Berita

Lampard: Saya Punya Rasa Gugup, Kamu Butuh Itu

Melanjuti kejadian pada pertandingan terakhir ketika Lampard menyesali tentang ucapan yang keluar dari mulutnya dalam insiden pinggir lapangan di Anfield, pelatih Chelsea itu menjelaskan lebih lanjut tentang momen itu..

Lampard juga ditanya tentang apakah rasa arogan dibutukan untuk meraih kesuksesan dan apakah itu kelewatan, tetapi tentang kode etik tak tertulis, dia mengataka ini:

'Ketika kamu berbicara antar manaher, dan kita tidak bisa mendengarnya dengan jelas, dan sekarang jelas tanpa penonton, banyak manajer yang menunggu keputusan apakah itu benar atau tidak, dan setelah itu kamu berbicara satu sama lain. Tetapi ketika orang yang ada di bangku cadangan melompat dan mau berbicara kepada saya dan menyeringai dan tersenyum lalu melanjutkan itu untuk beberapa saat, lalu saya pikir itu sudah melewati batas kode etik.

'Saya belum menghubungi Liverpool dan saya bersalaman dengan Jurgen Klopp di akhir pertandingan dan saya kembali mengucapkan selamat,' kata Lampard. 'dan saya bisa dengan mudah duduk dan meminum bir bersamanya dan mengucapka selamat kepadanya untuk pekerjaan luar biasa yang telah ia lakukan.

'Saya tahu betapa sulit menjuarai Premier League dan saya tahu kerja kerasnya seperti apa dan dia ada di sana selama empat atau lima tahun dan perjalanan dan pekerjaannya sangat luar biasa. Dia berhak mendapatkan semuanya dan tidak ada hubungannya dengan apa yang telah terjadi.

'Tentang apa yang terjadi di sisi lapangan bisa terjadi kapan saja dan dengan kamera dan mikrofon fokus ke kalian, dan saya sudah bilang bahwa saya menyesali ucapan say tetapi tidak bisa membantu saya menyembunyikan gairah yang saya rasakan, saya melihatnya tidak ada yang salah.

'Saya seharusnya tidak mengumpat tetapi saya memiliki masalah dengan beberapa orang staf yang ada di sana dan saya rasa itu melanggar kode etik yang ada di bangku cadangan.

'Ini adalah pekerjaan penuh dengan tekanan dan saya ingin berpikir untuk tetap tenang di banyak kesempatan tetapi saya akan mempertahankan hal-hal yang menurut saya benar bagi Chelsea di lapangan. Kami menjalani banyak pertandingan untuk mendapatkan poin dan mengamankan posisi empat besar dan Liverpool tidak mengincar apa-apa lagi. Jadi saya merasa bahwa saya lebih intens untuk berusaha membawa kita mendapat poin yang mana kita sangat dekat mendapatkannya.'

Lampard menyadari kalau kita melihat bahwa semua pelatih Premier League yang bekerja ekstra keras dalam tekanan yang sangat tinggi akan terlibat dalam beberapa insiden.

'Saya tentu punya rasa gugup,' dia mengakui. 'Saya tidak bisa bermain untuk Chelsea dalam waktu yang lama dan di tim yang telah berjuang untuk menjadi juara Premier League dan Liga Champions, dan saya hampir setiap tahun ada di sini, dan melihat orang di sekitar saya yang juga punya rasa gugup.

'Saya tidak bisa berdiri di sana dan berharap merasakan rasa gugup para pemain setelah kekalahan dari Sheffield United dan tidak boleh merasakan itu untuk diri sendiri, untuk membawa tim ini lebih berkembang. Itu bukanlah hal yang benar untuk dilakukan dengan ucapan. Itu bisa terjadi di pertandingan, saya memiliki rasa hormat yang besar kepada Jurgen Klopp, saya berjabat tangan dengannya di akhir pertandingan, itu tidak ada hubungannya dengan apa yang pernah Liverpool Football Club lakukan. Saya memberi tepuk tangan bagi mereka setinggi mungkin, tidak peduli dengan apa hasil yang kita dapatkan di hari lain. Itu hanyalah sebuah momen pertandingan bagi saya.

 

'Saya pikir rasa arogan sangat penting dalam hal kualitas, tentang bagaimana kamu menyerang di pertandingan sebagai pemain, bagaimana kamu menghadapi pertandingan sepakbola sebagai manajer,' tambahnya, 'karena kamu akan dipenuhi banyak ekspektasi di sekitarmu, dengan kritik tentang apapun yang kamu lakukan yang mungkin saja salah atau tidak terlalu tepat. Jika kamu tidak memiliki level arogansi dan percaya dengan apa yang kamu lakukan, itu bisa memberikan efek negatif di titik kami mungkin saja tidak bisa melakukan pekerjaan kamu dengan baik.

'Jugam ketika kamu berbicara tentang arogan, selau ada rasa menghormati. Apa yang saya rasakan ketika duduk di bangku cadangan di Liverpool, ada satu orang, yang benar-benar kelewat batas. Dan itu menjadi sebuah arogansi bagi saya.'

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA