Berita

Frank Lampard: "Kritikannya cukup intens dan itu mempengaruhi para pemain"

Menjelang perjalanan kami ke Tottenham malam ini, Frank Lampard baru-baru ini membahas tekanan unik dari menjadi sorotan dan bagaimana dia melihat perannya dalam mendukung para pemainnya melalui saat-saat sulit dalam pengawasan tekanan…

Kritik bukanlah hal baru dalam olahraga tetapi mungkin tidak ada sorotan yang lebih tajam dan tidak ada tempat yang lebih sepi daripada pesepakbola yang sedang dikecam. Setiap menitnya, Premier League sekarang disiarkan langsung di televisi dalam ketidakpastian laga yang dimainkan di stadion tertutup dan analisisnya dari para pemirsa seketika, tanpa henti, dan sering kali membara.

Bagi Frank Lampard, ia tidak asing ketika diawasi saat masih sebagai pemain, terutama statusnya sebagai keponakan manajer West Ham saat itu Harry Redknapp ketika menjabat di klub London timur dan ia juga kerap jadi sorotan pada setiap kunjungannya kembali ke sudut ibu kota itu.

Namun, sang bos percaya bahwa intensitas kritik di sepakbola kini jauh meningkat beberapa level ketimbang saat ia masih bermain dulu, dengan munculnya media sosial dan terlihat langsung hal seperti itu kepada para pemain sangatlah berbahaya.

Dulu, manajer kerap membuang koran yang terbit Senin pagi sebelum para pemain datang ke tempat latihan; Sekarang, spektrum penuh hiper-analisis tersedia di layar ponsel masing-masing bahkan sebelum keran air di ruang ganti dinyalakan.

'Ketika saya membandingkannya dengan saat saya sebagai pemain, level kritik pasti meningkat dan itu terutama karena media sosial dan fakta bahwa hal itu begitu lazim dan begitu tajam,' jelas Lampard.

'Sangat mudah untuk menjadi kritis saat Anda tersembunyi di balik ponsel atau keyboard dan sayangnya itu juga terlihat oleh para pemain. Sayang sekali orang bereaksi begitu cepat terhadap satu laga atau satu momen.’

'Anda harus ingat bahwa semua pemain ini adalah para pemain muda, mereka adalah manusia dan mereka dapat terpengaruh oleh hal itu, itulah sebabnya saya ingin melindungi mereka dan menjadi sumber dukungan dan kekuatan untuk setiap pemain yang memiliki momen-momen sluit seperti itu. Ini bagian yang sangat penting dari peran saya, karena kepercayaan diri pemain di sepakbola adalah faktor kuncinya.’

Kepercayaan diri Kepa Arrizabalaga telah sering menjadi bahan pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir dan Lampard merasa harus membawa pemain Spanyol itu keluar dari sasaran tembak kritik mengingat betapa intens kritik padanya. Bos menyoroti posisi penjaga gawang sebagai salah satu yang sangat sulit dinavigasi ketika kepercayaan diri rendah tetapi dia menegaskan Kepa selalu mendapatkan dukungan darinya.

'Dengan Kepa, saya merasa dalam seminggu terakhir ini kritik dan pengawasan dari luar telah melampaui apa yang seharusnya,' lanjutnya. ‘Ini (media sosial) adalah dunia modern tempat kita tinggal sehingga Anda tidak dapat mengeluh terlalu banyak, tetapi saya pasti harus melindungi para pemain dari itu.’

‘Dia anak muda yang bekerja setiap hari untuk melakukan hal yang benar, untuk menjadi bugar dan siap untuk bermain. Terkadang dalam sepak bola, hal-hal ketika performa dan momen bertentangan dengan Anda, maka bagi seorang penjaga gawang itu jauh lebih buruk daripada posisi pemain lain di lapangan.’

'Jika ada kritik dan sikap dingin dari luar, tentu bukan itu yang terjadi di sini (di ruang ganti). Kami menginginkan yang terbaik untuknya dan tugas saya adalah mendukungnya.’

Untuk pertandingan Piala Liga/Carabao Cup malam ini di Tottenham, Lampard harus memutuskan antara Kepa, Willy Caballero atau pemain baru Edouard Mendy untuk memulai pertandingan. Terlepas dari tren Caballero musim lalu yang kerap jadi starter idi kompetisi piala domestik, pelatih kepala kami merasa situasi saat ini lebih cair.

‘Musim lalu, Willy bermain di piala domestik dan kemudian dia starter tim di liga sehingga Kepa memainkan pertandingan di Piala FA jadi agak terbalik, tambahnya. ‘Tidak pernah ada janji mutlak dan saya akan membuat keputusan seperti yang saya lihat untuk Tottenham.’

'Sangat mudah untuk menjadi kritis saat Anda bersembunyi di balik ponsel atau keyboard dan sayangnya itu juga sangat terlihat oleh para pemain.'

photo of Lampard Lampard

Menyusul kemungkinan hengkangnya Ruben Loftus-Cheek sebagai pemain pinjaman yang kini sedang diperdebatkan, Lampard juga mengindikasikan selalu ada peluang pemain hengkang bisa segera terjadi sebelum jendela transfer musim panas ditutup Senin depan.

'Jika itu tepat untuk seorang pemain dan tepat untuk kami maka (hengkang sebagai pemain peminjaman) itu mungkin,' katanya. 'Saat ini jumlah pemain di skuadt sangat besar tetapi itu harus menjadi situasi yang tepat bagi kami.’

'Ini juga waktu yang sedikit tidak pasti dalam hal apa yang terjadi saat ini - kami selalu khawatir dengan karantina dan isolasi, yang sering kami alami selama pramusim. Kami harus memprioritaskan skuad yang kami miliki dan memastikan kami merasa nyaman dengan itu. Tetapi memang selalu ada kemungkinan bahwa beberapa pemain bisa pindah jika itu benar terjadi.’

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA