Analisis

Data Day: Sheffield United vs Chelsea

Kami melihat kembali statistik dari kekalahan Sabtu lalu di Bramall Lane, yang menjelaskan mengapa kita kalah di pertandingan itu...

Sheffield United lebih berbahaya sejak awal dan mencetak gol kedua, setelah menit ke 33, mereka mencatatkan lima tembakan, sedangkan kami hanya dua tembakan.

Sejak saat itu hingga akhir pertandingan, kami mendapatkan 13 kesempatan, dibandingkan tuan rumah yang hanya empat, tetapi hanya tiga kesempatan kita yang menemui sasaran.

Semua sembilan tendangan Sheffield United terjadi di dalam kotak penalti, kita hanya lima dari dalam kotak penalti dan 14 dari luar kotak penalti.

Dua kesempatan tuan rumah terjadi dari serangan cepat dan dua dari set-piece.

Tammy Abraham mencatat lima tembakan, dengan David McGoldrick mencetak dua gol dari tiga tembakannya.

76.3 persen penguasaan bola kami tidak bisa dikonversi menjadi kesempatan emas. Sejak 2003/04, ketika data penguasaan bola tersedia, ini adalah kekalahan terbesar bagi tim yang memegang 76 persen penguasaan bola di Premier League.

Kami mencatatkan 809 umpan, dibandingkan dengan the Blades yang hanya mencatat 251 umpan, tetapi angka banyak bukan jaminan, tuan rumah berhasil memainkan 155 umpan di lini ketiga kita (62 persen), dibandingkan dengan kita yang hanya 240 umpan (30 persen).

Cesar Azpilicueta menguasai bola paling lama di pertandingan (11.8 persen) dan mencatat umpan terbanyak (125).

Reece James mencatat rekor tertinggi di pertandingan dengan tiga umpan kunci dan tiga tekel sukses.

Sheffield United melakukan 37 sapuan dengan dua bek tengah dan dua bek sayap mereka mencatat 26 sapuan. John Egan mencatat sembilan sapuan, paling banyak dibandingkan pemain lain.

Dari 63 duel udara yang terjadi, the Blades memenangkan 56 persen duel tersebut. Tidak ada pemain yang lebih sukses dari McGoldrick, yang memenangkan delapan duel udara. Toni Rudiger dan Oli McBurnie masing-masing mencatatkan lima duel udara.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA