Analisis

Bedah Data: West Ham vs Chelsea

Kami meninjau statistik pertandingan melawan West Ham United kemarin saat Willian mencuri perhatian meski harus menelan kekalahan derby yang mengecewakan...

Pemain asal Brasil itu memborong dua gol ke gawang The Hammers. Gol pertamanya dari titik penalti sebelum menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas di babak kedua. Itu membuatnya menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol penalti dan tendangan bebas pada sebuah pertandingan Premier League sejak pemain Chelsea lainnya, Cesc Fabregas, yang dibuat 2016 lalu juga saat menghadapi West Ham.

Dua gol Willian juga membuatnya kini menjadi pemain pencetak gol Premier League di setiap bulan dalam setahun. Satu-satunya yang mampu melakukannya dalam sejarah.

Dia menunjukkan akurasi yang impresif di Stadion London karena dua gol itu dihasilkan hanya dari tiga kali tembakan ke gawang dan semuanya tepat sasaran. Jumlah terbanyak di antara pemain lain di lapangan.

Penalti dan tendangan bebas tersebut diberikan akibat pelanggaran terhadap Christian Pulisic yang berupaya menembus pertahanan West Ham. Sang pemain tampak bersemangat melanjutkan sukses pendekatan mengambil risiko tersebut.

Pemain Amerika itu melakukan giringan bola terbanyak daripada pemain lain dengan tujuh kali percobaan, sedangkan tidak ada yang sukses melewati lawan lebih banyak daripada dirinya. Bersama Jarred Bowen dari West Ham, Pulisic juga menjadi pemain yang paling sering dilanggar, yaitu sebanyak tiga kali.

Pulisic diberi keleluasaan untuk merambah lapangan dan melakukan gerakan memotong dari sayap untuk menyulitkan para pemain West Ham. Sejumlah 10 kali sentuhan didapatnya di area penalti lawan dan itu jumlah paling banyak yang dicatat pemain Chelsea. Posisi rata-ratanya menunjukkan bahwa Pulisic menjadi pemain terdepan kita.

Kekalahan di Stadion London kian sulit kita terima melihat jumlah penguasaan yang kita dapat, yaitu 71 persen dan 33 persen di antaranya terjadi di area pertahanan West Ham. Dominasi ini ditegaskan dengan 693 operan akurat, bandingkan dengan West Ham yang hanya 282 kali melakukan hal yang sama.

Perbedaan gaya kedua tim ditunjukkan pula kalau kita merinci operan tersebut. Sebanyak 629 dari 693 operan yang kita lakukan adalah operan pendek. Bandingkan West Ham yang hanya 209 kali. Namun, mereka paling banyak memainkan bola panjang, yaitu 69 berbanding 33 yang dilakukan Chelsea.

Statistik penguasaan bola itu juga menunjukkan keinginan kita untuk memulai serangan dari lini belakang melalui para bek. Toni Rudiger dan Andreas Christensen mencatat 19,6 persen penguasaan bola di antara mereka dan paling sering bersentuhan dengan bola serta melepaskan operan akurat dibandingkan dengan para pemain lain dari kedua tim.

Pujian khusus ditujukan buat Ross Barkley dan Olivier Giroud, yang menjadi satu-satunya pemain yang sukses mencatat 100 persen operan akurat.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA