Berita

Pantauan Media: Lukaku Ungkap Gaya Bertolak Belakang dari Dua Manajer, Grant Bicara soal Musim "Nyaris", Zappacosta Ingin Bertahan di Roma

Dalam pantauan media terbaru kami yang berhubungan dengan Chelsea, Romelu Lukaku dan Avram Grant membeberkan pengalaman mereka di Stamford Bridge.

Berita-berita ini diambil dari sumber eksternal yang tidak mewakili pandangan maupun posisi Chelsea Football Club.

Lukaku puji Di Matteo, kritik Villas-Boas

Romelu Lukaku bicara soal pengalamannya semasa membela Chelsea, memuji manajemen manusia Roberto Di Matteo dan mengkritik perlakuan Andre Villa-Boas kepadanya, seperti yang dilaporkan oleh Evening Standard.

Striker asal Belgia ini bergabung dengan the Blues dari Anderlecht pada 2011 namun hanya tampil 12 kali di musim pertamanya di Stamford Bridge. Namun, meski tidak dimainkan di Liga Champions, dia masih dibawa oleh Di Matteo dalam pasukan yang berangkat ke Munich untuk laga final.

"Di Matteo berkata bahwa saya akan tetap bersama dengan grup hingga setelah final," ungkapnya kepada Het Laatste Nieuws.

"Dia berpikir semua harus ikut, termasuk mereka yang terkena skorsing dan beberapa pemain yang tidak masuk dalam skuad Liga Champions. Saya juga berterima kepadanya atas keputusannya itu."

"Kemenangan ini adalah satu hal yang selalu saya impikan. Anda ingin merayakan sesuatu seperti itu dengan tim kala itu. Itu menyenangkan bagi saya yang masih berusia 19 tahun."

Jika tanggapannya tentang pria Italia itu positif, berbeda dengan pendapatnya tentang manajer sebelumnya, Villas-Boas.

"Saya bahagia untuk keseluruhan klub, tapi ada satu orang yang menuntut terlalu banyak dari saya: pelatih sebelumnya. Saya tak akan pernah melupakannya untuk alasan itu," sambung Lukaku.

"Suatu ketika saya harus bermain di depan kiri, di lain waktu di depan kanan. Kita tak bisa berkembang dengan cara itu. Lalu di suatu titik kita harus memikirkan diri sendiri. Jadi, saya utarakan pendapat saya tentang itu kepada klub. Saya tahu, Villas-Boas juga berada di bawah tekanan tapi itulah mengapa dia tidak seharusnya memperlakukan saya seperti itu."

"Di Matteo mendekati saya dengan cara yang sama sekali berbeda, dia terlibat dalam segalanya. Itu seharusnya terjadi lebih awal. Sungguh, saya tak akan pernah memaafkan pelatih sebelumnya."


Grant bangga pernah jadi manajer Chelsea 

Avram Grant, kepada The Sun, mengaku tak menyesali masa saat menangani Chelsea dan berkata itu adalah musim yang hebat untuk the Blues meski gagal mengangkat trofi.

Grant mengambil alih posisi manajer di awal musim 2007/08 menyusul kepergian Jose Mourinho. Ia nyaris membawa the Blues meraih kesuksesan di tiga kompetisi, dengan finis sebagai peringkat dua Premier League dan mencapai final League Cup dan Liga Champions.

"Membaca catatan saya kala itu membuat saya bangga akan segalanya. Anda bisa melihat hasilnya dan hasilnya sudah jelas," katanya.

"Tapi saya lebih memikirkan apa yang membuat kami sampai ke sana. Latihan, mental, segalanya. Tak diragukan lagi, itu musim yang hebat."

"Sebelum saya bergabung, semua orang berbicara dengan sepak bola Chelsea yang buruk. Setelah sebulan, tidak ada yang mengatakan itu. Jika melihat lagi, itu mungkin sepak bola terbaik mereka."

"Kami sangat tidak beruntung, kami layak menang (di final Liga Champions)," imbuh orang Israel ini. "Tapi tak ada seorang pun yang akan memperoleh trofi hanya karena 'layak'."

"Anda saja tembakan Lampard yang mengenai tiang gawang di babak tambahan menjadi gol, maka itu akan jadi salah satu gol kerja sama tim terindah di final . Tapi ini hanya sejarah, ya?"


Zappacosta ingin bertahan di Roma

Menurut Goal.com, Davide Zappacosta berharap melanjutkan peminjamannya di Roma usai pulih dari cedera parah yang membuatnya harus menepi di sebagian besar musim ini.

Pria Italia itu dipinjamkan ke klub Serie A pada Agustus lalu setelah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Chelsea. Namun, ia hanya tampil sekali dari bangku cadangan untuk Giallorossi sebelum kemudian mengalami cedera anterior cruciate ligament di kaki kanannya dalam latihan.

Setelah melewati masa pemulihan yang panjang, Zappacosta berharap dapat terlibat lagi ketika sepak bola Italia musim 2019-20 bergulir kembali.

"Dari sudut pandang pribadi, saya ingin bertahan di Roma untuk beberapa alasan," katanya kepada Sky Sport Italia.

"Alasan utamanya adalah saya ingin menunjukkan siapa saya dan kemampuan saya kepada para penggemar, rekan-rekan setim, dan manajemen. Saya sudah bekerja keras selama bulan-bulan ini, saya telah berlatih dan melakukan pengorbanan untuk siaga ketika liga dimulai kembali."

"Saya melakukan beberapa sesi yang dikhususkan untuk lutut, karena cedera ini membutuhkan waktu untuk pulih. Tapi sekarang saya sudah merasa 90 persen bugar."

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA