Analisis

Musim Mereka Sejauh Ini: Antonio Rudiger

Menjelang aksi Chelsea dalam lanjutan Premier League seminggu dari sekarang, kini saatnya mengupas perjalanan Antonio Rudiger di musim 2019/20 sejauh ini.

Rudiger memulai musim ini di fase terakhir rehabilitasnya menyusul cedera lutut yang dideritanya pada musim panas, sementara cedera kunci paha memperburuk comeback-nya pada September dan memaksanya kembali ke ruang perawatan hingga tiga bulan kemudian. Sejak itu, kebugaran dan performanya membaik, dan kemudian menjadi pilihan reguler untuk mengisi jantung pertahanan tim Frank Lampard.

Pada Februari, dengan semangat ia berbicara tentang rasisme di dunia sepak bola dan di masyarakat luas menyusul komplainnya kepada wasit dalam laga di markas Tottenham sebelumnya di musim ini.
 

Antonio Rudiger: 16 penampilan, dua gol

"Kami merindukannya karena dia memberikan agresivitas dan kehadiran dalam segala sesuatu yang ia lakukan, yang mana bagus untuk kami karena kami juga punya pemain-pemain muda di area itu. Dia yang paling berpengalaman di antara bek tengah kami jadi dia memberikan kualitasnya dalam banyak cara."

Pujian Lampard atas kinerja pria Jerman seusai laga imbang di markas Leicester City pada awal Februari menggarisbawahi pentingnya kedewasaan dan kekuatannya dalam bertahan di lini belakang the Blues.

Rudiger cetak dua gol hari itu. Gol-gol pertamanya musim itu, membantu kami meraih satu poin melawan tim yang dengan kokoh bertengger di empat besar klasemen Premier League sejak pekan-pekan pertama musim ini.

Bek ini sebenarnya belum bisa disebut veteran karena baru berusaia 27 tahun ketika kami menyingkirkan Liverpool dari FA Cup Maret lalu. Namun, pengalamannya di Bundesliga, Serie A, dan tiga musim di Inggris telah menjadikannya karakter yang unik di lini belakang. Setelah hanya tampil 45 menit di 24 laga pertama musim 2019/20, esjak itu Rudiger hanya absen sekali di liga.

Comeback lebih cepat

Setelah dibebat cedera di awal kariernya di Stamford Bridge, cedera meniskus di lutut kiri yang dideritanya di markas Manchester United April tahun lalu menjadi pukulan telak bagi Rudiger yang harus absen di Liga Europa dan di awal musim di bawah besutan bos baru, Lampard.

Setelah menepi selama lima setengah bulan, dia akhirnya tampil juga, di Molineux, pada pertengahan September. Namun, setelah bermain sejak menit pertama bersama Andreas Christensen dan Fikayo Tomori dalam formasi tiga bek, Rudiger tidak terlihat lagi di babak kedua lantaran cedera kunci paha yang kambuh di akhir babak pertama. Ia butuh waktu tiga bulan sebelum bisa bermain lagi.

"Ini bukan pertama kalinya saya cedera panjang," katanya selepas memainkan 90 menit pertamanya di laga kompetitif dalam delapan bulan, tepatnya pada Desember, di ajang Liga Champions melawan Lille, yang mengamankan tiket ke babak 16 besar.

"Anda harus sabar, mendengar kata dokter, dan menunggu waktu (untuk bermain lagi)". Kesabaran Rudiger itu mendapat buahnya dengan menjadi starter di 12 dari 13 laga Premier League sejak itu.

Empat atau tiga bek untuk pemain bernomor punggung dua?

Dari kedua belas laga itu, Rudiger tampil delapan kali dalam skema empat bek dan empat kali dalam formasi tiga bek, formasi yang kerap divariasikan oleh Lampard sesuai dengan ketersediaan pemain dan lawan.

The Blues punya catatan apik dengan adanya Rudiger di lini belakang, dengan rasio kemenangan sebesar 75 persen di empat laga (dua laga melawan Tottenham dan tandang ke markas Arsenal, meski sempat terjadi perubahan formasi di babak pertama dalam laga di Emirates) dan rasio kemenangan 25 persen dengan formasi empat bek(menjamu Burnley dan Everton).

Selain dirinya, musim ini posisi bek tengah diperebutkan oleh Kurt Zouma, Cesar Azpilicueta, Christensen dan Tomori.

"Kami punya bek-bek tengah yang sangat baik dan kami harus selalu siap bersaing karena itu yang menjadikan semua orang lebih baik," kata Rudiger Januari lalu. Di dua laga sebelum musim ditangguhkan, dia berpartner dengan Zouma dan the Blues mencatatkan dua clean sheet beruntun untuk ketiga kalinya musim ini.

Toni dua gol sejauh ini

Lampard meminta pasukannya untuk lebih menggigit dalam situasi bola mati dan akhirnya permintaan itu dijawab di King Power Stadium ketika Rudiger dua kali menanduk eksekusi bola mati Mason Mount di laga ke-100-nya untuk Chelsea.

Dengan tinggi 190 cm, pria kelahiran Berlin ini sukses memanfaatkan keunggulannya dalam memenangi duel bola atas. Brace pertama dalam kariernya datang di momen yang baik dan tentunya dia ingin meneruskannya setelah sepak bola bergulir lagi akhir pekan ini.


Statistik Antonio Rudiger di Premier League musim 2019/20


Statistik Antonio Rudiger 

Penampilan Antonio Rudiger di Premier League musim 2019/20

Rudiger tampil 13 kali di Premier League musim ini, semuanya dari menit pertama.
 

Penampilan Antonio Rudiger di Liga Champions musim 2019/20

Rudiger tampil di dua laga Liga Champions musim ini.

Penampilan Antonio Rudiger di FA Cup musim 2019/20

Rudiger bermain sekali di FA Cup musim ini, saat menyingkirkan Liverpool di babak kelima.
 

Penampilan Antonio Rudiger di League Cup musim 2019/20

Rudiger tidak tampil di Carabao Cup musim ini.
 

Gol Antonio Rudiger di musim 2019/20

Rudiger sudah mengemas dua gol untuk Chelsea musim ini, keduanya di bulan Februari, saat bermain imbang di markas Leicester City.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA