Analisis

Data Day: Leicester vs Chelsea - Pengaruh Kante dan Willian

Kami melihat statistik dari kemenangan Piala FA kemarin di Leicester, dengan para pemain inti dan cadangan memainkan peran krusial...

Terlihat jelas ada sebuah peningkatan dari Chelsea di babak kedua, dan statistik menunjukkan bahwa kami berusaha melepaskan lebih banyak tembakan, memiliki banyak tembakan yang tepat sasaran, dribel sukses, memenangkan duel di udara, dan membuat lebih banyak sapuan dari yang kami catatkan sebelum jeda.

Kami kehilangan penguasaan bola sebanyak 16 kali di babak pertama, termasuk delapan kesempatan di sembilan menit pertama.

Pada babak kedua, kami total hanya enam kali kehilangan penguasaan bola.

Ross Barkley, salah satu pemain yang dimasukkan Frank Lampard di babak kedua, mencatatkan rekor pertandingan dengan empat tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran dan satu menentukan hasil perempat final.

Baca juga: Lampard inspirasi kemenangan Barkley

Secara keseluruhan, setengah dari delapan percobaan kami menemui sasaran; tiga dari 10 ke tembakan Leicester tidak tepat sasaran.

Statistik penguasaan bola sedikit berimbang, dengan Chelsea mencatat 52.3 persen pembagian bola.

Tidak ada pemain yang menguasai bola lebih banyak dari N'Golo Kante (7.3 persen), tidak ada pemain yang menyentuh bola lebih banyak darinya dengan 87 kali, dan tidak ada juga yang mencatatkan umpan sukses lebih banyak dari dirinya (61).

Tingkat kesuksesan umpan kami mencapai 80 persen sedikit menurun dibandingkan rata-rata yang kami catatkan di Premier League (84.8 persen).

Untuk pemain yang mencatatkan menit bermain lebih dari 45 menit, Kurt Zouma adalah pemain yang memiliki umpan dengan akurasi tertinggi (86 persen), diikuti Kante (85 persen) dan Tammy Abraham (84 persen).

Dua umpan kunci Willian adalah raihan tertinggi Chelsea, termasuk umpan yang berbuah gol kemenangan. Pemain Brasil ini telah mencatatkan rekor tertinggi umpan kunci di semua tiga pertandingan kami sejak kembali digelar.

Dia juga menjadi aktor di belakang enam tekel sukses pada pertandingan kemarin, sebuah bukti dari energi dan kedisplinannya ketika tidak memegang bola. Tidak ada pemain lain yang bisa mencatatkan lebih dari tiga tekel sukses.

Ketika kita lihat intersep Chelsea, rekor tiga per pertandingan Willian hanya bisa disamakan oleh Emerson.

Dari 10 dribel sukses kami, Christian Pulisic, Mateo Kovacic dan Emerson masing-masing mencatatkan dua. Kovacic adalah satu-satunya pemain yang mendapat statistik dribel sukses 100 persen.

Zouma dan Toni Rudiger masing-masing berhasil memenangkan tiga dari empat duel udara yang mereka hadapi.

Lima sapuan Zouma adalah yang tertinggi di pertandingan. Apabila total sapuan Cesar Azpilicueta, Rudiger dan Emerson digabung, mereka hanya mencatatkan 10 sapuan.

Tidak ada satupun sepakan pojok Leicester yang berhasil mengarah ke para pemainnya. Tiga dari lima tendangan penjuru kami berhasil.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA