Analisis

Analisis: Penampilan Chelsea Sejauh Ini...

Dengan jeda internasional terakhir tahun ini yang memberi kami kesempatan untuk berhenti sejenak, dan merenungkan masalah klub pada gelaran musim 2020/21 sejauh ini, kami telah melihat apa yang dikatakan statistik tentang bagaimana Chelsea memulai musim ini, serta beberapa tren lainnya yang kami temukan…

Barometer pertama kesuksesan selalu pada posisi di klasemen (meskipun terlalu dini untuk menarik kesimpulan) dan The Blues saat ini duduk di posisi kelima setelah delapan pertandingan pembuka, kami menang empat kali, seri tiga kali dan kalah satu kali.

Beberapa penampilan terakhir kami menunjukkan sebuah kemajuan, setelah hanya meraih empat poin dari tiga pertandingan pertama di Liga Primer. Saat ini kami telah memiliki 11 poin dari lima pertandingan terakhir, hanya kalah baiknya dari Tottenham dan Southampton (13).

Di Liga Champions, hal ini juga terlihat positif bagi pasukan Frank Lampard, yang duduk di puncak Grup E, memiliki poin yang sama dengan Sevilla. Melajunya kami ke babak 16 besar bisa diselesaikan pada matchday empat jika kami menang di Rennes dan Sevilla mengalahkan Krasnodar di kandang.

Menyerang dengan Intens

Peningkatan penampilan dan hasil telah dipicu oleh penyatuan komponen lini serang tim. The Blues saat ini menjadi tim dengan gol terbanyak di Liga Primer dengan 20 gol, dan telah menemukan perpaduan yang menjanjikan dalam beberapa pertandingan terakhir, dengan Hakim Ziyech beroperasi dari sayap kanan, Timo Werner yang selalu mengancam di sayap kiri dan Tammy Abraham mengasah dirinya menjadi target utama, yakni penyerang tengah.

Bagian dari alasan penampilan kami yang signifikan yakni xG yang kami buat sejauh musim ini adalah ketajaman kami di depan gawang lawan, yang dibuktikan dengan memiliki rasio gol per tembakan terbaik di liga ini.

Pemain baru kami juga berperan penting dalam menambah opsi serangan baru ke permainan menyerang kami, dengan Ben Chilwell memberikan keseimbangan di sisi kiri dan ajaibnya kaki kiri Ziyech yang membedah pertahanan lawan dalam beberapa pertandingan terakhir. Keduanya memberikan kontribusi delapan gol di Liga Premier musim ini (tiga gol, lima assist), hanya diungguli oleh Werner (5), yang telah bermain lebih banyak menit.

Peran Abraham dalam tim juga semakin menonjol dalam beberapa pertandingan terakhir, dengan Lampard baru-baru ini memuji permainannya dalam hal penyambung serangan dan membantu pertahanan. Pemain berusia 23 tahun ini telah mengemas dua gol dalam dua penampilan terakhirnya, dan menjadi peringkat tertinggi untuk gol dan assist per 90 menit musim ini.

Kekuatan skuad

Dalam musim yang berbelit-belit ini, kekuatan skuad pasti akan menjadi kunci, dan Lampard sendiri telah berbicara panjang lebar tentang pentingnya kedalaman skuad beberapa minggu dan bulan mendatang. Dirinya telah menggunakan 24 pemain di liga, jumlah tertinggi kedua di belakang Everton dengan 25 pemain, dan hanya tiga lebih sedikit dari keseluruhan musim 2019/20.

Kurang dari seperempat perjalanan Liga Premier, hanya dua pemain (N'Golo Kante dan Werner) yang tampil di delapan pertandingan, memberikan indikasi lebih lanjut bahwa rotasi bisa menjadi resep untuk sukses musim ini.

Pemain baru sudah siap bersinar…

Debut Ziyech mungkin telah tertunda karena cedera lutut yang dideritanya dalam satu-satunya pertandingan persahabatan pra-musim kami, tetapi pemain Maroko itu dengan cepat menebus waktu yang hilang tersebut dengan memberikan kontribusi dalam hal umpan silang, penyelesaian akhir, dan asis.

Pemain berusia 27 tahun itu telah mengoleksi tiga assist dan dua gol dalam empat penampilan pertamanya sebagai pemain utama di Chelsea. Dia menciptakan 13 peluang di Liga Inggris meski hanya bermain 191 menit. Dia saat ini telah menyumbang gol atau assist setiap 48 menit di Liga Primer.

Namun, ini bukan hanya pertunjukan Ziyech yang mendapatkan sambutan hangat. Keenam rekrutan musim panas kami telah beradaptasi dengan cepat dan membuat dampak. Edouard Mendy hanya kebobolan satu gol dalam 360 menit penampilannya, sementara Thiago Silva telah membawa kepemimpinannya, keteraturan dan ketenangan ke lini pertahanan.

Werner telah mengemas delapan gol dalam 12 penampilan, sementara pengaruh Chilwell sebagai bek sayap yang enerjik telah dipuji beberapa kalangan, dan rangkaian permainan Kai Havertz terbilang rapi dalam menjelajah seluruh area penyerangan.

Salah satu tim termuda…

Bagi mereka yang menghabiskan sebagian besar musim lalu berteriak bahwa Chelsea tidak akan mencapai apa-apa dengan anak-anak muda, Lampard jelas tidak terlalu memikirkannya, saat dia terus mengumpulkan sekelompok pemain muda yang lapar akan menit bermain.

The Blues telah memberi 1791 menit bermain kepada pemain berusia 21 tahun ke bawah di Liga Primer musim ini, lebih banyak dari klub lain di liga.

Itu bukan hanya potret sekelompok anak muda yang lari ke sana kemari, dari 11 pemain kami yang paling sering digunakan di liga, lima pemain berusia 23 tahun ke bawah yakni Chilwell, Abraham, Havertz, Mason Mount, dan Reece James. Sementara itu hanya West Brom dan Aston Villa yang rata-rata memiliki tim yang berusia lebih muda dari Chelsea musim ini.

Namun, pemain berpengalaman telah ditambahkan di area-area utama yang krusial, yaitu Thiago Silva yang berusia 36 tahun di belakang, yang berarti tim Lampard sedikit lebih tua dari usia rata-rata mereka sepanjang musim lalu (24,63). Apakah itu membuat sebuah perbedaan?

Pendekatan yang diubah

Mereka yang mengamati aksi The Blues dengan cermat mungkin telah melihat sedikit perubahan dalam pendekatan penguasaan bola musim ini. Lampard menyesali ketidakmampuan timnya untuk memindahkan bola dengan cepat dari satu sisi lapangan ke sisi lain musim lalu. Lampard menyebutkan hal itu sebagai faktor utama dalam tim yang terbukti tidak mampu menjebol pertahanan lawan.

Pikirkan kembali poin yang hilang melawan Southampton, Bournemouth, West Ham, Sheffield United dan Leicester City. Meskipun kami mencoba lebih banyak operan daripada musim lalu secara keseluruhan, tertinggi ketiga di liga di belakang Manchester City dan Liverpool, ini adalah jenis operan yang dapat orang lihat.

Tidak ada tim di Liga Primer yang mengganti gaya permainan lebih dari Chelsea, rata-rata 21,3 kali. Chilwell telah membantu dengan menambahkan keseimbangan di sisi kiri, sementara Mount di posisi yang lebih dalam mampu memberikan bola dengan lebih leluasa, seperti yang dilakukan Thiago Silva ketika melangkah maju dari lini pertahanan.

Itu berarti pasukan Lampard mampu membuat lawan bergeser di lapangan lebih banyak, dan berhasil mengacaukan bentuk formasi lawan yang mereka inginkan di Stamford Bridge. Dengan bek sayap memberikan kelebaran yang saling tumpang tindih, penyerang sayap kami dapat menusuk lebih ke dalam, menemukan ruang di antara bek dan garis lini tengah dan pertahanan.

Meskipun penguasaan bola kami sebenarnya turun pada musim lalu, apa yang kami lakukan dengannya merupakan sebuah perbedaan dan pertanda baik untuk minggu-minggu sibuk ke depan.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA