “berfokus pada apa yang dapat dicapai dengan memiliki sebuah klub terkemuka dan memengaruhi perjalanannya dengan pembiayaan dan ide-ide yang inovatif.”

Meski penjualan klub ini sempat mengubah bisnis olahraga di Inggris, dengan mendatangkan investasi-investasi besar dari luar negeri ke Premier League, menarik untuk melihat bagaimana rencana awal untuk mulai berinvestasi di seluruh bagian klub dan mengubah permainan Chelsea di lapangan, tribun, dan komunitas.

“Belanja jutaan pound untuk kontrak dan akuisisi pemain tim utama pria akan dengan cepat mengisi tajuk utama,” tulis laporan tersebut.

“Tetapi, investasi di area lain—pengembangan pusat latihan modern di wilayah suburban Cobham, membuat tim wanita terafiliasi, dan memperluas jangkauan program tanggung jawab sosial dan amal, hanyalah sedikit di antaranya—memiliki bobot yang sama meski jika tidak muncul dalam berita utama surat kabar.”

“Strateginya adalah mengarah ke peningkatan kemampuan fisik dan mental yang vital untuk performa para pemain di lapangan di divisi utama dan organisasi secara keseluruhan.”

Lebih dari sekadar kesuksesan tim senior pria, artikel tersebut juga membahas apa saja yang telah dicapai oleh klub di luar lapangan.

“Yayasan Chelsea telah menjadi organisasi amal terbesar di Premier League; inisiatif tanggung jawab sosial dan program edukasi masyarakatnya setiap tahunnya berhasil menarik ribuan orang di lebih dari 100 kota di seluruh Inggris dan 20 negara di dunia,” tulisnya.

“Pencapaian-pencapaian ini, di antara pasang-surut perusahaan sepak bola, merupakan pesan bagi penggemar, staf, dan komunitas bahwa Chelsea mampu menjawab tantangan bisnis dan masalah sosial—apa pun tuntutan situasinya.”

“Akibat dari kondisi normal baru yang diciptakan oleh wabah virus corona, liga, klub, dan franchise memberi kontribusi kepada komunitas mereka dalam berbagai cara. Tetapi masa transisi ini mempercepat kebutuhan organisasi olahraga besar untuk menggerakkan inovasi sosial yang sama besarnya dengan inovasi bisnis.”

“Seperti contoh yang sedang ditunjukkan oleh Chelsea selama era Abramovich, fokusnya haruslah pada apa yang dapat dilakukan dan harus dilakukan oleh sebuah organisasi.”


Lukaku beri kredit untuk Drogba dan Anelka

Goal.com menulis tentang Romelu Lukaku yang bicara soal peran yang dimainkan oleh Didier Drogba dan Nicolas Anelka dalam perkembangannya di awal kariernya di Chelsea.

Meski pemain Belgia itu tidak tampil mengesankan di Stamford Bridge, dalam sebuah wawancara video untuk Bleacher Report, ia mengaku mendapat pelajaran berharga selama berkaus biru Chelsea.

“Saya masih 18 tahun, baru saja menyelesaikan SMA tiga bulan sebelumnya, lulus, dan tiba-tiba sudah berada dalam kereta ke London,” kata striker yang kini merumput untuk Inter Milan.

“Di sana saya bertemu Didier Drogba yang sedang melakukan fisioterapi. Dia segera memberi tahu saya bahwa saya harus menunjukkan karakter “Blue” kepadanya. Sejak hari itu, kami mulai ngobrol setiap hari setidaknya selama satu jam. Sebelum dan sesudah latihan."

“Dia, Anelka, dan pemain-pemain lain di ruang locker itu menunjukkan kepada saya apa yang dibutuhkan untuk menjadi orang seperti saya sekarang ini. Ini bukan melulu dari pelatih karena para pemain, mereka punya mental yang membuat mereka bisa berkata, 'Oke, ayo menang'.”

“Itu pengalaman yang hebat, saya sudah melihat bagaimana mereka menjuarai Liga Champions, FA Cup, dan sejauh ini sangat bermanfaat untuk saya.”


Blues bersaing dengan Gunners untuk Kokcu?

Menurut Daily Express, Chelsea dilaporkan akan berhadapan dengan Arsenal untuk mendapatkan tanda tangan gelandang muda Turki Orkun Kokcu musim panas nanti

The Gunners dilaporkan tertarik dengan pemain internasional Turki Under-21 itu, yang punya koleksi dua gol dan empat assist dari 22 penampilan bagi Feyenoord di Eredivisie Belanda yang terpaksa menyudahi kompetisinya musim ini.

Ketertarikan untuk pemuda 19 tahun itu, yang telah menolak perpanjangan kontrak dari klub yang bermarkas di Rotterdam, juga muncul dari sejumlah klub antara lain Chelsea, Real Betis, Sevilla, Roma, dan Atalanta.

“Feyenoord akan tahu bahwa salah satu talenta paling berbakatnya harus dihargai lebih tinggi,” kata Martjin Krabbendam dari Voetbal International. “Jika mereka tidak saling melakukan pendekatan, maka klub tersebut harus berpikir untuk menjual si pemain, dan cuma itulah kemungkinannya.”

“Sudah bukan rahasia lagi jika Arsenal sudah berbicara dengan agen Kokcu, klub Sevilla juga sangat berminat dengan gelandang itu.”

“Chelsea masih mengamati. Selain itu, klub-klub Italia, Atalanta Bergamo dan AS Roma, masih sangat tertarik.”

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA