Berita

Pantauan Media: Essien Ungkap Nyaris Bergabung dengan Liverpool, Lampard Tolak Klub Lain Sebelum Derby, Eks Bos Man Utd Sebut Ziyech “Pemain Istimewa”

Dalam pantauan media terbaru kami yang berhubungan dengan Chelsea, Michael Essien bicara soal awal kariernya di Prancis dan Harry Redknapp ungkap perannya dalam membantu Frank Lampard mendapatkan pekerjaan pertama di bidang manajemen.

Berita-berita ini diambil dari sumber eksternal yang tidak mewakili pandangan maupun posisi Chelsea Football Club.

Essien nyaris berseragam Merah

Kepada Goal.com, eks gelandang Chelsea Michael Essien mengaku nyaris menjadi pemain Liverpool yang kala itu ditukangi oleh Gerard Houllier namun ia kemudian memilih melanjutkan perkembangannya di Bastia.

Setelah bergabung dengan klub Ligue 1 dalam usia 19 tahun pada tahun 2000, performa orang Ghana selama dua musim di sana menarik perhatian sejumlah klub antara lain Paris Saint-Germain, Marseille, Lyon, dan Liverpool.

“Aku banyak mendapat tawaran (saat masih di Bastia). Aku nyaris bergabung dengan Liverpool yang ketika itu dilatih oleh Gerard Houllier,” kata Essien dalam sebuah wawancara di Instagram Live.

“Aku bahkan pergi ke Melwood untuk bertemu dengan si pelatih. Kami ngobrol lalu aku kembali ke Prancis. Namun, penawaran masih berdatangan. PSG, Olympique Marseille, dll, tapi kubilang pada Bastia bahwa aku tak ingin pindah dan mereka juga tidak ingin menjualku pada waktu itu karena mereka ingin aku tinggal setahun lagi, yang mana tak masalah buatku karena aku juga tak ingin meninggalkan klub itu.”

Dia akhirnya pindah dari Bastia di akhir musim 2002/03 dan memutuskan untuk tetap bermain di Prancis.

“Kupikir terlalu cepat untuk pindah ke Inggris. Itulah mengapa aku bergabung dengan Lyon dan kemudian pindah ke Chelsea di bawah Mourinho (2005),” sambungnya.

“Lyon adalah tim favoritku ketika aku pergi ke Prancis karena mereka menjuarai semuanya. Agenku kuberi tahu bahwa jika Lyon datang maka aku mau bergabung dengan mereka.”

 

Redknapp soal membantu Lampard mendapatkan pekerjaan manajerial pertamanya

Menurut Evening Standard, Harry Redknapp sempat mengungkap perannya dalam membantu Frank Lampard mendapatkan pekerjaan pertamanya di bidang manajemen meski keponakannya itu menolak penawaran pertama yang diterimanya.

Mantan manajer Tottenham itu bercerita kepada Sky Sports bahwa dia awalnya mengatur wawancara untuk Lampard dengan Ipswich Town pada 2018.

“Pertama, saya mendapatkan pekerjaan untuk Frank di Ipswich bersama Marcus Evans,” kata pria 73 tahun itu. “Saya meneleponnya dan berkata, ‘Anda butuh manajer dan Frank Lampardlah orangnya,’ Dia bertemu dengan Lampard, menyukainya, dan menawarinya pekerjaan.”

“Frank berkata, ‘Harry, mereka tidak punya budget, sulit. Aku tak bisa mendatangkan pemain’. Saya bilang itu klub yang sangat bagus tapi kau tak punya tongkat sihir, kau akan membutuhkan sedikit pertolongan.”

Setelah peluang itu pergi, kesempatan lainnya datang, kali ini di Derby County.

“Saya menelepon (chairman Derby) Mel Morris,” lanjut Redknapp. “Dia memberi tahu saya bahwa dia mencari seorang manajer berpengalaman, lalu saya bilang, ‘Anda terus saja mendatangkan manajer lalu memecat mereka, Anda tidak pandai dalam memilih manajer. Ambillah Frank Lampard’.”

“Dia (Lampard) bilang tak punya pengalaman, tapi saya jawab: ‘Ada banyak manajer hebat yang sebelumnya tak punya pengalaman – lihat Graeme Souness, Kenny Dalglish, Steven Gerrard… Dia tahu permainannya. Dia seorang profesional yang hebat, dia mengerti sepak bola, dia akan memberikan banyak kepada klub sepak bola.”

“Keesokan harinya saya bertemu dengannya di London, mereka mengadakan rapat pukul 7. Setengah delapan dia menelepon saya dan berkata bahwa dia membuatnya terkesan. Saya telah berikan pekerjaan itu kepadanya. Begitulah akhirnya.”

“Saya tak ragu lagi dia akan sukses. Dia cerdas, pintar, etos kerjanya luar biasa, dia dibesarkan dengan sepak bola, dia akan luar biasa.”


Van Gaal perkirakan Ziyech akan bersinar di Chelsea

Eks manajer Ajax dan Manchester United Louis van Gaal yakin Chelsea telah merekrut pemain yang sangat bagus di diri Hakim Ziyech, dan dia memperkirakan pemain internasional Maroko akan bersinar di Premier League. Demikian laporan Goal.com.

Ziyech mengemas 49 gol dari 165 pertandingan yang dilakoninya selama empat tahun bersama Ajax dan baru-baru ini terpilih sebagai pemain terbaik mereka untuk tahun ketiga berturut-turut.

“Dia telah berkembang luar biasa di Ajax. Tidak terlalu banyak dalam hal kreativitas, tetapi sebagai seorang pemain tim,” kata Van Gaal, yang membawa Ajax meraih kesuksesan pada 1995 dan menuntun Belanda ke peringkat tiga Piala Dunia 2014.

“Publik mulai menyadari bahwa dia bekerja amat keras untuk ukuran pemain kreatif. Selain itu, dia juga mencetak gol dan menciptakan assist.”

“Itu menjadikan Anda sebagai pemain yang istimewa.”

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA