Laporan Pertandingan

Laporan Pertandingan: Chelsea vs Crystal Palace

Sebuah gol dan assist dari Ben Chilwell pada debutnya di Premier League untuk Chelsea membantu membuka pintu gerbang dalam kemenangan besar atas Crystal Palace di Stamford Bridge.

Kami harus bersabar melawan Crystal Palace yang terorganisir dengan baik dan tetap menjaga jarak kami di babak pertama meskipun kami mendominasi, tetapi setelah jeda kami akhirnya tampil lebih menekan.

Hanya lima menit memasuki babak kedua, Man of the Match kali ini yaitu Chilwell melepaskan sepakan hasil umpan silang Cesar Azpilicueta dan kemudian umpan silang dari bek kiri tersebut memungkinkan Kurt Zouma untuk menambah keunggulan dengan sundulan.

Dua penalti identik yang tenang dilakukan oleh Jorginho, menyusul pelanggaran terhadap Tammy Abraham dan Kai Havertz, yang kemudian dua gol penalti itu membuat pertandingan tak akan terkejar lagi oleh the Eagles dan kami sukses mengakhiri laga ini dengan kemenangan yang besar.

Pemilihan Pemain

Setelah tampil pertama kali untuk The Blues di Piala Liga/Carabao Cup melawan Tottenham, Edouard Mendy melakukan debutnya di Premier League sebagai kiper, dan di depannya hanya ada satu perubahan pada lini bertahan saat menghadapi Spurs, dengan Thiago Silva menggantikan Fikayo Tomori bersama Kurt Zouma di posisi bek tengah.

Cesar Azpilicueta menjadi kapten The Blues dari bek kanan dan Chilwell membuat penampilan pertamanya di Premier League untuk Chelsea, dan yang ke-100 dalam karirnya, setelah sebelumnya tampil pada dua laga kami di Piala Liga.

N'Golo Kante bergabung dengan Jorginho di lini tengah, pemain Prancis itu menggantikan Mateo Kovacic sebagai salah satu dari empat perubahan yang dibuat Frank Lampard dari pertandingan tengah pekan lalu vs Tottenham.

Callum Hudson-Odoi dan Timo Werner ada di posisi sayap, dengan Tammy Abraham memimpin lini depan, didukung oleh Kai Havertz di belakangnya. Pulisic kembali dari cedera untuk menjadi salah satu pemain pengganti untuk pertama kalinya musim ini.

Crystal Palace nyaris tak mengubah susunan pemainnya seperti saat kalah 2-1 dari Everton di pertandingan sebelumnya akhir pekan lalu.

Mengontrol bola

Chelsea memulai dengan inistiatif, dengan laga ini mulai menetap dari awal pola penguasaan bola dominan untuk The Blues, dan Palace mencari peluang untuk membalas lewat kecepatan mereka.

Tanda-tanda awal itu menunjukkan kami mungkin mendapatkan momen bagus di sisi kanan, karena kami memaksa dua tendangan sudut dalam lima menit pembukaan.

Pertama, gerakan passing yang bagus antara Havertz, Jorginho dan Kante sukses mencapai Hudson-Odoi, tetapi umpan silangnya diblok, dan kemudian Azpilicueta melepaskan bola berbahaya yang kemudian Havertz hanya berjarak beberapa inci dari menyodoknya di tiang depan sebelum Cheikhou Kouyate berhasil menghalau dengan sundulannya.

Abraham dapatkan umpan loop dari Jorginho yang mengarahkannya ke titik penalti, tetapi dia gagal melakukan sentuhan bola yang dia butuhkan untuk membuat repot Vicente Guaita di gawang Crystal Palace.

Tahap-tahap awal laga bisa dibilang dimainkan secara eksklusif di lini serang kami, dengan setiap pemain kecuali sang kiper Mendy dengan nyaman berada di separuh lapangan area Palace dan tim tamu bertahan terorganisir dengan baik di area yang cukup yang dalam. Namun, Thiago Silva masih harus waspada, karena kubu lawan melancarkan kecepatan penuh dan Silva dengan brilian sukses mengintersep serangan mereka di garis tengah saat Eagles mencoba meluncurkan Jordan Ayew lewat serangan balik di area sebelah kiri.

Namun, berbeda dengan alur permainan hingga titik ini, ada momen serangan balik dari kami sendiri setelah serangan balik pertama Palace yang kemudian membawa tembakan pertama tepat sasaran untuk kami. Havertz bergerak ke depan melalui tengah lapangan dengan tujuan pergeseran bola ke kiri di area Werner di dalam kotak, tapi tendangannya yang kuat ditepis oleh Guaita di tiang dekat.

Jorginho kemudian melepaskan tembakan tepat di atas mistar setelah menerima bola lepas dari bola mati, saat kami mulai menekan Palace kembali.

Palace memberikan sedikit tekanan saat pertandingan mendekati tanda setengah jam, dengan dua tendangan sudut secara berurutan menunjukkan ancaman yang mereka bawa dari bola mati, tetapi para pemain Chelsea berhasil menangani set piece mereka tanpa harus Mendy turun langsung.

Kami segera kembali memegang kendali, dengan segitiga Jorginho, Kante dan Havertz yang banyak menguasai bola di tengah, tapi jelas tim Palace ini tidak akan melepaskan peluang begitu saja dengan mudah.

Hudson-Odoi dan Werner bertukar dari sisi sayap ke sisi yang lain untuk membuat para pemain bertahan lawan menebak-nebak saat kami mencari cara untuk menciptakan ruang di sepertiga akhir. Upaya ini hampir langsung berbuah hasil karena Chilwell gagal mencapai operan Hudson-Odoi di belakangnya. Peran tersebut kemudian dibalik, ketika Hudson-Odoi berlari ke arah bola tinggi yang dikirimkan Chilwell, namun sepakan pemain sayap muda itu terlalu keras untuk tepat menuju gawang lawan.

Serangan melawan pertahanan

Sejak saat itu hingga jeda paruh waktu kami benar-benar mendominasi penguasaan bola, dengan Palace nyaris tidak mengendus bola sama sekali. Namun mereka memang hanya memberikan kami sedikit ruang saja di area untuk mencetak peluang di sekitar kotak penalti.

Dalam kondisi ini, jelas kami membutuhkan sesuatu yang istimewa, atau sedikit keberuntungan, untuk menemukan terobosan. Dan hal tersebut hampir muncul ketika Jorginho melancarkan umpan chip dengan sempurna ke dalam kotak untuk Abraham, yang tampaknya bisa diterima dengan sangat baik. Tapi pantulan bola mempersulit angle untuk menembak dan hal tersebut memungkinkan Guaita keluar dari sarangnya dan memblokir tembakan tersebut.

Namun, kami tidak dapat menemukan cara untuk membuka barisan pertahanan Crystal Palace yang terorganisir dengan baik sebelum babak pertama berakhir, yang berarti kami jalani waktu jeda tanpa gol meskipun mendominasi penguasaan bola dan wilayah selama 45 menit.

Pola permainan yang sama berlanjut segera ketika permainan dilanjutkan, saat kami mengoper bola dengan cerdas di setengah area Palace dan para pemain tamu turun jauh untuk membentuk tembok di sekitar area penalti mereka, dengan Werner dan Abraham secara khusus menemukan ruang bagus baginya

Solusi akhirnya datang

Sepertinya kami harus bersabar di awal, tetapi pada akhirnya kami tidak perlu menunggu lebih lama lagi, karena kami sukses menghukum kesalahan pertama para pemain bertahan Palace. Pergerakan Hudson-Odoi mengganggu lini belakang mereka dan ketika Mamadou Sakho gagal melepaskan tembakan, Azpilicueta memotong bola ke arah titik penalti. Abraham dan Kouyate melakukan duel di udara dan ketika tidak ada yang bisa membuat kontak dengan bola, Chilwell lakukan sepakan untuk melewati Guaita dan mendapatkan gol pertamanya di Chelsea pada pertandingan Premier League ke-100 dalam karirnya.

Kami mendapatkan gol pembuka yang telah kami tunggu-tunggu dengan sabar dan manajer Crystal Palace Roy Hodgson membutuhkan rencana baru setelah dengan senang hati mencoba dan menyerap tekanan kami sepanjang 50 menit pertama pertandingan ini.

Dengan Palace dipaksa untuk mencoba dan menekan bola di arena lapangan yang sedikit lebih tinggi, kami coba memperlambat laju penguasaan bola kami dengan keunggulan skor, dan setelahnya ruang kosong mulai terbuka lebih banyak, terutama untuk Havertz yang berkeliaran di banyak area.

Namun peluang kami berikutnya datang dari bola mati, setelah Abraham melakukannya dengan baik untuk memenangkan sepak pojok di ruang sempit di dekat bendera corner. Chilwell mengumpan bola ke dalam kotak penalti lawan dan Zouma menyundulnya dengan baik, tapi sundulannya hanya melebar dari tiang jauh saat itu.

Tim tamu mulai berharap cetak gol lewat beberapa peluang mereka sendiri, dengan Mendy dua kali beraksi untuk menangani umpan silang secara beruntun. Namun, tak lama kemudian, kami mencetak gol kedua.

Sekali lagi Chilwell menjadi intinya. Saat sepak pojok Chilwell masih bisa disundul, Hudson-Odoi mendaur ulang bola dan mengembalikannya ke Chilwell di sebelah kiri. Dia melayangkan lagi umpan silang yang mengancam ke dalam kotak yang mengarah ke lompatan Zouma, yang saat unggul atas bek lawan untuk menyundulnya dengan kuat melewati Guaita dari luar kotak enam yard.

Hasil akhir yang nyaman

Para pemain the Blues mulai bersenang-senang sekarang karena kami menemukan semakin banyak ruang di lini tengah lawan.

Abraham hanya berjarak beberapa inci untuk menjadikannya 3-0, tetapi semenit kemudian pergerakan cerdasnya di dalam kotak yang menghasilkan pelanggaran oleh Tyrick Mitchell dan memberi Jorginho kesempatan untuk mendapatkan gol ketiga kami dari titik penalti. Pemain internasional Italia itu tidak membuat kesalahan, dengan tenang menipu Guaita ke arah yang salah dan menggeser bola ke gawang ke kanan dengan sepakan khasnya.

Jorginho melangkah ke titik penalti itu lagi beberapa menit kemudian. Kali ini Sakho adalah pelakunya saat dia terlihat bergegas dan terburu-buru untuk menjatuhkan Havertz, yang mencoba mengangkat bola untuk melewatinya. Setelah diskusi singkat dengan Abraham dan Azpilicueta tentang siapa yang akan mengambil penalti, tugas tetap dilakukan Jorginho dan dia mencetak gol dengan cara yang hampir mirip dengan gol sebelumnya.

Hal terakhir yang mungkin ingin dilihat Palace pada saat itu adalah penampilan Pulisic yang masuk, tetapi itulah yang mereka dapatkan saat pemain asal Amerika itu masuk untuk membuat penampilan pertamanya musim ini setelah cedera. Mateo Kovacic juga masuk dari bangku cadangan pada saat yang sama, Hudson-Odoi dan Kante yang terkena hukuman kartu memberi jalan kepada para pemain pengganti.

Kemenangan empat gol cukup banyak, terutama dikombinasikan dengan clean sheet pertama kami di Premier League musim ini, menjadikan hari yang sangat baik dari kerja keras tim arahan Frank Lampard.

Apa berikutnya?

Ada jeda internasional, dengan skuat the Blues kembali ke Stamford Bridge untuk pertandingan berikutnya di Premier League pada Sabtu 17 Oktober, ketika kami menjamu Southampton.

 

Chelsea (4-2-3-1): Mendy; Azpilicueta (c), Zouma, Thiago Silva, Chilwell; Kante (Kovacic 82), Jorginho; Hudson-Odoi (Pulisic 82), Havertz, Werner; Abraham

Pengganti: Kepa, Tomori, James, Mount, Giroud

Pencetak Gol: Chilwell 50, Zouma 66, Jorginho pen 78, pen 82

Kartu Kuning: Azpilicueta 64, Kante 70

 

Crystal Palace (4-4-2): Guaita; Ward, Kouyate, Sakho, Mitchell; Townsend, McArthur (Riedewald 72), McCarthy (Milivojevic 66), Eze; Zaha (c), Ayew

Pengganti: Hennessey, Dann, Kelly, Meyer, Benteke

 

Wasit: Michael Oliver

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA