Analisis

Analisis: Pergantian Pemain Menjadi Kunci

Data dan fakta dari hasil imbang yang menegangkan hari Sabtu kemarin ketika imbang dengan West Brom. Kami menyoroti bagaimana pertandingan itu benar-benar 'permainan dua babak' yang berbeda dan menunjukkan seberapa besar dampak yang dimiliki pemain pengganti di jeda laga tersebut…

Peran utama Hudson-Odoi

Dia mungkin belum memulai laga ini sebagai starter, tapi Callum Hudson-Odoi jelas memiliki pengaruh besar di The Hawthorns.

Pemain sayap itu memasuki laga sebagai pemain pengganti di babak pertama bersama dengan Cesar Azpilicueta dan membantu The Blues membalikkan defisit babak pertama 3-0, untuk memastikan kami meninggalkan Midlands dengan berbagi satu poin.

Seperti yang ditunjukkan statistik kami di bawah ini, Callum adalah duri dalam pertahanan Baggies dengan pergerakan larinya yang langsung ke gawang lawan dan kemauan untuk mengirim umpan silang. Pemain internasional Inggris itu mencetak gol dengan satu-satunya tembakan ke gawang, dengan melakukan permainan link-up yang bagus dengan Kai Havertz, dan memberikan dua umpan kunci untuk tim.

Pemain sayap berusia 19 tahun itu juga memiliki akurasi passing 79,4 persen dan mencatatkan 49 sentuhan dalam 45 menit permainannya.

Mount memulai comeback

Itu adalah babak pertama yang harus dilupakan bagi The Blues, dengan dua gol Callum Robinson dan satu gol dari Kyle Bartley membuat kami tertinggal 3-0 saat turun minum. Namun, kami main habis-habisan di babak kedua dengan kata-kata penyemangat Frank Lampard masih terngiang di telinga para pemain saat jeda, dengan penampilan yang jauh lebih apik setelahnya.

Sangat penting kami membuat satu gol balasan cepat di awal babak kedua, jika tidak kami mempertaruhkan laga ini yang akan semakin menjauh dari kami dan waktu terus berjalan dan tidak berada di pihak kami. Tapi untungnya kami melakukan gol balasan cepat itu, berkat sepakan menakjubkan dari Mason Mount hanya 10 menit setelah laga bergulir lagi di babak kedua.

Itu menutup penampilan yang bagus dari pemain internasional Inggris, yang mencatatkan empat umpan kunci, tiga tembakan tepat sasaran dan mencatat akurasi passing 90,7 persen melawan Baggies.

Havertz mulai menemukan permainannya

Pasca hattricknya melawan Barnsley di tengah pekan, Kai Havertz kembali berkesempatan untuk bermain dalam peran No.10 oleh Frank Lampard dan pemain Jerman itu menampilkan penampilan impresif lainnya.

Sementara babak pertama sulit bagi kubu Chelsea, Havertz terus menunjukkan beberapa sentuhan bagus dan benar-benar menjadi hidup di babak kedua saat kami terus-menerus menyerang pertahanan West Brom.

 

Dia terhubung dengan sangat baik untuk gol Hudson-Odoi yang membuat kami terlihat mengambil sesuatu dari permainan dan, seperti yang disorot dari touchmap di atas, Kai dengan senang hati membantu tim dalam fase ofensif dan defensif.

Havertz memiliki akurasi passing 92,7 persen, memberikan dua umpan kunci untuk rekan satu timnya dan tepat sasaran dengan kedua tembakan ke gawang yang dilakukannya di laga tersebut.

Dampak Azpi dari bangku cadangan

Terkadang Anda hanya membutuhkan sedikit pengalaman dan kepemimpinan ekstra untuk membantu dan itulah yang diberikan Cesar Azpilicueta kepada kami ketika dia masuk pada babak pertama.

Marcos Alonso adalah pemain Chelsea yang tidak beruntung untuk memberi jalan bagi kapten untuk masuk pasca jeda, dengan Azpi pindah ke bek kiri dengan sedikit kesibukan membantu di sisi lapangan.

Pemain Spanyol itu memenangkan empat duel udaranya, memiliki 74 sentuhan meski hanya masuk pada babak kedua dan mencatatkan akurasi passing 85,3%.

 

Dia juga aktif naik dan turun di sisi sayap kiri itu juga, dengan heatmap menunjukkan seberapa banyak area yang dijelajahi Cesar untuk tim di babak kedua laga tersebut.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA