Blog

Armada Spanyol Chelsea

La Liga telah menjadi liga Eropa terbaru yang kembali digelar dan untuk menandai kembalinya kompetisi sepak bola di Spanyol, tengok sejarah para pemain yang lahir di negara itu di Chelsea.

Kompetisi sepak bola Spanyol kembali dihelat dengan tanpa penonton pada Jumat dini hari WIB, ketika Sevilla mengalahkan Real Betis 2-0 dalam derby Seville.

Sementara hubungan antara Chelsea dan kota itu sedikit dan jarang, ada banyak pemain dari tempat lain di Spanyol yang telah mewakili the Blues, bahkan sebelum pasukan Spanyol kami saat ini, Marcos Alonso, Kepa Arrizabalaga, Cesar Azpilicueta, dan Pedro tiba.

Pemain Spanyol pertama yang mewakili Chelsea muncul di Stamford Bridge dengan pencapaian prestasi yang mengesankan dan merupakan bagian dari perkembangan kami di kompetisi Eropa pada tahun 1998. Albert Ferrer telah memenangi hampir semua gelar selama bermain untuk tim asalnya, Barcelona, setelah lulus dari akademi mereka untuk menghabiskan delapan tahun dalam 'Tim Impian' mereka yang luar biasa. Dia mengakhiri kariernya di sana dengan meraih lima gelar liga dan dua Piala Spanyol, di samping medali juara Piala Champions dan Piala Winners.

Dia menambah medali juaranya di Inggris, ketika pria yang dikenal dengan julukan 'Chapi' itu menjadi pahlawan di Stamford Bridge. Sebagai bek kanan ia adalah bagian penting dari tim yang memenangi Piala FA pada tahun 1998, meskipun ia absen dalam final itu karena cedera, dan merasakan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya. Faktanya, satu-satunya golnya untuk the Blues datang melawan Hertha Berlin dalam musim debut Liga Champions kami.

Dua penerusnya sebagai pemain asal Spanyol di Chelsea tidak mendapatkan perhatian dan daftar pencapaian yang sama sebelumnya, keduanya menghabiskan hanya satu musim di London Barat. Yang pertama, Quique De Lucas, adalah satu-satunya pemain baru kami di musim panaspada tahun 2002, saat kami harus menghemat pengeluaran, dan bermain bersama Ferrer selama musim itu, tetapi tidak pernah lebih sebagai pemain pelapis.

Asier Del Horno juga pergi setelah satu musim bersama Chelsea, dia memang membantu kami mempertahankan gelar Premier League untuk pertama kalinya pada 2005/06. Bek kiri itu menjadi starter dalam 25 pertandingan kami di kompetisi itu dan mencetak gol dalam kemenangan 2-0 atas Tottenham di White Hart Lane, tetapi sayangnya lebih diingat karena diusir wasit dalam kekalahan Liga Champions kami dari Barcelona.

Pada awal dekade berikutnya, Spanyol telah menjadi tim dominan di kancah internasional dengan kemenangan mereka Piala Eropa dan Piala Dunia secara berturut-turut, dan pemain dari negara itu sangat diminati.

Akibatnya, tiga pemain Spanyol bergabung dengan Chelsea pada 2011 dan ketiganya adalah bagian dari skuat yang memenangi Liga Champions untuk pertama kalinya pada tahun berikutnya. Juan Mata mungkin yang paling menonjol di antara mereka, memberikan semangat kreatif  dalam permainan the Blues di lini tengah. Dia tidak beruntung karena penaltinya diselamatkan oleh Manuel Neuer dalam adu penalti melawan Bayern di Munich, tetapi kontribusinya untuk kesuksesan itu, dan yang lainnya, diakui dengan dia dinobatkan sebagai Player of the Year Chelsea dalam kedua musim penuhnya di sini.

Fernando Torres, yang tiba sekitar enam bulan sebelum Mata, tidak pernah berhasil mencapai level permainan yang telah dia capai sebelumnya dalam kariernya bersama Liverpool dan tim nasional Spanyol, tetapi masih memainkan peran penting dalam kemenangan itu, degan berain sebagai pemain pengganti di final. Memang, banyak dari penampilan terbaiknya dalam seragam the Blues datang di kompetisi benua, saat ia mencetak gol pembuka dalam kemenangan final Liga Europa 2013 kami dan sembilan gol Eropa-nya musim itu merupakan rekor klub sampai dipatahkan oleh Olivier Giroud tahun lalu.

Pemain ketiga dari trio Spanyol itu adalah Oriol Romeu. Cedera dan kompetisi untuk mendapatkan satu tempat membuat kontribusinya lebih terbatas, meskipun ia membuat tiga penampilan dalam musim Liga Champions 2011/12 yang penuh kemenangan dan menjadi pemain pengganti yang tidak dimainkan di final.

Pada tahun yang sama ketika karier Mata dan Torres di Chelsea berakhir pada 2014, bintang Spanyol kami berikutnya tiba. Sama seperti Ferrer, Cesc Fabregas adalah pemain lokal Catalan yang telah memenangi La Liga bersama Barcelona, serta memiliki banyak pengalaman Premier League dari masa bermain yang panjang dan sukses bersama Arsenal.

Seperti Mata, ia menandatangani kontrak untuk menjadi playmaker tim Chelsea dan ia tentu saja berhasil menjalani peran itu, mencetak 100 assist Premier League lebih cepat daripada pemain lain dan menjadi yang pertama untuk menorehkan 10 assist Premier League dalam lima musim yang berbeda selama waktunya sini. Itu membantu kami memenangi dua gelar Premier League, Piala FA, dan Piala Liga.

Pemain Spanyol Chelsea terbaru, di luar skuat saat ini, adalah Alvaro Morata. Sang striker tiba dari Real Madrid pada musim panas 2017 dan menikmati awal musim yang menjanjikan bagi kariernya di Primer League, mencetak enam gol dalam jumlah penampilan yang sama dalam kompetisi itu, termasuk hattrick melawan Stoke.

Namun, ia tidak pernah benar-benar bersinar di London Barat dan, setelah mencetak gol kemenangan melawan Manchester United, gol-golnya mulai mengering di paruh kedua musim.

Saat memasuki paruh musim pada musim keduanya, ia kembali ke Madrid, kali ini bersama Atletico, di mana ia bermain sebentar bersama pemain lain dalam daftar ini, dan pahlawan masa kecil Morata, Torres.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA