Analisis

Data Day: Aston Villa vs Chelsea

Berikut detail ekstra dan analisis dari kemenangan di Villa Park kemarin berupa angka dan fakta kunci dari pertandingan tersebut…

Memang sudah lama berselang laga terakhir kami bulan Maret lalu, namun seusai laga, Frank Lampard mengakui bahwa ketajaman timnya sudah bukan sesuatu yang baru lagi.

Kami melepas 19 tembakan, lima di antaranya mengarah ke gawang dan tujuh lainnya diblok pemain-pemain Villa. Dari delapan sepakan tuan rumah, setengahnya menguji Kepa Arrizabalaga.

Sebelas dari upaya kami dilepaskan dari luar kotak penalti – termasuk lima tendangan di 10 menit terakhir – sementara lima lainnya dihasilkan dari situasi bola mati.

Willian jadi pemain dengan jumlah tembakan tertinggi, empat. Marcos Alonso, Mateo Kovacic, dan Christian Pulisic yang turun sebagai pemain pengganti masing-masing membuat tiga tembakan.

Kami sangat mendominasi penguasaan bola, total 74 persen. Setelah dua bek tengah kami Toni Rudiger (10,5 persen) dan Andreas Christensen (10 persen), N’Golo Kante (9,3 persen) ada di urutan berikutnya untuk soal penguasaan bola. Ketiga pemain itu juga punya andil besar dalam catatan operan sukses.

Di antara para starter, tingkat keberhasilan operan Christensen adalah yang tertinggi (94 persen), diikuti oleh Kovacic dan Rudiger (masing-masing 92 persen).

Tingkat keberhasilan umpan kami adalah sebesar 86 persen, menurun menjadi 79,6 persen di wilayah pertahanan lawan. Sementara, Villa membukukan 64 persen.

Soal umpan kunci, Willian (lima) mencatatkan dua lebih banyak dari Cesar Azpilicueta, yang menciptakan assist untuk kedua gol kami.

Terjadi banyak duel bola atas di kedua sisi lapangan. Hal ini digambarkan dengan enam kemenangan Christensen dalam duel udara,yang hanya kalah dari Kortney Hause (tujuh). Olivier Giroud memenangi lima duel.

Dari 52 duel bola atas yang terjadi sepanjang laga, kedua tim sama-sama memenangi setengahnya.

Penekel terbaik kami adalah Kante dan Mason Mount, masing-masing dua kali. Sementara, Azpilicueta dan Alonso masing-masing membukukan dua intersepsi, tertinggi di kubu Chelsea.

Terus bertahan hampir di sepanjang pertandingan, Villa membuat 31 sapuan dan 19 blok.

Ini adalah kedua kalinya di Premier League musim ini di mana kami bangkit dan menang setelah tertinggal lebih dahulu. Satu kesempatan lainnya terjadi di Emirates pada Desember. Pada delapan laga lainnya ketika kami kebobolan terlebih dahulu, kami kalah.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA