Analisis

Analisis: Kreativitas Mount Menjadi Kunci Kemenangan dari Leeds

Setelah kembali ke jalur kemenangan di Liga Primer dengan kemenangan yang membuat kami duduk di puncak klasemen dalam semalam, analisis statistik dari kemenangan 3-1 kami atas Leeds United berfokus pada keunggulan kreatif Mason Mount, serta menemukan berbagai cara untuk melakukannya. Menang dengan rute berbeda untuk mencetak gol.

Olivier Giroud, Kurt Zouma dan Christian Pulisic mencetak gol untuk The Blues di Stamford Bridge, yang berhasil menyambut suporter Chelsea untuk pertama kalinya hadir sejak awal Maret dalam langkah kecil pertama yang menggembirakan menuju keadaan normal.

Para penggemar sangat senang saat mereka pulang, terutama setelah meraih tiga poin yang telah lama ditunggu melawan rival lama…

Magis Mason Menjadi Kunci

Kembalinya Kai Havertz ke tim membuat Mount ditempatkan sedikit lebih dalam dalam sistem 4-3-3 yang telah menjadi setelah utama Frank Lampard di bulan-bulan awal kompetisi ini. Itu adalah posisi yang telah dinyatakan Mount sebagai pilihannya, memungkinkan dia untuk bermain bersama di area sentral dan memberikan peluang bermain untuk rekan satu tim, serta dirinya sendiri.

Selain memberikan sebuah assist ketika tendangan sudut berbahayanya diteruskan oleh Zouma untuk membuat kami unggul setelah satu jam berlalu, Mount mencatat statistik mengesankan dari tujuh peluang yang diciptakan secara keseluruhan dan enam umpan silang sukses.

Tidak hanya kedua statistik tersebut, tidak ada pemain Chelsea yang berhasil lebih banyak dalam satu pertandingan Liga Primer dalam lima musim terakhir, menggambarkan kekuatan kreatif yang diberikan Mount.

Dia sekarang memiliki aksi terbanyak untuk menciptakan tembakan (manuver ofensif yang menghasilkan tembakan ke gawang seperti operan, dribel, atau pelanggaran) di liga untuk the Blues dan tidak diragukan lagi membantu kami mencatat xG 4,7 melawan Leeds, yang tertinggi dari tim manapun di Liga Primer Inggris musim ini.

Peran Giroud yang mematikan bantu Blues naik ke puncak klasemen

Gol-gol memberikan fondasi bagi awal musim kami yang mengesankan, dengan Chelsea saat ini mencetak gol setiap 41 menit sekali di Liga Primer, yang terbaik di divisi ini. Giroud kembali melakukannya di SW6 dengan enam tembakan tertinggi dan gol ke-12 musim ini untuk klub dan negara.

Faktanya, pemain Prancis itu kini telah mencetak 13 gol dalam 13 pertandingan terakhirnya untuk The Blues, mencetak gol dalam enam pertandingan liga berturut-turut. Dia orang pertama yang melakukannya untuk Chelsea sejak Jimmy Floyd Hasselbaink 19 tahun lalu.

Hanya Mount yang memiliki lebih dari tiga umpan kunci dalam pertandingan kemarin dan tidak ada pemain Chelsea yang menang lebih dari tiga duel udara dibandingkan Giroud. Pemain berusia 34 tahun itu memulai bulan Desember dengan lima gol dalam lima hari menyusul empat golnya di Sevilla tengah pekan lalu.

Menyumbang Gol

Konsentrasi gol juga tersebar merata di sekitar tim Lampard, dengan Pulisic menjadi pemain ke-13 yang mencetak gol di liga musim ini, empat lebih banyak dari tim mana pun di Liga Primer.

Zouma sekarang mengoleksi empat gol Liga Primer musim ini, menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak bersama Timo Werner, dan menjadikannya bek paling mematikan di liga.

Menemukan cara baru untuk menang

Dalam 12 pertandingan liga musim lalu ketika kebobolan lebih dulu, tim Lampard hanya mengklaim enam dari kemungkinan 36 poin. Namun demikian, tampaknya ada perkembangan yang lebih besar untuk tim pada musim 2020/21, dan kemenangan datang dari ketinggalan atas Leeds ini adalah yang kedua dalam tiga pertandingan kandang kami setelah kemenangan 4-1 atas Sheffield United baru-baru ini.

Rekor kami musim ini ketika tertinggal dalam pertandingan liga adalah tujuh dari kemungkinan 12 poin. Terakhir kali kami membalikkan kekalahan menjadi kemenangan, sebelum mengalahkan Blades, adalah pertandingan pertama setelah lockdown dimulai kembali di Aston Villa, ketika Pulisic dan Giroud juga menjadi pencetak gol dalam kemenangan 2-1.

Sorotan statistik lainnya

Penguasaan bola kami sebesar 46 persen adalah yang terendah di kandang sejak kekalahan 2-0 dari Liverpool pada bulan September, ketika kami bermain lebih dari setengah pertandingan dengan 10 orang. Leeds memiliki 705 sentuhan bola dibandingkan dengan kami yang hanya 624 sentuhan, meskipun kami unggul jumlah tembakan 23-8.

Werner memiliki lebih banyak tembakan tepat sasaran daripada pemain lain dalam permainan (4), diikuti oleh Giroud dan Patrick Bamford dengan masing-masing dua. Pulisic masuk dan membuat tiga tembakan diblok sebelum akhirnya mencetak gol ketiga kami di menit akhir.

Ben Chilwell memiliki sentuhan paling banyak untuk the Blues dengan 71. Thiago Silva dan Mount adalah yang terbaik berikutnya dengan masing-masing 65 dan 64 sentuhan, sedangkan operan dengan persentase 93 persen dari pemain Brasil itu adalah yang terbaik dari para pemain utama Chelsea.

Hanya Raphinha yang menyelesaikan lebih dari lima dribel sukses Pulisic, sementara tidak ada pemain di lapangan yang mencoba berlari dengan bola lebih banyak daripada pemain Amerika itu, meskipun ia baru masuk 30 menit.

The Blues menempuh jarak 6km lebih jauh dari lawan mereka di Bridge dan 11km lebih dari rata-rata musim mereka.

Chelsea mengakhiri hari di puncak Liga Primer untuk pertama kalinya sejak September 2018. Namun, kami sebenarnya memiliki lebih banyak poin setelah 11 pertandingan musim lalu, memperkuat keyakinan Lampard bahwa ada perbaikan lebih lanjut.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA