Analisis

Data Day: Chelsea vs Manchester United

Statistik kunci dari kemenangan kami di Wembley melawan Manchester United menunjukkan perubahan dinamis yang menarik dari pertemuan sebelumnya musim ini…

Sepanjang laga, kami melepaskan 13 tembakan, tujuh diantaranya tepat sasaran, empat tendangan meleset dan dua lainnya diblok lawan. Delapan tembakan terjadi di kotak penalti, termasuk gol pembuka dari Olivier Giroud, dan lima tembakan lainnya berasal dari luar kotak penalti, termasuk gol Mason Mount di awal babak kedua.

Mount mencetak gol dengan salah satu dari empat usaha terbaiknya di depan gawang lawan, seperti halnya Giroud yang mencetak gol melalui satu dari tiga usahanya saat itu. Marcos Alonso juga memiliki dua tembakan ke gawang, sebanyak yang dilakukan pemain Man United.

Giroud mencetak gol ke-16 nya di Piala FA, dua di antaranya untuk Chelsea di  semifinal (Southampton di 2017/18 dan United di 2019/20). Hanya Sergio Aguero yang mencetak lebih banyak gol dalam kompetisi ini daripada pemain asal Prancis itu sejak debutnya pada Januari 2013.

Kubu United memiliki tujuh percobaan peluang, salah satunya diblok dan tiga lainnya meleset dari target. Willy Caballero melakukan dua penyelamatan tetapi tidak mampu mencegah penalti dari Bruno Fernandes di akhir-akhir laga.

Man United memiliki lebih banyak penguasaan bola daripada kami untuk pertama kalinya dalam empat pertemuan musim ini (51,2% dibanding Chelsea 48,8%) namun mereka akhirnya kalah untuk pertama kalinya musim ini. Statistik penguasaan bola kami sebelumnya melawan Setan Merah adalah 61%, 66%, dan 54%.

Ada perbedaan di catatan statistik penguasaan bola di babak pertama hingga kedua, mungkin juga bersamaan dengan skor. Sebelum jeda, kami menguasai bola 55% dan dibandingkan dengan 43% di babak kedua.

 

Chelsea melakukan total 520 operan di pertandingan. Alonso menikmati penguasaan dan sentuhan bola paling banyak untuk the Blues - 5,9% dan 87 sentuhan. Cesar Azpilicueta dan Reece James berada di urutan berikutnya dengan masing-masing 71 dan 69 sentuhan, hal ini menyoroti pentingnya dan efektifitas permainan kami yang melebar di laga tersebut.

Di antara mereka yang menjadi starter, James memiliki tingkat akurasi umpan terbaik di lapangan (96%), diikuti oleh Mount dengan 92%. Alonso membuat operan terbanyak untuk Chelsea dengan 59 operan.

Mateo Kovacic melakukan dribel paling banyak dari pemain mana pun di lapangan, berhasil menyelesaikan empat dari 12 take-ons kami. Mount dan James ada di posisi berikutnya dengan masing-masing tiga take-ons sukses.

Kami membuat 14 tekel sukses berbanding sembilan dari United dan memiliki tingkat keberhasilan tekel hingga 64%.

Azpilicueta menjadi pemain dengan tekel sukses terbanyak dengan tiga kali, diikuti oleh Willian, James, Toni Rudiger dan Ruben Loftus-Cheek, masing-masing dua kali.

Chelsea juga unggul dalam duel udara, memenangkan 14 duel udara dengan tingkat keberhasilan 56%. Giroud berada di urutan teratas dalam hal ini dengan enam kali, memenangkan 55% duelnya di udara. Hanya Victor Lindelof (75 persen) yang punya catatan lebih baik.

Kovacic membuat intersep terbanyak dengan tiga upaya, diikuti oleh sejumlah pemain Chelsea lainnya dengan dua.

Kedua belah pihak berbagi tendangan pojok, dengan dua tendangan tepat ke pemain kami

Ada dua offside sepanjang laga ini dan masing-masing tim melakukan satu kali offside.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA