Wawancara

Werner Tentang Kecepatannya Membantunya di Inggris, Julukan Baru dan Peran Rudiger

Saat ia bersiap untuk menghadapi Liverpool akhir pekan ini, Timo Werner membahas julukan barunya, insentif ayahnya saat cetak gol dan peran Toni Rudiger bagi dirinya saat pindah dari Bundesliga ke Stamford Bridge musim panas ini…

Butuh sekitar 20 menit dari debutnya di liga Inggris bagi Timo Werner untuk menggunakan kecepatannya saat memberikan dampak bagi tim lawan, memanfaatkan kesalahan dalam penguasaan bola dari Brighton dan melaju ke kotak penalti sebelum dijatuhkan lawan yang menyebabkan penalti.

Momen ketajaman itu, baik dalam pikiran maupun di lapangan, dengan sempurna merangkum apa saja ancaman yang akan ditimbulkan pemain Jerman itu kepada para bek di Premier League musim ini - ia selalu bergerak, selalu menunggu, selalu siap menerkam. Jika dia tidak berpikir selangkah lebih maju dari lawan-lawannya, dia akan menjauh dari mereka dalam beberapa langkah.

Kecepatan kilat Werner membuatnya dijuluki 'Turbo Timo', julukan yang menurut beberapa orang meremehkan segudang atribut lain yang dimilikinya sebagai salah satu striker paling cemerlang di sepak bola Eropa, tetapi ia sendiri  dengan senang hati menerima panggilan tersebut.

'Saya mendengarnya baru-baru ini untuk pertama kalinya,' ungkapnya. 'Saya sedikit terkejut tetapi Turbo Timo bukanlah nama panggilan yang buruk bagi saya. Semoga saya bisa menunjukkan kepada orang-orang bahwa julukan itu cocok untuk saya.’

'Fakta bahwa saya cukup cepat adalah hal yang sangat bagus karena memberi saya banyak peluang dalam permainan dimana saya bisa mencetak gol dan menciptakan peluang untuk tim. Mungkin di masa depan orang-orang akan berkata bahwa saya Turbo Timo yang sukses mencetak banyak gol!’

Saat ia masih muda dahulu di Jerman, Werner berlari 100 meter hanya dalam waktu 11 detik (rekor dunia Usain Bolt adalah 9,58 detik), saat ini dia yakin dirinya yang berusia 24 tahun mungkin bisa lebih baik dari catatan masa mudanya. Ayahnya pernah memberinya keberanian untuk mendaki bukit terjal untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatannya lebih jauh.

‘Saya berusia 15 atau 16 tahun saat terakhir kali berlari 100 meter, jadi semoga saya menjadi lebih cepat lagi sejak saat itu,’ kata Werner.

'Ayah saya selalu tahu saya cepat dan dia ingin memberi saya sedikit lebih banyak kekuatan pada otot saya sehingga dia menyuruh saya berlari ke atas bukit. Itu sangat membantu saya untuk bekerja keras karena kebugaran dan kekuatan yang Anda butuhkan dalam sepak bola.’

Gunther Schuh, ayah Werner dan seorang pesepakbola amatir, sangat memainkan peran penting dalam perjalanan putranya dari Stuttgart ke Chelsea melalui Leipzig. Dia selalu memberi insentif tambahan saat Werner cetak gol di pertandingan junior dengan menawarkan uang saku untuk setiap gol yang dicetak Timo. Kesepakatan tersebut seiring waktu terus berubah ke setiap gol sundulan dan gol kaki kiri saja mengingat Schuh telah mengeluarkan banyak uangnya saat itu.

'Pada awal karir saya ketika saya berumur sembilan atau 10 tahun, saya pergi ke banyak turnamen dan dia memberi saya uang saku untuk membeli permen untuk setiap gol,' Werner mengenang momen itu.

‘Itu tidak banyak, tapi bagus bagi saya untuk mengatakan "hari ini saya ingin mencetak 10 gol dan kemudian saya akan memiliki 10 euro, yang dapat membelikan saya banyak permen" dan itulah perasaan saya ketika saya masih kecil.’

Beberapa tahun berlalu dan Werner berada di RB Leipzig bekerja di bawah arahan Julian Nagelsmann, salah satu pelatih muda potensial di Eropa dan rekan senegaranya yang membantunya menyesuaikan permainannya sehingga dia bisa berkembang melawan berbagai macam gaya bertahan lawannya.

‘Dia memberi saya banyak peluang dan membantu saya berkembang, memiliki cara baru ketika tim lain main bertahan cukup dalam dan tidak ada banyak ruang,’ lanjutnya. ‘Saya mencetak 28 gol di Bundesliga [musim lalu] dan tidak setiap tim berusaha keras untuk memberi saya semua ruang untuk berlari dan bergerak di belakang para pemain bertahan lawan.’

‘Mungkin ada 10 atau 12 tim di liga yang bermain melawan RB Leipzig dan mereka bertahan jauh di area mereka sendiri dan saya sukses mencetak gol melawan mereka. Jadi saya pikir saya mengembangkan diri saya sendiri dalam bagian ini dari bermain sepak bola. Saya merasa  Timo terbaik tampil di Leipzig tetapi ini adalah waktu yang tepat untuk mencoba sesuatu yang baru dan memulai babak baru dalam karir saya.’

'Mungkin di masa depan orang akan memanggil saya, Turbo Timo yang mencetak banyak gol!'

photo of Werner Werner

Kemampuan beradaptasi seperti itu akan berguna di Premier League, dimana lawan dapat beralih antara pendekatan dengan tekanan tinggi dan pertahanan rendah, tetapi Werner yakin tanggung jawab musim ini ada pada Chelsea untuk tampil seperti yang kami inginkan.

'Sepak bola Inggris sangat cepat dan ada banyak gaya sepak bola yang berbeda, terkadang dengan lima atau tiga di lini belakang, terkadang seperti kami dengan empat di lini belakang,' jelasnya.‘Ada sistem yang berbeda dan tim berbeda dalam cara mereka bermain sepak bola - banyak tim menekan tinggi seperti yang dilakukan Brighton terhadap kami, tetapi ada juga tim lain yang lebih senang bertahan di area sendiri.’

'Pada akhirnya, itu tergantung pada kami dan bagaimana kami memainkan sepak bola kami karena kami ingin mempertahankan bola, mengambil posisi berbeda, memutar, bergerak, dan menciptakan ruang untuk pemain lain. Saat kami bermain bagus, banyak tim harus bertahan lebih dalam.’

Toni Rudiger baru-baru ini mengungkapkan peran yang ia emban dalam meyakinkan Werner untuk pindah ke Stamford Bridge, dan Rudiger menyebut; 'kami banyak berbincang selama lockdown dan begitu dia mengatakan kepada saya bahwa dia tertarik untuk datang ke Inggris, tentu saja kemudian saya melakukan apa yang harus saya lakukan.'

Werner membeberkan percakapan itu lebih luas dan menjelaskan betapa penting baginya untuk memiliki pandangan terpercaya dari dalam sebelum dia membuat keputusan.

‘Sangat penting untuk memiliki orang yang bisa berbicara bahasa Anda dan dia banyak membantu saya di hari-hari pertama saya di sini ketika kadang-kadang saya tidak mengerti semuanya jika manajer berbicara terlalu cepat,’ tambahnya.

'Ketika tidak begitu jelas apakah saya datang ke sini dan saya berbicara dengan manajer dan anggota klub, dia penting bagi saya. Untuk memiliki seorang rekan yang ada di dalam tim, dia dapat memberi tahu saya sedikit tentang klub - bagaimana orang-orang, staf dan para pemain, bagaimana kondisi di tim, apakah setiap orang akrab dengan satu sama lainnya?’

‘Dia (Rudiger) mengatakan kepada saya bahwa sangat bagus dan menyenangkan bermain di sini, dan mengatakan bahwa ini adalah klub yang sangat besar yang ingin menang dan itu bisa menang karena mereka memiliki fasilitas untuk itu. Di bagian ini, masukannya sangatlah penting.’

-Baca data dan fakta dari Chelsea vs Liverpool sebelum menyaksikannya secara langsung

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA