Berita

Lampard Berbicara Tentang Mengatasi Pemain yang Tidak Bahagia dan Kenapa Dia Mendukung Billy Gilmour Untuk Pulih Lebih Cepat

Menjelang perjalanan kami ke Sheffield United malam ini, Frank Lampard membahas tentang tantangan untuk membuat pemainnya tetap bahagia alasan mengapa ia yakin Billy Gilmour berada dalam posisi yang baik untuk melakukan pemulihan cepat dari operasi lutut...

Tentu saja, ia tidak mungkin untuk mengelola sekelompok pemain yang termotivasi tanpa melihat wajah-wajah yang tidak bahagia dari waktu ke waktu, menurut Frank Lampard, mengingat fakta bahwa hanya 11 orang yang dapat ia pilih untuk jadi starter di setiap pertandingan. Namun, Lampard senang para pemainnya kesal ketika mereka tidak berada di tim selama mereka tetap profesional dan berjuang keras untuk kembali ke posisi starter tersebut.

Hanya Manchester United yang berhasil mengumpulkan lebih dari 12 poin seperti yang Chelsea kumpulkan dalam lima laga pertandingan Premier League sejak kompetisi dimulai kembali, dengan The Blues naik ke urutan ketiga klasemen sementara menyusul kemenangan terakhir kami di Crystal Palace pada hari Selasa kemarin.

Performa yang bagus dari setiap pemain terkadang menyebabkan seorang manajer tidak melakukan banyak perubahan pada pemilihan timnya, bahkan jika jadwal yang padat dan cepat setiap beberapa hari, membuat mereka yang tidak berada dalam starting XI harus menunjukkan kesabaran dan usahanya untuk mendapatkan kesempatan bermain.

Jorginho telah menjadi salah satu pemain seperti itu, bermain sebagai cameo selama 10 menit terakhir di Selhurst Park adalah satu-satunya penampilan gelandang Italia tersebut sejak kompetisi ini bergulir lagi. Meskipun demikian Lampard menegaskan bahwa sikap wakil kaptennya selama periode ini telah menjadi nilai lebih darinya.

‘Seorang profesional yang baik, tidak akan senang bahwa mereka tidak bermain tetapi akan menghadapinya dengan cara yang benar, yang mana telah dia tunjukkan sejauh ini,’ kata Lampard berbicara tentang Jorginho. ‘Dalam pekerjaan saya, Anda harus memahami bahwa setiap pemain adalah berbeda dan saya mencoba mengatasinya karena saya merasa hubungan kami secara individual.’

‘Terkadang, saya bisa melihat kekecewaan di wajah pemain tetapi itulah pekerjaan saya. Ada 11 tempat untuk starter dari skuat yang berisi 20-an pemain sehingga saya tidak bisa membuat semua orang senang sepanjang waktu. Saya tidak keberatan dengan wajah yang tidak bahagia tersebut.’

‘Saya harus menerima dalam pekerjaan saya bahwa saya melihat itu, tetapi pada saat yang sama kami ingin profesionalisme dan pemain bertindak dengan cara yang benar. Jorginho benar-benar telah melakukannya untuk itu saya senang dengannya dan itu mengatakan banyak tentangnya. Tentu saja, dia adalah pemain papan atas - tidak ada keraguan tentang itu.’

Mengelola pemain di belakang wajah yang tidak bahagia juga adalah bagian dari pekerjaan Lampard dan dia percaya ada pendekatan yang berbeda untuk dilakukan ketika berurusan dengan individu yang berbeda.

‘Untuk beberapa orang, saya akan memutuskan untuk berbicara lebih dari yang lain atau merasa saya harus memberi alasan lebih dari yang lain tetapi beberapa saya ingin melihat dari reaksi mereka dalam sesi latihan dan bagaimana mereka berurusan dengan hal-hal seperti ini,’ jelas Lampard. ‘Jorginho, dia memberikan pengaruh besar bagi kami musim ini tetapi saya harus membuat pilihan dan itu bukan pilihan yang mudah.’

‘Dia (Jorginho) tahu saya selalu siap untuk diajak berbicara - saya punya hubungan yang sangat baik yang sangat terbuka dengannya dan di saat sesi latihan ia selalu menunjukkan karakter yang tepat, dan kita harus banyak duduk bersama untuk membicarakan hal ini. Saya tahu bahwa saya dapat mengandalkan Jorginho kapan saja. Saya bisa mengandalkan dia untuk menggerakkan tim dan menjadi pemain yang selalu ingin menang dalam sesi latihan internal, dengan demikian dia adalah pemain yang fantastis untuk dan mudah untuk dikelola.’

Pemain timnas Italia itu menunjukkan kualitasnya kembali ketika ia masuk melawan Palace, ia memperlambat tempo pertandingan di 10 menit terakhir dan membawa ketenangan dalam serangkaian proses akhir yang didominasi dengan kepanikan. Dia menggantikan Gilmour, yang dilaporkan Lampard dalam konferensi pers hari Jumatnya telah menjalani operasi lutut yang akan membuatnya absen selama sisa musim ini. 

Cedera itu adalah efek lanjutan dari babak pertama laga Derbi London dan sang bos menjelaskan tentang keadaan sang pemain saat ini, serta mengungkapkan keyakinannya bahwa pemain muda itu memiliki kondisi dan karakteristik yang tepat untuk bangkit kembali dengan cepat.

‘Saya melihat itu terjadi di pertengahan babak pertama dan itu benar-benar kebetulan. Ia cedera meniskus di lututnya, tetapi kami memiliki ahli bedah terbaik di klub ini.’

‘Kenyataannya bahwa Billy masih muda, ia memiliki sikap dan kebugaran yang luar biasa untuk bisa mengatasi cederanya secepat mungkin. Saya berbicara dengannya pada hari Kamis pagi dan dia memiliki keluarga dekat. Jangan tertipu oleh wajahnya karena karena saya pikir dia memiliki sifat yang tangguh.

‘Saya ingat, saya juga pernah mengalami cedera sepertinya pada usia 17 atau 18 tahun dengan patah kaki selama sekitar tiga bulan yang berlangsung selama jeda musim panas dan sayangnya, itu bagian dari proses saat itu.

Sementara musim Gilmour telah berakhir, masih ada banyak peluang bagi para pemain muda kami yang lain di empat pertandingan terakhir Premier League, dengan Lampard menerima bahwa kurangnya pengalaman para pemainnya telah menyebabkan tidak konsistennya penampilan Chelsea di musim ini.

Lampard juga menegaskan bahwa setiap kesalahan harus diperbaiki dengan cepat seiring margin untuk melakukan kesalahan semakin tipis, meskipun ia ingin menempatkan contoh individu dalam konteks yang lebih luas dari kinerja musim ini. Salah satunya kritiknya kepada Tammy Abraham yang kehilangan bola saat vs Palace dan akhirnya kebobolan.

‘Tammy memberi bola ke lawan dan ia seharusnya bisa bereaksi lebih baik,’ tambah Lampard. ‘Tentu saja saya berbicara dengan para pemain ketika hal-hal semacam ini terjadi. Ini bagian dari pengembangan, namun beberapa hal lainnya dalam sepakbola adalah hal mendasar dan mereka harus lebih baik lagi.’

‘Tentu saja ini kesalahan yang bisa terjadi pada siapa saja. Reaksi dan etos kerja adalah di mana saya akan benar-benar menekankan pada para pemain kami, tetapi saya pikir secara umum dengan para pemain kami tidak memiliki masalah seperti itu. Kami memang melakukan kesalahan, mungkin itu muncul karena dengan jiwa muda dan kurangnya pengalaman yang kami miliki, dan itu adalah sesuatu yang kami kerjakan saat ini dan kami akan menjadi lebih baik lagi nanti.’


Siapkan diri kamu dengan pertandingan melawan Sheffield di catatan Pra-Pertandingan

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA