Berita

Pantauan Media: Eks Rekan Setim Sebut Hakim Ziyech Pemimpin, Chelsea Masih Jadi Klub London Terbaik, Pelatih Mengingat Pertengkaran di Pesawat yang Melibatkan Didier Drogba

Dalam pantauan media terbaru kami yang berhubungan dengan Chelsea, mantan rekan setim Hakim Ziyech berbicara soal kualitas si pemain sebagai pemimpin dan posisi Chelsea di antara klub-klub terbaik Eropa diumumkan.

Berita-berita ini diambil dari sumber eksternal yang tidak mewakili pandangan maupun posisi Chelsea Football Club.

Kualitas kepemimpinan Ziyech dipuji

Youness Mokhtar, mantan rekan setim Hakim Ziyech di Twente, percaya bahwa Chelsea telah mendapatkan seorang pemimpin dalam diri si pemain sayap asal Maroko, dan memperkirakan si pemain akan bisa mendatangkan dampak positif ketika tiba di Stamford Bridge. Lapor Goal.com.

Mokhtar memiliki kesan yang baik tentang Ziyech ketika bermain bersama di Eredivisie musim 2014/15.

“Dia memiliki karakteristik untuk menjadi seorang kapten. Dia seorang pemimpin. Jika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik, dia mencoba memimpin, menunjukkan kemampuannya, dan membuat tim jadi lebih baik,” kata Mokhtar kepada Football London.

“Anda harus mendapatkan kepercayaannya. Jika Anda jujur kepadanya, maka dia akan memberikan segalanya. Dan dia ingin memberi tahu yang sebenarnya.”

“Terutama dengan media, terkadang jika Anda memberi tahu sesuatu yang salah tentangnya, dia akan mengingat itu dan menyimpannya di dalam pikiran dan hatinya. Dia bukan tipe orang yang cepat melupakan segala sesuatunya. Jika Anda bergaul dengannya, Anda akan tahu dia orang yang sangat baik.”

Mokhtar, yang kini bermain di klub Major League Soccer, Columbus Crew, juga mengungkap sisi humoris Ziyech.

“Dia suka bercandan. Dia juga melakukan keduanya (lelucon dan jail),” kata pria 29 tahun itu.

“Dia suka melakukan sesuatu seperti mengoleskan Vaseline ke sepatu. Kami punya loker di ruang ganti, dan dia mengoleskan Vaseline ke gagangnya atau menaruh air di dalamnya sehingga ketika loker dibuka Anda akan basah. Hal-hal seperti itu. Hal-hal yang lucu.”

Chelsea masih jadi klub London terbaik

Meski mengalami penurunan nilai pada musim 2018/19, Chelsea masih menjadi klub London terbaik dalam daftar tahunan klub-klub Eropa terbaik yang disusun oleh KPMG.

Pada 2020, nilai perusahaan the Blues menurun sehingga peringkat klub pun turun dari posisi keenam menjadi ketujuh, dilompati oleh Liverpool yang naik dua tingkat, dari urutan tujuh ke lima.

Meski demikian, kami masih berada di atas tiga klub London lainnya, di mana Tottenham Hotspur berada di peringkat kedelapan, Arsenal peringkat sepuluh, dan West Ham (18).

Belum ada perubahan di puncak ranking di mana Real Madrid berada di tempat pertama, disusul oleh Manchester United di peringkat kedua.

Barcelona naik ke peringkat ketiga, menggeser Bayern Munich, sementara berkat kesuksesan di Liga Champions, Liverpool melangkahi Manchester City serta Chelsea dan duduk di peringkat lima.


Eks bos Marseille mengingat pertengkaran antara Drogba-Mido

TalkSport melaporkan mantan manajer Marseille Jose Anigo bicara soal pertengkaran yang terjadi antara Didier Drogba dan Mido pada 2004 setelah si pemain Pantai Gading mengecam lelucon si pria Mesir tentang pramugari.

Insiden itu terjadi setelah klub Prancis kembali dari Italia usai disingkirkan Inter Milan di perempat final Piala UEFA.

“Kami dalam perjalanan pulang dari laga Eropa. Mido biasa menceritakan lelucon aneh,” kata Anigo kepada RMC Sport.

“Dia membuat lelucon tentang seorang pramugari dan Didier tidak terima. Dia berdebat dengan Mido, dan mereka berdua menjadi panas.”

“Kami sedang berada di udara, dan saya beri tahu kalian, pesawat terguncang! Mereka menyebabkan terjadinya turbulensi.”

“Mereka berdua kelas berat. Biasanya mereka berteman, tapi pada saat itu amarah menguasai mereka berdua.”

Kedua pemain kemudian meninggalkan klub tersebut pada akhir musim itu, di mana Drogba bergabung dengan Chelsea dan Mido ke Roma, sebelum kemudian pindah ke Tottenham Hotspur pada 2005.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA