Analisis

Pulisic Soal Pola Pikir Positif yang Membuahkan Tiga Poin dan Menutup Musim dengan Apik

Setelah mencetak gol di dua laga beruntun untuk kali pertama dalam kariernya di Chelsea, bisa dimengerti jika Christian Pulisic terlihat sangat positif usai kemenangan 2-1 atas Manchester City di Stamford Bridge.

Pemuda Amerika ini terakhir kali dimainkan sejak menit pertama pada Tahun Baru, dan jika ditambah dengan masa absen akibat cedera aduktor dan pandemi global, maka dia sudah tidak bermain selama enam bulan.

Setelah diturunkan sebagai pemain pengganti dalam comeback kami di Aston Villa akhir pekan lalu, ia langsung diturunkan sejak menit pertama ketika berhadapan dengan juara bertahan Premier League. Tembakan pemuda 21 tahun ini bahkan membuat City meratap di akhir laga, bersamaan dengan dipastikannya Liverpool sebagai juara liga.

Seusai laga, Frank Lampard mengklaim bahwa rencananya adalah menggunakan pemuda 21 tahun itu sebagai pemain yang memberi dampak di Midlands lalu memainkannya sebagai starter melawan pasukan Pep Guardiola. Rencananya berjalan dengan sempurna ketika Pulisic berperan kunci dalam kekalahan tim tamu.

“Yang terpenting adalah kami mendapatkan tiga poin yang sangat kami butuhkan hari ini,” kata Pulisic di akhir laga kompetitif pertama kami di London barat yang dilangsungkan tanpa penonton.

“Kami menatap laga ini, melawan tim besar, dan kami ingin menang. Kami bermain di kandang, dengan kondisi yang berbeda, tapi kami senang dapat bermain dengan baik dan mendapatkan hasil yang sangat baik.”

Musim ini, Lampard menginginkan tim mudanya menumbuhkan insting pembunuh dan itu ditunjukkan lewat gol Pulisic. Pemain depan ini maju ke depan untuk menekan setelah tendangan bebas City dihalau dan kemudian mengeksploitasi kesalahpahaman antara Benjamin Mendy dan Ilkay Gundogan. Setelah itu, gawang Ederson jadi korbannya.

Sentuhan kedua terakhirnya dalam proses gol itu sangat indah, dan penyelesaiannya ke pojok bawah gawang lawan pun lebih impresif lagi. Itu adalah gol ketujuh Pulisic di Premier League di musim perdananya di sepak boal Inggris, catatan terbanyak di antara pemain-pemain berusia 21 tahun atau kurang di liga.

“Kami harus menuntaskan peluang seperti itu,” jelasnya. “Saya mendapat satu peluang lagi di babak kedua (yang disapu oleh Kyle Walker tepat ketika bola berada di garis gawang) tapi saya senang bisa membantu tim dengan mencetak gol. Kami membutuhkannya dan saya senang bisa meraih tiga poin.”

“Kami menghadapi laga ini dengan pemikiran yang sangat positif untuk bermain dan menang. Jelas, kami ingin menutup musim ini dengan apik tapi kami merasa bahwa kami juga mampu lebih baik lagi.”

Pulisic juga memberi penghormatan kepada Liverpool, yang dipastikan meraih mahkota juara Premier League untuk kali pertama sebagai hasil dari kemenangan kami atas City. Selain itu, ia juga melakukan hal yang sama kepada Jurgen Klopp, yang pernah melatihnya di Borussia Dortmund.

“Saya memikirkan mereka pada saat mencetak gol tapi mereka menjalani musim ini dengan sangat baik,” sambungnya. “Cara mereka mempertahankan level setinggi itu sepanjang musim luar biasa, terus mendapat hasil dan memenangi laga-laga ketat. Kredit untuk semua pemain dan manajer mereka – mereka telah bekerja dengan luar biasa.”

Dengan Stamford Bridge yang kembali menggelar sepak bola setelah 109 hari, Pulisic mengekspresikan rasa syukurnya karena bisa kembali merumput dan menatap ke lima pekan terakhir musim ini.

“Jeda itu sulit bagi banyak orang tapi saya senang sekali kami bisa kembali dan bermain sepak bola lagi,” imbuhnya. “Agak berbeda dengan tidak adanya penggemar, tapi kami senang sekali bisa kembali ke sana.”

“Masih ada banyak pertandingan untuk dimainkan. Kami ingin melaju sejauh mungkin di FA Cup dan kami ingin melanjutkan dan menyelesaikannya dengan apik agar kami dapat mengamankan tempat di Liga Champions. Masih ada banyak pertandingan.”

Baca: Komentar Frank Lampard seusai kemenangan atas City

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA