Berita

Peran Tim Akademi Dalam Mendukung Restart Musim Chelsea

Kami mengulas bagaimana staf pelatih dan pemain tim Akademi memberi dukungan kepada skuad utama ketika Premier League kembali bergulir setelah tiga bulan absen.

Salah satu tujuan dibentuknya Akademi adalah memberikan dukungan kepada skuad utama kapan pun dan bagaimana pun dibutuhkan. Musim ini dapat dilihat begitu banyak pemain yang muncul, baik saat sesi latihan tim yang diasuh Frank Lampard maupun di dalam skuad hari pertandingan.

Namun, ketika Premier League mengumumkan rencana untuk menyelesaikan lebih cepat musim kompetisi tim Akademi, Mei lalu, beberapa staf pelatih dan pemain di program pembinaan usia muda kita sedang bersiap untuk beristirahat, tapi sejumlah pelatih dan pemain dipanggil Lampard untuk membantu persiapan skuad utama guna menyelesaikan musim 2019/20 sebaik mungkin.

Pelatih kepala skuad pembinaan Andy Myers, pelatih kepala U-18 Ed Brand, dan pelatih pembinaan atletik U-23 Elliott Axtell kembali bertugas di Cobham bersama sejumlah staf pelatih skuad utama untuk mengintegrasikan para pemain muda ke dalam sebuah program latihan baru. Armando Broja, Henry Lawrence, Tino Anjorin, Lewis Bate, Tino Livramento, Dynel Simeu, dan Ian Maatsen di antaranya merupakan para pemain muda yang dipanggil ke dalam program tersebut.

Brand, yang sebelum musim diakhiri tampil impresif bersama tim taruna menembus semi-final FA Youth Cup, benar-benar menikmati tugas barunya itu.

"Ini sebuah peran yang benar-benar baru buat saya," bilangnya kepada kami. "Saya mengobrol dengan Neil Bath [kepala pembinaan usia muda] dan hasilnya adalah program di tengah situasi pandemi yang kita alami saat ini."

"Peran seorang 'pelatih COVID' diciptakan karena Premier League menginginkan pelatih berlisensi A untuk menjadi bagian proses perencanaan latihan serta untuk mengawasi sesi latihan dan menyusun penilaian risiko dari sudut pandang seorang pelatih."

"Saya sudah melakukan ulasan praktis dan latihan untuk mengidentifikasi segala jenis latihan berisiko tinggi serta berada di semua pertemuan perencanaan dengan para staf pelatih. Setiap kali sesudahnya saya menulis laporan untuk dikirimkan ke semua staf teknis, membeberkan semua jenis latihan ke dalam beberapa kategori, yang membantu menyusun tinjauan setiap sesi latihan harian apakah risikonya sedang, rendah, atau sangat rendah."

Brand menikmati keterlibatannya di dalam proyek sebesar ini. Dia melihat banyak manfaat yang didapat Akademi saat tim mereka kembali berlatih nanti.

"Buat saya pribadi, keterlibatan ini merupakan kesempatan fantastis," ungkap Brand. "Saya belajar dari pelatih kepala, yang mengorganisir tim untuk bisa berkompetisi dalam jangka waktu sangat pendek. Situasi yang sama akan dihadapi staf kepelatihan Akademi ketika kami dipastikan kembali bermain nanti."

"Rasanya seperti seekor lalat di dinding, mendengarkan segala hal dan belajar sebanyak mungkin. Kaitan antara Akademi dan skuad utama terus terjalin dengan kuat. Senang bisa menjadi bagian dari semua ini dan saya pikir Andy [Myers] pun akan mengamininya."

"Mulai dari memantau serta mengajak bicara para pemain muda, saya pikir mereka merasakan hal yang sama -- senang bisa berada di lingkungan skuad utama ketika mereka bisa belajar dari para pemain dan staf pelatih melalui sesi latihan dengan para profesional yang berpengalaman dan mereka melaluinya dengan baik." Mereka layak memperolehnya setelah tampil baik musim ini di Akademi dan ketika manajer meminta sesuatu dari mereka, tanggapan mereka tidak mengecewakan."

 

Gelandang remaja Bate untuk kali pertama mencicipi sesi latihan yang konsisten dari Lampard sepanjang musim panas ini setelah tampil rutin untuk tim muda. Pemain 17 tahun itu menjelaskan apa saja yang dipelajarinya dari berlatih di dekat para profesional yang lebih senior dan dia mengingat momen ketika diminta kembali ke Cobham.

"Saya sedang duduk di kebun bersama keluarga saya ketika menerima telepon dari dokter klub yang meminta saya untuk menjalani tes COVID-19 keesokan harinya karena saya diminta bergabung sebagai penyokong skuad utama,"

"Saya kira statusnya hanya saat diperlukan, tetapi dalam dua hari saya sudah bergabung dalam latihan di kelompok kecil di Cobham. Kami mulai berlatih fitness karena skuad utama sudah satu minggu lebih dahulu berlatih daripada kami, tapi setelah seminggu kami semua bergabung dan terus berlangsung secara konsisten."

"Saya berlatih bersama skuad utama empat kali pada periode normal musim kompetisi. Tempo dan kualitasnya tinggi, tapi berlatih mereka dari hari ke hari menegaskan tingginya kualitas yang mereka miliki. Meski mereka tiga bulan tidak bermain! Benar-benar pengalaman bagus dan bermain bersama para pemain kelas dunia hanya akan membuat kami jadi pemain yang lebih baik."

"N'Golo Kante gelandang tengah seperti halnya dengan saya dan saya belajar dari dirinya. Cara dia menata diri di dalam dan di luar lapangan bagus. Dalam satu hari saya akan berada satu tim dengannya dalam latihan dan hari berikutnya saya akan menghadapinya sebagai pemain lawan, yang akan membuat saya menjadi pemain yang lebih baik karena saya harus meningkatkan level permainan saya."

Setelah berlatih bersama skuad Lampard pada pekan-pekan terakhir musim kompetisi, para pemain muda yang leribat dalam program ini akan berada dalam kondisi yang bagus dan periode musim panas yang tak biasa ini niscaya menjadi keuntungan tersendiri bagi tim Akademi. 

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA