Berita

Pantauan Media: Pengaruh Mourinho pada Crespo dalam Kapasitas Sebagai Manajer, JT Ungkap Drama Keluarga di Hari Bergabung, Ahli Suarakan Peringatan akan Seorang Gelandang yang Dihubungkan dengan Blues

Dalam pantauan media terbaru kami yang berhubungan dengan Chelsea, Hernan Crespo mengungkap niatnya untuk melatih di Inggris di masa depan dan John Terry membeberkan kejadian di balik layar ketika ia bergabung dengan klub di usia 14 tahun.

Berita-berita ini diambil dari sumber eksternal yang tidak mewakili pandangan maupun posisi Chelsea Football Club.

Pengaruh Mourinho pada Crespo sebagai manajer

Sky Sports melaporkan pengakuan Hernan Crespo soal pelajaran manajemen sepak bola yang diperolehnya semasa bermain di bawah besutan Jose Mourinho di Chelsea.

Pria Argentina itu bermain untuk the Blues di musim 2005/06 yang berakhir dengan gelar juara, namun hanya tampil sebagai starter sebanyak 20 kali di liga. Kala itu, ia mengemban tanggung jawab serangan bersama striker utama Didier Drogba.

Pria 44 tahun itu kini menjadi manajer klub divisi utama Defensa y Justicia dan menyatakan rasa hormatnya kepada sang manajer Portugal yang telah menunjukkan persyaratan yang diperlukan untuk meraih kesuksesan sebagai pelatih di level teratas.

“Jose telah menunjukkan kepada saya cara untuk menjadi manajer top, bukan hanya sekadar memilih kesebelasan utama,” kata Crespo.

“(Melainkan) mengetahui semuanya, 360 derajat, dalam hal berkomunikasi dengan jurnalis, pemerintah, pemain, pelatih. Anda berada di tengah kelompok-kelompok ini.”

Meski hanya bermain di Inggris selama dua musim, Crespo mengaku akan senang jika mendapat kesempatan untuk kembali ke Inggris sebagai manajer.

“Premier League lebih baik dari sebelumnya, terus berkembang,” imbuhnya. “Kenapa tidak suatu hari nanti? Saya ingin kembali untuk bekerja di sana, saya ingin jadi bagian dari Championship atau Premier League sebagai pelatih.”


Drama yang terjadi di keluarga JT di hari ketika ia bergabung

Kepada Goal.com, John Terry mengungkap bahwa ayahnya tidak setuju ia bergabung dengan Chelsea, kala itu masih berusia 14 tahun dan berstatus sebagai pelajar, dan menolak masuk ke lapangan Stamford Bridge bersamanya untuk menandatangani kontrak.

Meski keluarganya mendukung Manchester United, JT memilih bergabung dengan the Blues. Kabarnya United dan Arsenal juga sangat tertarik padanya.

Keputusannya itu tidak sejalan dengan keinginan sang ayah, yang berusaha membujuk putranya untuk mengubah pikiran agar tidak menandatangani kontrak di lapangan sebelum tim utama berlaga.

“Para pemain datang dari lapangan dan saya menunggu di lorong. Glenn Hoddle melintas dan ayah saya berkata, ‘Kau tidak akan bergabung dengan klub ini, kita harus bergabung dengan Manchester United’," katanya dalam podcast Footballer’s Guide to Football.

“Diriku pada saat itu berkata, ‘Aku 100 persen mau bergabung di sini, kalau Ayah tidak mau keluar bersamaku, aku akan keluar sendiri untuk menandatangani kontrak.”

“Aku harus didampingi orang tua, oleh karena itu ibuku berkata akan datang dan menemaniku. Ayahku yang marah sekali kepada ibuku berkata, ‘Tidak akan’.”

“Malam yang seharusnya jadi salah satu malam terbaik dalam hidupku malah jadi malam yang berat untuk anak usia 14 tahun.”

JT tentunya tidak menyesali keputusannya itu karena ia kemudian tampil 717 kali untuk klub.

“Saya tahu begitu saja dan saya langsung mencintai Chelsea saat masuk dan tak pernah menyesalinya,” ungkapnya.

“Saya masih mencintai klub ini dan mengikuti setiap hasilnya sekarang.”

Ahli suarakan peringatan soal Gerson

Menurut laporan the Sun, ahli sepak bola asal Amerika Latin, Tim Vickery, mempertanyakan laporan yang berisikan ketertarikan Chelsea dan Tottenham Hotspur pada gelandang asal Brasil Gerson. Ia berkata bahwa harga yang diminta untuk pemain Flamengo itu mungkin terlalu tinggi.

Mengingat pemuda 23 tahun itu berperan penting dalam kesuksesan Flamengo di Copa Libertadores tahun lalu, Vickery ragu si pemain akan bisa memberikan dampak yang serupa di Eropa menyusul kegagalannya di Roma di awal kariernya.

“Gerson adalah bagian penting dari tim Flamengo di paruh kedua tahun lalu, memainkan sepak bola yang sangat mendominasi saat membawa timnya menjuarai titel di Brasil dan Amerika Selatan, dan membuat Liverpool kesulitan di final Piala Dunia Antar Klub,” kata Vickery.

“Namun harga permintaan yang diajukan sekitar £31 juta. Itu 25 juta lebih besar dari yang dikeluarkan Flamengo untuk merekrutnya setahun lalu, mendatangkannya dari Italia, tempatnya kesulitan memberi dampak setelah bermain tiga musim bersama Roma dan dipinjamkan ke Fiorentina.”

“Sepertinya nilai itu terlalu tinggi untuk seorang pemain yang sudah memiliki masalah beradaptasi dengan kecepatan ekstra di permainan Eropa – terutama dengan sepak bola yang harus beradaptasi dengan realitas pasca pandemi.”

“Dan bahkan jika uang dalam jumlah banyak ini ditempatkan di meja, muncul pertanyaan lain. Apa yang diinginkan oleh pemain ini sebenarnya?”

“Jika niatnya adalah bersinar di sepak bola Eropa level atas, maka tidak akan bijak menampil penawaran seperti itu. Gerson sudah berumur 23 – dan dewasa ini usia sebesar itu menjadi titik puncaknya.”

“Tren yang terjadi saat ini adalah remaja-remaja Amerika Selatan bertolak ke klub-klub Eropa. Mereka yang berada di pertengahan 20-an dipandang memunculkan risiko besar – biayanya lebih tinggi dan harga jualnya lebih rendah.”

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA