Analisis

Data Day: Chelsea vs Man City

Mari kita lihat statistik dari kemenangan impresif dini hari tadi, dan meski Man City mendominasi penguasaan bola, Chelsea-lah yang lebih berbahaya di depan gawang…

 

Kami melepas 15 tembakan yang 10 di antaranya mengarah ke gawang. Empat belas dilepaskan dari dalam kotak penalti, empat lainnya dari dalam kotak enam yard.

Dari 11 sepakan titis Man City, hanya dua yang mengarah ke sasaran. Enam ditembakkan dari luar kotak penalti, salah satunya membuahkan gol.

Christian Pulisic dan pemain pengganti, Tammy Abraham, masing-masing mencatatkan tiga tembakan, terbanyak di laga itu. Tak ada satu pun yang meleset dan krusial bagi terciptanya kedua gol kami.

Empat dribel sukses Pulisic dua kali lebih banyak dari pemain terbaik kedua untuk kategori ini.

Selepas laga Frank Lampard mengomentari etos kerja timnya dan kesediaan mereka untuk bertahan tanpa bola, yang mana jadi faktor penting mengingat City memenangi penguasaan bola sebesar 64,7 persen. Tidaklah mengherankan jika kami lebih banyak melakukan tekel, intersepsi, sapuan, dan blok daripada tim tamu.

Rasio keberhasilan operan kami sebesar 83 persen (berbanding 91 persen City). Di kubu kami, Ross Barkley memimpin dengan 95 persen, disusul Andreas Christensen (93 persen).

Christensen tampil apik dengan memenangi empat tekel (dari empat percobaan), menang di kedua duel yang dihadapinya, dan menyelesaikan dua dribel.

Tiga umpan kunci Willian hanya kalah dari Riyad Mahrez (empat).

Cesar Azpilicueta jadi penekel terbaik dengan lima tekel sukses, sementara catatan clearance tertinggi menjadi milik Toni Rudiger, juga lima kali.

Di depan lini belakang ada N’Golo Kante yang seperti biasa, sibuk. Tiga intersepsi yang dibuatnya adalah yang tertinggi di laga ini.

Kini kami sudah memenangi tiga laga kandang beruntun, untuk kali pertama sejak November.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA