Berita

Media Watch: Chelsea one of most improved clubs since lockdown, Aina delighted to be re-united with Loftus-Cheek, Poyet linked with Brazilian club

Kabar media terkini tentang Chelsea membahas tentang analisis statistik penampilan Chelsea menyusul lockdown Covid-19.

Informasi di dalam artikel berikut dikumpulkan dari berbagai sumber eksternal media. Isinya tidak mewakili pandangan maupun posisi Chelsea Football Club.

Peningkatan besar Chelsea sejak lockdown

Menurut TalkSport, Chelsea menjadi salah satu tim yang paling berkembang berdasarkan perbedaan poin per pertandingan dari sebelum dan sesudah lockdown Covid-19.

Penelitian ini menganalisis hasil 140 pertandingan Premier League yang dimainkan tanpa penonton sejak 17 Juni serta membandingkannya dengan 140 pertandingan terakhir yang digelar sebelumnya. Chelsea menjadi tim keempat terbaik setelah Aston Villa, Southampton, dan West Ham.

Chelsea meningkat dengan rata-rata 0,5 poin per pertandingan, atau dari 1,36 sebelum lockdown menjadi 1,86 setelah kompetisi dilanjutkan.

Villa, yang terancan degradasi sebelum pandemi tapi mampu duduk di peringkat teratas klasemen tersebut, meningkat 0,8 poin, yaitu dari 0,77 menjadi 1,57 poin. Sementar, Southampton berada di tempat kedua dengan ekstra 0,72 poin dan disusul West Ham di posisi ketiga dengan 0,57.

Liverpool berada di tempat kedua terbawah setelah poin per pertandingan mereka menurun 0,86, sedangkan Sheffield United menjadi yang terburuk setelah merosot 0,91 poin.


Aina senang bereuni dengan Loftus-Cheek

Kepada laman resmi Fulham, Ola Aina mengatakan senang bisa bermain lagi dengan mantan rekan setimnya di tim junior Chelsea, Ruben Loftus-Cheek, yang bergabung ke The Cottagers dengan status pinjaman semusim.

Aina meninggalkan Stamford Bridge untuk bergabung ke Torino secara permanen pada 2019, tetapi kemudian dipinjamkan klub Serie A itu ke Fulham selama musim 2020/21.

Saat kembali ke London, dia mendapati akan satu tim dengan teman lamanya, yatu Loftus-Cheek yang juga dipinjamkan Chelsea.

"Begitu saya mengetahuinya dari Sky, saya mengirim pesan kepadanya dan saya baru dibalas dua jam kemudian jadi saya mesti mengira-ngira. Sekarang dia ada di sini dan itu hal yang bagus," ujar Aina.

"Saya menghabiskan hidup saya dengan Ruben dan saya kenal cara bermain Ruben, tipe operan yang disukainya."

"Rasanya familier dan nyaman satu tim dengan Ruben, jadi saya punya perasaan yang bagus soal ini."

 

Poyet dikaitkan dengan kursi kepelatihan Palmeiras

Sebuah laporan dari Brasil mengindikasikan Gustavo Poyet dapat segera aktif lagi di jajaran manajemen setelah mantan gelandang Chelsea itu dihubungkan dengan jabatan pelatih klub asal Sao Paulo, Palmeiras.

Kali terakhir pria asal Uruguay itu menangani klub adalah bersama klub Prancis, Bordeaux, 2018 lalu. Menurut laman olahraga Esporte Interativo, Poyet menjadi kandidat kuat menangani Palmeiras menyusul pemutusan kontrak Vanderlei Luxemburgo pekan lalu.

Lebih lanjut, dewan direksi Palmeiras mempertimbangkan Poyet bersama pelatih klub Ekuador Independiente del Valle, Miguel Angel Ramirez, serta pelatih LA Galaxy, Guillermo Schelotto.

Luxemburgo sukses membawa Palmeiras menjuarai kejuaraan negara bagian Sao Paulo awal tahun ini, tapi dipecat menyusul tiga kekalahan beruntun di Serie A sehingga tim terjerembap di posisi kedelapan dan tersingkir dari perebutan spot kualifikasi Copa Libertadores musim depan.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA