Analisis

Data & Fakta: Bayern Munich vs Chelsea

Mari kita lihat statistik dari pertandingan terakhir kita di musim 2019/20...

Bayern mencatatkan 18 tembakan tujuh tepat sasaran dibandingkan kita yang hanya mencatat 10 tembakan, hanya empat yang tepat sasaran.

Delapan peluang kita tercipta dari luar kotak penalti, dan lima dari tendangan bebas.

Dari pemain kita yang ada di lapangan sejak menit pertama, hanya bek tengah dan penjaga gawang yang tidak melepaskan tembakan.

Bayern memiliki 63.4 persen penguasaan bola.

Bagi Chelsea, Mateo Kovacis menjadi pemain yang paling sering menguasai bola (5.3%), menyentuh bola (71) dan melakukan umpan sukses (51), tidak ada pemain lain yang melebihi catatannya.

Pemain Kroasia ini juga mencatatkan dribel sukses paling tinggi (empat kali), sedangkan Ross Barkley dan Callum Hudson-Odoi mencatat tiga kali dribel sukses.

Rataan umpan sukses kita adalah 84%, Bayern meraih 89%. Untuk umpan, Bayern mencatat 568 dibandingkan kita yang hanya mencatat 309.

Andreas Christensen menjadi pemain kita yang memiliki akurasi umpan tertinggi (93% umpannya berhasil diterima rekan-rekannya), diikuti dengan Kovacic (91%).

Barkley mencatat dua umpan kunci, Robert Lewandowski menjadi satu-satunya pemain yang mencatat tiga umpan kunci, dengan tambahan dua gol yang dia cetak.

Bayern memenangkan 63% dari 19 duel udara yang terjadi, dan mereka juga mencatatkan 19 tekel, sedangkan kita hanya empat tekel. Thiago Alcantara berkontribusi enam tekel sukses dari 19 tekel Bayern.

N'Golo Kante menjadi pemain yang paling banyak melakukan intersep dengan empat kali, diikuti Kovacic dengan dua intersep.

Sembilan sapuan Kurt Zouma adalah yang tertinggi dibandingkan pemain manapun yang ada di lapangan.

Chelsea adalah tim pertama dalam sejarah Liga Champions yang memainkan tiga pemain Inggris berusia 21 tahun kebawah di fase gugur.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA