Berita

Pantauan Media: Ampadu dipuji, Inter urung dekati Kante

Pantauan berita Chelsea terkini dari media: Manajer Sheffield United Chris Wilder menilai penampilan Ethan Ampadu pada laga Premier League pertamanya.

Kumpulan informasi berikut diambil dari berbagai sumber media eksternal. Isi berita tidak mewakili pandangan atau posisi Chelsea Football Club.

Ampadu bersinar meski Sheffield United kalah

Ethan Ampadu gagal menghindarkan Sheffield United dari kekalahan saat menghadapi tim sesama Yorkshire, Leeds United, Minggu (27/9) kemarin, tetapi manajer The Blades Chris Wilder melihat sinyal menjanjikan dari penampilan pemain Wales itu, demikian Team Talk.

Pemain berusia 20 tahun itu menggantikan John Egan, yang terkena sanksi akumulasi kartu, untuk mengukir penampilan perdana di Premier League. Sayangnya, Sheffield harus mengakui keunggulan Leeds 1-0 berkat gol tunggal manta pemain depan Chelsea, Patrick Bamford.

Hasil itu membuat The Blades berkutat di dasar klasemen setelah serangkaian kekalahan beruntun, tapi Wilder tetap melontarkan pujian.

"Pengalaman baru bagi Ethan [Ampadu] bermain dengan tiga bek dan saya pikir penampilannya luar biasa," ujar sang bos.

"Tidak banyak kesempatan untuk mengintegrasikan para pemain, jadi mereka harus langsung berbaur."

"Bentuk permainan, organisasi, serta tingkat kerja sudah baik. Kita tidak bisa menghasilkan peluang hari ini dan duduk di atas mistar, tapi lagi-lagi memanfaatkan kesempatan mencetak gol yang tidak kami miliki, dan Leeds yang melakukannya. Itu yang menentukan pertandingan."


Inter hentikan perburuan Kante

Direktur olahraga Inter Milan Piero Ausilio mematahkan upaya transfer N'Golo Kante pada jendela transfer ini, demikian lansir Goal.com.

Sejumlah media di Italia memberitakan pendekatan Inter untuk membuat Kante bereuni dengan mantan manajer Chelsea, Antonio Conte, di Giuseppe Meazza, tapi Ausilio mengakui langkah itu sulit diwujudkan karena Inter sudah berlimpah materi di sektor gelandang.

"Kante bagian penting dari Chelsea, saya kira dia tidak dijual," ungkapnya kepada DAZN.

"Kami punya delapan gelandang penting, kami akan memulai dan melangkah  bersama mereka."

"Inter membawa misi bermain baik, seperti setiap musim. Pramusim berjalan lancar, baik di Italia maupun Liga Europa, ketika kami tinggal satu langkah saja menjadi juara."


Minto tak menyangka Newton menjadi manajer

Scott Minto berkata kepada tribalfootball.com bahwa dia tak menyangka rekan setimnya di Chelsea, Eddie Newton, akan berkiprah di manajemen klub karena menilainya bersikap terlalu santai.

 

Newton kini menangani klub Turki, Trabzonspor, setelah menjadi asisten pelatih MK Dons, West Bromwich Albion, dan Chelsea. Posisi tersebut tak pernah disangka Minto saat keduanya masih menjadi pemain tengah di Stamford Bridge.

"Eddie dan saya punya tabiat yang mirip. Kami berdua orang yang santai," ujar Minto yang kini berusia 48 tahun.

"Itu dalam artian karakter pribadi. Dalam hal untuk menjadi pelatih, saya dulu tidak memandangnya demikian. Dia orang top. Saya senang dengan Eddie. Tapi dengan menjadi manajer dan dengan semua yang dilakukannya terutama dalam sepakbola seperti hari ini, saya tidak pernah menyangkanya."

"Ternyata dia punya naluri taktik. Sebagai pemain, dia sangat cerdas. Pintar. Dia pasti banyak belajar dari masanya menjadi pelatih Chelsea dan juga bersama Robbie [Di Matteo] saat memenangi Liga Champions bersama Chelsea."

 

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA