Indonesia

Rangkuman Pagi: Kepuasan Lampard, Gol Terbaik dan Kecaman Kepada Taylor

Terlalu sibuk sampai tidak sempat menyimak kabar Chelsea selama 24 jam terakhir? Jangan khawatir, kami membuat "Rangkuman Pagi", sebuah artikel yang mengumpulkan semua berita dan peristiwa menarik dari the Blues.

Kepuasan Lampard di Musim Pertamanya Bersama Chelsea

Pasca kekalahan kami di final Piala FA, pikiran Frank Lampard beralih untuk merefleksikan perjalanan musim ini secara keseluruhan dan ia mengapresiasi kemajuan yang telah dibuat oleh timnya - apalagi sukses mematahkan prediksi banyak ahli di musim panas lalu.

‘Saya senang dengan musim ini,’ katanya. ‘Saya ingin mempertahankan hal itu selama minggu lalu karena saya tidak suka terlalu bersemangat ketika ada pertandingan besar yang akan datang, tetapi kami harus merenungkan musim ini, di mana orang-orang tidak punya ekspektasi terhadap kami dan bisa sukses finis di empat besar.

 

‘Ada banyak hal, larangan transfer, klub lainnya terus berbenah di bursa transfer, dan kita tidak bisa melakukannya, jadi saya tidak berpikir hasil kekalahan di final ini bisa menghapus pencapaian sebelumnya. Anda bisa saja kalah di final dan apa yang telah kami lakukan, tentu membuat  frustasi, tetapi ada gambaran yang lebih besar yang sedang kami upayakan di sini dan kami telah melihat banyak hal baik dari semuanya.’


Gol Terbaik Chelsea di Piala FA

Setelah bertanya kepada kalian semua tentang manakah gol terbaik Chelsea di Piala FA, akhirnya kami sudah mendapatkan jawabannya.

Kami memilih 10 gol termasuk beberapa gol yang kita pasti ingat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan gol Peter Houseman melawan Watford ketika kita menjadi juara Piala FA pertama kalinya di 1970.

Jadi tiga gol terbaik pilihan penggemar adalah Gianfranco Zola, Frank Lampard and Matic, dengan tendangan keras pemain Serbia yang berhasil menjebol gawang Tottenham di semifinal Piala FA 2017 menjadi yang terbaik.

Clattenburg dan Hoddle Mengecam Keputusan Taylor

Mantan wasit Premier League, Mark Clattenburg dan mantan manajer Inggris Glenn Hoddle mengecam pengusiran Mateo Kovacic oleh Anthony Taylor di final Piala FA akhir pekan lalu.

Clattenburg mengatakan: 'Kartu kuning kedua yang ditunjukkan ke Kovacic sangat buruk,’ katanya. ‘Saat itu duel 50-50 untuk bola dan Granit Xhaka pun jatuh beraksi dengan sedikit bumbu teatrikal. Sayangnya, VAR tidak dapat mengoreksi keputusan Taylor karena mereka tidak dapat memperdebatkan kartu kuning kedua - hanya bisa saat kartu merah langsung. Mungkin ini menunjukkan bahwa VAR harus memiliki kekuatan untuk mempelajari keputusan dari kartu kuning kedua karena ini jelas memiliki dampak perubahan di permainan.’

Hoddle bilang: 'Untuk mendapatkan kartu merah karena hal itu sangatlah konyol. Bisa diusir karena aksi pelanggaran ofensif kedua, yang pelanggaran pertama ya tentu saja itu berbahaya, tetapi luangkan waktu sebentar untuk melihatnya. Di situlah setiap mantan pesepakbola profesional tahu itu bukan sebuah pelanggaran yang berujung pengusiran.'

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA