Laporan Pertandingan

Laporan Pertandingan: Chelsea vs Krasnodar

Chelsea mengakhiri penyisihan grup Liga Champions tanpa terkalahkan tetapi harus puas bermain imbang melawan Krasnodar di Stamford Bridge.

Meskipun memiliki permainan yang lebih baik dalam hal penguasaan bola dan wilayah, kami tidak dapat menemukan cara untuk melewati barikade wakil Rusia tersebut untuk mendapatkan kemenangan selama babak kedua yang membuat frustasi dan harus waspada terhadap ancaman konstan Krasnodar lewat serangan balik.

Memang, tim tamu sempat memimpin terlebih dahulu di babak pertama ketika Cesar Azpilicueta kalah dalam jumlah tiga lawan satu di area bek kanan dan Krasnodar mengoper bola dengan cepat ke Remy Cabella, yang menyarangkan bola dengan akurat ke sudut bawah.

Kami hanya tertinggal dalam hitungan menit, karena Tammy Abraham dijatuhkan di kotak penalti ketika dia tampak siap untuk menembak bolanya, dan hadiah penalti ini memungkinkan Jorginho untuk menyamakan kedudukan.

Namun, meski banyak upaya untuk menemukan pemenang laga ini, kami harus puas dengan hasil imbang melawan tim yang cukup solid dan keras kepala.

Seleksi pemilihan pemain

Dengan posisi teratas di Grup E sudah terjamin, Frank Lampard mengambil kesempatan untuk memberikan beberapa pemain istirahat sambil memberikan yang lain kesempatan untuk bermain, dengan Kai Havertz satu-satunya pemain yang starter dari kemenangan 3-1 atas Leeds untuk menjadi starter lagi kali ini.

Pemain Jerman itu ditempatkan lebih maju, di posisi tiga penyerang bersama Tammy Abraham dan Tino Anjorin, yang diberi penghargaan atas penampilannya yang mengesankan untuk Akademi kami dengan debut penuhnya di Chelsea, hanya dua minggu setelah ulang tahunnya yang ke-19. Dia sebelumnya membuat dua penampilan pengganti untuk tim utama, keduanya musim lalu.

Lampard telah mengungkapkan dua perubahan mencolok lainnya sebelumnya, saat Kepa Arrizabalaga bermain lagi sebagai kiper utama untuk yang kedua kalinya sejak Edouard Mendy melakukan debutnya pada bulan September, dan Billy Gilmour melakukan start pertamanya sejak menderita cedera lutut yang serius pada bulan Juli. .

Gilmour bergabung di lini tengah oleh Mateo Kovacic dan Jorginho, yang mempertahankan rekornya sebagai starter di semua pertandingan Liga Champions musim ini.

Empat bek sama dengan yang menjaga clean sheet saat kami mengalahkan Sevilla 4-0 di pertandingan Eropa terakhir kami, yang berarti Cesar Azpilicueta kembali sebagai kapten kami.

Awal Bersemangat

2.000 penggemar Chelsea yang hadir langsung di Stamford Bridge untuk pertama kalinya sejak Februari membuat diri mereka didengar sejak awal, dengan tepuk tangan meriah saat para pemain berlutut untuk mendukung kesetaraan dan keriuhan untuk kick-off diikuti oleh chants 'Super Frank' bergema di sekitar stadion.

Mereka yang berada di lapangan berbaju biru tampak sama bersemangatnya untuk membuat kehadiran mereka terasa sejak awal dan ada tanda-tanda bahwa Krasnodar kan menghadapi pressing/tekanan tinggi dari kami, karena Mateo Kovacic dan Kai Havertz nyaris menekan pertahanan lawan ke dalam kesalahan yang merugikan.

Itu adalah Billy Gilmour yang melakukan upaya pertama ke gawang, menemukan ruang untuk menerima bola dari jarak 30 yard dan melepaskan tembakan, tetapi Tammy Abraham tidak punya waktu untuk menyingkir dan tembakan itu membentur striker kami.

Saat berhasil merebut bola, Krasnodar terlihat berbahaya. Ada dua peringatan karena Kepa Arrizabalaga direpotkan oleh aksi dari Tony Vilhena dan Viktor Claesson yang untungnya melebar dari target, tetapi tak lama mereka tetap membuat peluang dan akhirnya tim Rusia tersebut memimpin gol terlebih dahulu.

Azpilicueta menemukan dirinya kalah jumlah di sisi kanan kami dan setelah Krasnodar memainkan umpan segitiga di sekitar kapten kami, bola diarahkan ke Remy Cabella di dalam kotak. Mantan gelandang Newcastle United ini menunjukkan ketenangan untuk menempatkan bola tepat di sudut, melewati Kepa dan menjadi gol.

Balasan instan

Kami hanya tertinggal selama empat menit, dan itu adalah tekanan kami pada pertahanan Krasnodar yang membuahkan hasil. Gilmour masuk dengan cepat untuk memenangkan bola dalam transisi di luar kotak, memungkinkan Kovacic memberikan umpan ke Tammy Abraham.

Saat striker berbalik untuk menerimanya, dia jelas diblokir dan dijatuhkan oleh Kaio, dan wasit tidak ragu-ragu menunjuk ke titik penalti.

Dengan Timo Werner di bangku cadangan, Jorginho kembali menjalankan tugas penalti, dan dia membuatnya terlihat mudah saat dia mengikuti lompatannya yang biasa dengan mengirim kiper ke arah yang salah dan melakukan tembakan tepat di sudut gawang untuk menjadi gol.

Kami hampir unggul beberapa saat kemudian, kali ini Havertz memberikan umpan kepada Abraham setelah Andreas Christensen unggul duel udara dan menyundul di tengah lapangan, tetapi sudutnya menyempit ketika dia mencoba untuk melebar dari kiper dan dia tidak bisa menembak tepat sasaran.

Kami juga menghasilkan lebih banyak upaya dari tepi kotak penalti lawan oleh Kovacic dan Gilmour, sementara ada bahaya di area kami saat Igor Smolnikov mengungguli Toni Rudiger untuk umpan silang, tetapi sentuhannya mengecewakan dan Kepa menangkap bola dengan nyaman.

Anak-anak muda yang mulai terbiasa

Setelah melakukan start yang gugup, Tino Anjorin tampaknya semakin nyaman dan percaya diri, menjelajah dari tempatnya di sebelah kiri untuk mencari ruang dan mulai bergabung dengan baik bersama Gilmour dan Havertz. Visi dan kebiasaannya untuk menjebak pemain bertahan lawan dengan memainkan operan tak terduga segera ditunjukkan kepada para penggemar yang hadir di Stamford Bridge, yang memberinya dukungan untuk lulusan Akademi muda kami yang melakukan debut penuhnya.

Demikian pula, Gilmour tidak terpengaruh oleh lawan saat kembali ke tim utama sekarang, seperti saat dia melakukan hal luar biasa musim lalu dan Havertz tidak menunjukkan efek buruk apapun setelah terkena virus Covid-19 beberapa waktu lalu.

Aksi berlanjut setelah jeda saat dua pemain kami yang berusia 19 tahun saling bekerja sama untuk upaya pertama babak kedua, saat Gilmour menemukan Anjorin di tepi kiri kotak, dan dia mencoba melepaskan tembakan ke tiang jauh, tapi itu diblokir lawan dan Abraham menyambutnya dengan sepakan dari jarak enam yard yang berujung sepak pojok.

Krasnodar juga tidak kehilangan satu pun ancaman mereka, dan Cesar Azpilicueta melakukan blok yang bagus untuk menggagalkan Cristian Ramirez pada akhir aksi umpan tajam dari tim tamu.

Abraham selanjutnya mencoba peruntungannya, tetapi sundulannya tidak bisa tepat sasaran dari posisi yang sulit menyusul umpan silang Jorginho. Kovacic juga tidak mampu mengontrol tendangan voli yang tanggung dari umpan Emerson.

Tensi Meningkat

Laga ini kini lebih berorientasi dalam hal penguasaan bola. Kami memang masih memiliki keunggulan teritorial, tetapi tetap kesulitan untuk menciptakan peluang emas melawan lawan Rusia kami, karena upaya Havertz lainnya dari luar kotak diblokir setelah pertukaran umpan yang bagus antara Havertz, Kovacic dan Gilmour.

Kami juga tidak bisa bersantai di belakang, dengan Krasnodar terus melakukan serangan cepat di setiap kesempatan, dan Kepa harus meluncur ke kanan dan mendorong satu upaya yang memantul di sekitar tiang setelah Jorginho kehilangan bola di lini tengah.

Ketika peluang emas kami tiba, itu terjadi melalui kesalahan lawa saat  sentuhan ceroboh Ramirez di dalam kotak dimanfaatkan oleh Abraham, namun sayangnya Abraham gagal melewati kiper Evgeni Gorodov di tiang dekat.

Abraham terus berupaya mencari gol tambahan untuk setiap bola tetapi ada sedikit rasa frustrasi mulai muncul untuk Chelsea ketika Emerson memberikan umpan silang dan Havertz kesulitan saat dia mencoba memanfaatkan umpan terobosan yang luar biasa dari Anjorin.

Itu menjadi keterlibatan terakhir Havertz, saat Lampard memasukkan N'Golo Kante dan Timo Werner dalam upaya menambah gol di laga itu. Mateo Kovacic menjadi pemain lain yang keluar, dan itu segera diikuti oleh Olivier Giroud yang masuk menggantikan Anjorin saat kami memasuki 10 menit terakhir.

Di antara dua pergantian pemain tersebut, Werner hampir membuat dampak instan, saat ia melaju di area kiri membawa bola dan melepaskan umpan silang rendah di sepanjang sisi gawang, tetapi hal itu di luar jangkauan Abraham di tiang belakang.

Kami tidak pernah menyerah untuk mencari kemenangan, seperti yang ditunjukkan oleh para pemain kami dan upaya Krasnodar untuk mengakhiri waktu di tahap penutupan. Upaya pergantian pemain kami memang gagal mencari gol tambahan ketika tim lawan semakin dalam untuk bertahan hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan.

Meskipun demikian, kami mungkin gagal menyelesaikan babak penyisihan grup dengan kemenangan, masih banyak hal yang dapat kami banggakan karena kami memperpanjang rekor tak terkalahkan kami menjadi 17 pertandingan, tidak termasuk penalti, ditambah Gilmour dan Havertz melanjutkan kembalinya mereka ke lapangan dengan kebugaran penuh, bersama dengan start pertama yang menjanjikan bagi pemain muda, Anjorin.

Apa berikutnya?

Itu saja untuk Liga Champions hingga 2021, tetapi jadwal domestik Desember yang sibuk berlanjut dengan perjalanan tandang berturut-turut di Premier League, di Everton pada hari Sabtu dan Wolverhampton Wanderers empat hari kemudian.

Chelsea (4-3-3): Kepa; Azpilicueta (c), Rudiger, Christensen, Emerson; Gilmour, Jorginho, Kovacic (Kante 74); Havertz (Werner 74), Abraham, Anjorin (Giroud 81)

Pengganti: Caballero, Ziger, Zouma, Tomori, Alonso, Chilwell, James, Mount, Pulisic

Pencetak Gol: Jorginho pen 28

Kartu Kuning: Azpilicueta 82

Krasnodar (4-3-3): Gorodov; Smolnikov, Martynovich (c), Kaio (Sorokin 74), Ramirez; Olsson (Kambolov 80), Cabella (Suleymanov 80), Vilhena; Wanderson (Chernov 80), Berg (Markov 90), Claesson

Pengganti: Sinitsin, Utkin, Chernikov, Petrov

Pencetak Gol: Cabella 24

Wasit: Pavel Kralovec

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA