Indonesia

Bagaimana Chelsea Raih Kejayaan di Era Milenium

Era milenium tidak diragukan merupakan momen di mana Chelsea meraih puncak kejayaan.
 

Tidak seperti kebanyakan orang, saya mulai menahbiskan diri sebagai fans Chelsea sejak 1998. Ketika itu saya dibuat terpesona oleh pemain-pemain seperti Tore Andre Flo, Gianluca Vialli, dan tentu saja Gianfranco Zola.

Karenanya saya tahu benar transformasi seperti apa yang dialami Chelsea, hingga bisa begitu berjaya di era milenium ini. Jika kebanyakan berkata revolusi Roman Abramovich adalah titik mulanya, saya punya jawaban berbeda.

Menurut saya segalanya justru bermula sesaat sebelum era milenium, yakni sejak musim 1996/97. Kebijakan manajemen untuk memberi “bumbu” Italia jadi kuncinya. Kala itu Serie A Italia adalah kompetisi paling populer, tempat berkumpulnya para bintang.

Dimulai dengan Ruud Gullit yang sukses besar bersama AC Milan, kemudian Gianluca Vialli, dengan pemain-pemain bintang Italia macam Roberto Di Matteo dan Gianfranco Zola. Generasi itu membuat Chelsea jadi kekuatan baru di Inggris hingga konsisten menembus kompetisi Eropa. Sederet gelar piala domestik hingga Piala Winners jadi buktinya.
 

Prestasi itu menstimulasi Chelsea untuk terus kompetitif di papan atas sepakbola Inggris memasuki era milenium. Hingga akhirnya Roman Abramovich datang pada 2003 untuk mengangkat the Blues ke level tertinggi, bukan hanya di Inggris tapi juga Eropa. Tak lagi sekadar bersaing di papan atas, tapi jadi kompetitor gelar di semua ajang.

Pengaruh taipan Rusia ini menurut saya besar sekali dan mendasar. Tidak hanya mengubah Chelsea, tapi juga sepakbola Inggris. Filosofinya konkret: juara! Filosofi yang sukses ditularkan ke segala sisi klub.

Manajemen selalu berani membuat perubahan tak populer, yang punya dampak positif tak terduga. Pelatih tak pernah pusing dengan kritikan soal gaya bermain, karena pada akhirnya akan dibungkam dengan hasil akhir. Di atas lapangan para pemain Chelsea dikenal dengan semangat pantang menyerahnya.
 

Hasilnya pun konkret dengan raihan 18 trofi! Di antaranya lima Premier League, dua Liga Europa, dan satu Liga Champions. Nyaris semuanya pernah dirasakan.

Saya pun percaya era emas ini belum akan berakhir. Segala sendi Chelsea masih sangat kuat, apalagi Abramovich selalu memberikan perhatian penuh.

Karenanya sebagai fans Chelsea, nikmati saja dan bersiaplah untuk kembali berpesta merayakan sederet gelar juara lainnya.


(Penulis: Temmy Rahadi)

Temmy Rahadi adalah television personality yang aktif sejak 2004. Dia kerap tampil di acara olahraga dan merupakan fans Chelsea sejak 1998.
 

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA