Berita

Pantauan Media: Eks Gunner Akui Keuntungan Psikologis Chelsea atas Arsenal, Caballero Terima Ancaman Pembunuhan Usai Bikin Kesalahan untuk Argentina

Dalam pantauan media terbaru kami yang berhubungan dengan Chelsea, eks bek Arsenal Bacary Sagna bicara soal pengalamannya ketika berhadapan dengan Chelsea kala bermain untuk the Gunners dan Willy Caballero bicara soal kesalahan fatal yang dilakukannya dalam laga kontra Kroasia di Piala Dunia 2018.

Berita-berita ini diambil dari sumber eksternal yang tidak mewakili pandangan maupun posisi Chelsea Football Club.

Sagna sebut the Gunners merasa inferior terhadap the Blues

Mantan full-back Prancis, Bacary Sagna, bicara soal kesulitan yang dihadapi Arsenal setiap kali berhadapan dengan Chelsea dan mengaku bahwa the Blues memiliki keuntungan psikologis atas rival sekotanya. Demikian dilaporkan oleh the Evening Standard.

Selama tujuh musim membela the Gunners, dari 2007 hingga 2014, mereka hanya bisa menang empat kali dari 14 pertemuan dengan the Blues di Premier League, dan delapan kali kalah, salah satunya dengan skor 6-0 di Stamford Bridge pada 2004.

“Kami meremehkan diri kami sendiri. Bermain untuk Chelsea secara citra berbeda,” kenang Sagna.

“Mereka sangat memanfaatkan citra mereka, mereka terbiasa memiliki pemain-pemain besar di tim nasional dan kami lebih sering membicarakan mereka daripada sebaliknya.”

“Mungkin di kepala kami, mereka pemain-pemain yang lebih besar daripada kami. Di lapangan, kami punya kualitas sebesar mereka kapan pun kami bermain, dan ketika kami bermain dengan cara Arsenal, tak ada yang bisa mengalahkan kami.”

“Saya yakin tak ada yang bisa mengalahkan kami. Kami terbiasa memainkan operan-operan sederhana, satu, maksimal dua sentuhan. Tapi kami yakin kami meremehkan diri kami sendiri, yang mana merupakan kesalahan besar dalam hidup.”

Caballero ungkap ancaman pembunuhan

Kepada Goal.com, Willy Caballero mengungkap ancaman pembunuhan yang dialaminya selepas membuat kesalahan dalam kekalahan 3-0 Argentina atas Kroasia pada Piala Dunia 2018.

Meski baru melakukan debut di tim nasional dalam usia 36 tahun, pada Maret 2018, Caballero langsung jadi starter dalam dua laga pertama negaranya di putaran final Piala Dunia Rusia.

Namun, ia membuat kesalahan besar saat menghadapi Kroasia ketika tendangan lob-nya malah mengarah ke Ante Rebic, yang dengan segera menguasai bola liar tersebut dan membuat timnya unggul di menit-menit awal babak kedua.

“Ketika membuat kesalahan yang berujung pada gol Kroasia, saya bermaksud mengangkat bola untuk diberikan kepada Toto Salvio, tetapi saya malah menendang tanah,” jelas Caballero kepada TNT Sports.

“Itu menghasilkan efek yang tak terduga pada bola itu, yang kemudian mengarah ke Rebic. Semua orang berpikir saya ingin mencip bola namun tidak seperti itu; saya tidak pernah menendang bola seperti itu sepanjang hidup saya. Saya ingin mengangkat dan menendangnya jauh-jauh karena dua striker (lawan) mendekat.”

Kesalahan itu ditanggapi para penggemar Argentina dengan sangat keras.

“Sehari setelah kesalahan saya di Piala Dunia itu, semua orang memiliki nomor saya. Saya mengalami masa-masa yang tidak mengenakkan,” aku si kiper Chelsea.

“Saya mendapat pesan-pesan yang sangat ekstrem, termasuk ancaman pembunuhan. Dan mereka membuat saya memikirkan keluarga dan masa depan saya.”


Chelsea lepas buyback Boga?

The Guardian melaporkan bahwa Chesea memutuskan untuk tidak mengaktifkan klausul pembelian kembali Jeremie Boga untuk memulangkannya dari Sassuolo dan akan memasukkan klausul penjualan pada pemain internasional Pantai Gading itu.

Pria 23 tahun itu meninggalkan Stamford Bridge untuk bergabung dengan klub Italia tersebut secara permanen pada musim panas 2018 dan sejak itu tampil mengesankan dengan mengoleksi 11 gol dari 52 penampilan sebelum Serie A ditangguhkan Maret lalu.

Penampilan apiknya itu menarik minat sejumlah klub besar Italia dan Chelsea dilaporkan tidak akan menghalangi Sassuolo untuk bertransaksi dengan mereka.

“Chelsea memiliki klausul pembelian kembali sebesar £13 juta namun kini memutuskan untuk meminta persentase dari penjualan si pemain di masa depan,” tulis koran tersebut.

“Napoli adalah salah satu klub yang tertarik pada Boga di mana sang manajer, Gennaro Gattuso, adalah pengagum si pemain sayap.”

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA