Pratinjau Laga

Catatan Pra-Pertandingan: BAYERN MUNICH vs CHELSEA

Setelah mengakhiri Premier League musim 2019/20 dengan sukses tetapi kemudian gagal di final Piala FA, fokus the Blues beralih ke laga Eropa untuk mengakhiri musim, dengan banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Sejarawan klub Rick Glanvill dan ahli statistik klub Paul Dutton meninjau laga ini...

Seratus enam puluh lima hari telah berlalu sejak pertandingan leg pertama babak 16 Liga Champions di Stamford Bridge. Kekalahan 0-3 dari Bayern pada 25 Februari lalu, membuat catatan Chelsea tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan melawan tim Jerman harus terhenti.

The Londoners berusaha mencegah perjalanan Liga Champions mereka harus terhenti lagi di babak 16 besar untuk keempat kalinya berturut-turut, dan dalam keadaan yang tidak biasa karena krisis Covid-19. Mungkin jika tidak dalam waktu seperti ini, akan banyak penggemar the Blues yang menikmati atraksi ibu kota Bavaria (dan Festival Bir tentunya) ketimbang harus menontonnya dari jauh seperti saat ini.

Chelsea (bersama dengan Bayern) adalah satu dari lima tim juara yang tersisa dalam kompetisi ini dan, meskipun mereka akan memulai laga dengan keunggulan tiga gol, Hansi Flick memperingatkan agar tidak menganggap enteng tim tamu. Tidak ada tim yang pernah menang dengan tiga gol tandang atau lebih di leg pertama lalu kemudian gagal untuk melaju ke babak selanjutnya, namun pertemuan sebelumnya antara kedua tim telah menghasilkan rata-rata empat gol per pertandingan.

Skuat the Blues yang sedang terkuras harus menunjukkan hati dan keuletan untuk membalikkan defisit skor 0-3 setelah kekalahan yang mengecewakan di Wembley pada final Piala FA. Ini akan jadi “Oh”  jika kami sukses comeback, dan tidak malu jika kami tidak melakukannya.

Frank Lampard menjadi kapten Chelsea ketika juara di Allianz Arena tahun 2012

photo of Statistik Kunci Statistik Kunci


Skema yang Sama Seperti Mengalahkan Liverpool di Piala FA jadi Kunci

Masalah pemilihan pemain Chelsea bertambah rumit karena adanya cedera dari Cesar Azpilicueta, Pedro dan Christian Pulisic. Billy Gilmour sudah pasti absen dan Willian serta Ruben Loftus-Cheek pun absen saat final di Wembley. Marcos Alonso (Dikartu merah saat laga di Stamford Bridge) dan Jorginho (yang mengumpulkan tiga kartu kuning) mendapatkan skorsing di kompetisi ini. Mateo Kovacic, yang secara kontroversial diusir wasit saat melawan the Gunners, tersedia untuk pertandingan ini.

Dengan tempat tambahan di bangku cadangan, Frank Lampard telah menambahkan beberapa bintang muda ke daftar skuat B the Blues: bek kanan Henry Lawrence, bek kiri Ian Maatsen, bek tengah Dynel Simeu, gelandang Lewis Bate dan penyerang Armando Broja.

Beberapa pemain the Blues akan berada di bawah pengawasan lebih dari yang lain. Callum Hudson-Odoi kemungkinan akan menghadapi klub pernah dikaitkan dengannya setahun lalu, dan Oli Giroud tercatat sudah mencetak gol tiga kali melawan Bayern dalam karirnya - dua gol diantaranya saat bermain di di Allianz Arena.

 

Giroud after scoring against Bayern in his Arsenal days

Salah satu cara untuk menghindari tekanan Bayern yang sangat ketat di sepertiga akhir lapangan adalah dengan menyingkirkan penyerang dan gelandang mereka, menghindari penumpukan pemain dan dibutuhkan kesabaran dalam memainkan bola lebih lama ke pemain target atau pemain yang melebar. Cara itu berhasil dalam kemenangan 2-0 atas Liverpool yang mempunyai pola yang mirip (dengan Bayern) saat berlaga di Piala FA, dengan para penyerang akan bisa menemukan ruang kosong di belakang garis pertahanan tinggi mereka.

Tuan rumah punya kepercayaan penuh terhadap memainkan bola dari belakang tetapi mereka harus kehilangan satu anggota reguler dari empat bek mereka, dan belum bermain secara kompetitif selama sebulan. Jika Chelsea bisa memanfaatkan ini, maka cara ini bisa terbukti produktif.


Bayern Kembali dari Rehat Panjang Mereka

Ada jeda 32 hari antara laga terakhir Bayern di Bundesliga musim 2019/20 dengan pertarungan akhir pekan ini, dan Hansi Flick sempat mengadakan pertandingan persahabatan melawan Marseille arahan Andre Villas Boas di Marseille seminggu yang lalu.

Meskipun tampaknya sang jawara bertahan Jerman ini terlihat sedikit berkarat dan tumpul setelah tiga pekan libur, tampaknya akan ada celah di duo lini tengah yang sedikit tidak sinkron, Leon Goretzka dan Thiago Alcantara, serta David Alaba yang berperan sebagai bek tengah saat itu.

 

Bayern defender Kingsley Coman and Marseille's Hiroki Sakai in the recent friendly

Saat pertandingan berlangsung, Bayern kembali berusaha keras untuk mendapatkan penguasaan bola di dekat gawang lawan mereka, dan bisa saja mencatatkan lebih banyak gol ketimbang satu upaya yang sukses dilakukan dengan baik oleh Serge Gnabry saat itu.

Pemain yang menyebabkan Chelsea begitu banyak masalah saat leg pertama di Stamford Bridge yaitu bek kiri Alphonso Davies, main lebih bebas ke depan, Alaba bergerak ke kiri untuk ruang kosong di belakangnya. Meski Robert Lewandowski dan Thomas Muller terlihat agak lambat, the Blues harus menemukan cara yang lebih baik untuk lepas dari tekanan para penyerang Bayern, seperti yang terjadi di pertandingan leg pertama lalu.

Melawan Marseille, pemain serbabisa Joshua Kimmich masuk sebagai bek kanan menggantikan Benjamin Pavard yang cedera. Bek Niklas Sule juga kembali dari cedera parah yang dideritanya pada Oktober silam.


Kenangan Munich

Kunjungan resmi pertama the Blues ke Munich terjadi pada Selasa 15 Maret 1966 silam di babak perempat final Inter-Cities Fairs Cup melawan TSV 1860 Munich. Dua gol Bobby Tambling (setelah gol pembuka awal Wilfried Kohlars) membuat tim muda arahan Tommy Docherty berharap kemenangan tandang musim tersebut, namun sayangnya hal itu tidak terjadi. Lapangan yang tertutup salju dan tidak kondusif untuk laga sepakbola saat itu, namun ketika Timo Konietzka menyamakan kedudukan, upaya keras Barry Bridges digagalkan oleh permukaan lapangan yang tak bagus saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper.

Hampir dua dekade kemudian perempat final lainnya, kali ini di Liga Champions, dengan laga di Olympic Stadium melawan Bayern. The Blues menang di kandang pada leg pertama dengan skor 4-2 seminggu sebelumnya, dengan Frank Lampard dua kali mencetak gol (yang termasuk gol favorit pribadinya).

 

THAT magical Frank Lampard goal v Bayern Munich! | Champions League Highlights 2005 | Munich Memories

Sang gelandang membuka skor di Munich, dan lebih dari setengah jam kemudian, Claudio Pizarro menyamakan kedudukan. Itu mungkin bukan golnya yang paling terkenal di Munich, tetapi Didier Drogba membuat the Blues unggul sampai tambahan gol di akhir pertandingan muncul yang hampir membuyarkan lolosnya tim London saat itu. Pertandingan berakhir 2-3, bagaimanapun, setelahnya Chelsea tersingkir oleh 'gol hantu' Liverpool yang terkenal di laga semifinal.

Pertemuan kami yang lain di Jerman selatan menghasilkan malam paling terkenal dalam sejarah klub, yaitu final Liga Champions 2012. Spanduk besar pendukung tuan rumah 'Unsere Stadt, Unser Stadion, Unser Pokal' ('kota kami, stadion kami, piala kami') menunjukkan hasil yang bagus di awal bagi tuan rumah Bayern, tetapi penampilan keras kepala yang brilian dari skuat the Blues yang dikapteni oleh Lampard, muncul kesempatan untuk menyamakan kedudukan melalui sundulan ahli Drogba dari sepak pojok Juan Mata, dan memaksa laga berlanjut hingga adu penalti. Kita semua tahu apa yang terjadi selanjutnya: Mata gagal, tapi Petr Cech menyamakan kondisi dengan menggagalkan upaya Ivica Olic dan Bastian Schweinsteiger. Kemudian: ‘Tatap bola, lihat pialanya…….gol Didier Drogba.’


Harapan Terakhir London

Chelsea adalah klub terakhir dari ibu kota yang tersisa di kompetisi Eropa, dan telah menambahkan 17 poin ke koefisien UEFA kami musim ini. Manchester City (21) dan Liverpool (18) adalah satu-satunya klub Inggris yang menambahkan poin lebih banyak dari. Sampai saat ini, tidak ada klub London lain yang pernah memenangkan Liga Champions selain kami.

Peraturan Liga Champions

Opsi latihan malam yang biasanya dilakukan di markas lawan di kompetisi Eropa kini tidak diizinkan berdasarkan aturan khusus untuk meminimalkan penyebaran pandemi virus corona. Misi pengintaian lawan secara langsung pun juga tidak diizinkan.

Sejalan dengan peraturan di Premier League -dan tidak seperti pertandingan kandang di Stamford Bridge saat leg pertama- lima pemain pengganti bisa dilakukan dalam maksimal tiga batch (tidak termasuk jeda antar babak atau dimulainya perpanjangan waktu). Jumlah maksimum pemain di bangku cadangan juga telah dinaikkan dari 18 pemain menjadi 23 - jumlah pemain yang lebih banyak ini biasanya diperbolehkan untuk partai final. Wasit untuk Asisten Video (VAR) dan layar sisi lapangan juga akan tetap beroperasi.

Pertandingan Chelsea-Bayern kerap kali menyajikan hujan gol, dan jika skor agregat sama pada akhir waktu normal, tim yang mencetak gol tandang paling banyak akan maju. Itu berarti margin tiga gol malam nanti di atas 3-0 (3-3 setelah pertandingan) akan cukup untuk tim London melaju.

Jika kedua tim berakhir imbang dengan agregat 3-3 setelah 90 menit, perpanjangan waktu akan dilakukan dan, jika itu tidak menghasilkan pemenang, laga ini akan ditentukan melalui tendangan penalti. The Blues telah memenangkan dua adu penalti terakhir di kompetisi UEFA dengan empat gol berbanding tiga melawan lawan Jerman: Eintracht Frankfurt di semifinal Liga Europa 2018/19, dan Bayern di final Liga Champions 2011/12.

The penalty shoot-out against Eintracht Frankfurt

Langkah Selanjutnya di Kompetisi Eropa

Setelah laga Sabtu ini, Chelsea atau Bayern (siapapun yang lolos) akan pergi ke Portugal untuk mengikuti turnamen mini dengan pertandingan satu kali. Pemenang pertandingan ini akan menjalani laga perempat final melawan Napoli atau Barcelona, ​​kemudian laga semifinal pada 18 atau 19 Agustus nanti.

Meskipun Allianz Arena akan ditutup untuk suporter pada hari Sabtu, perjalanan antara Inggris dan Jerman tidak dibatasi -ini tak seperti perjalanan Real Madrid ke Manchester City, yang membutuhkan izin dari pemerintah.

Pengalaman pertandingan untuk tim ini akan sangat mirip dengan Premier League, tetapi dengan tindakan cepat diperlukan sebagai respons terhadap wabah Covid-19 yang baru, UEFA telah mengumumkan langkah-langkah baru. Jika larangan perjalanan baru tiba-tiba diterapkan di salah satu negara tim tersebut, maka akan ada diskualifikasi atau kekalahan otomatis 3-0 jika tidak ada cara yang layak untuk memenuhi jadwal yang gagal sebelumnya.

Mereka yang melaju ke delapan besar akan diisolasi ketat di Lisbon, dengan klimaks di Estadio da Luz Benfica pada 23 Agustus.

 

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA