Laporan Pertandingan

Laporan Pertandingan: Chelsea 0 Wolves 0

Kami harus puas dengan hasil imbang di pertandingan pertama Thomas Tuchel sebagai pelatih kepala Chelsea, meski benar-benar mendominasi pertandingan dan hampir meraih kemenangan dengan sentuhan terakhir di laga semalam.

Tim tamu Wolverhampton Wanderers nyaris tidak menyentuh bola, terutama di babak pertama, dan gagal memaksa Edouard Mendy untuk melakukan penyelamatan, tetapi kami tidak dapat menemukan cara melewati lima bek mereka di Stamford Bridge.

Dengan lawan yang tampaknya bertekad untuk membendung peluang kami, kami dibuat untuk bekerja keras untuk menciptakan peluang, dengan beberapa peluang bagus datang untuk kedua tim di babak kedua.

Pedro Neto mungkin bisa membuat gol untuk Wolves ketika peluangnya membentur mistar gawang saat satu lawan satu dengan Mendy. Sementara Mateo Kovacic, Callum Hudson-Odoi, Olivier Giroud dan Kai Havertz semuanya membuat peluang dan memaksa Rui Patricio beraksi.Havertz-lah yang tampak seperti menjadi sosok yang akan memastikan kemenangan pertama yang dramatis untuk Tuchel tepat di akhir laga, karena sundulannya tampak akan masuk ke gawang dengan posisi kiper sudah terlewati sebelum akhirnya salah satu bek Wolves berada di dekat gawang dan menghalau bola untuk menggagalkan kemenangan pertama pelatih baru kami.

Pemilihan Pemain

Thomas Tuchel membuat 10 perubahan pada tim untuk pertandingan pertamanya sebagai pelatih kepala Chelsea. Hanya waktu yang akan memberi tahu apakah itu pertanda atau hanya upaya untuk menyamai formasi Wolves, tetapi dia juga sempat memakai tiga bek dalam sistem 3-4-2-1.

Hakim Ziyech adalah satu-satunya pemain yang menjadi starter dalam kemenangan Piala FA hari Minggu atas Luton Town yang kembali dalam susunan pemain untuk pertandingan Premier League hari ini dengan Wolverhampton Wanderers, dan ia di depan bersama Kai Havertz di belakang striker tunggal Olivier Giroud.

Edouard Mendy kembali menggantikan Kepa Arrizabalaga sebagai penjaga gawang, dengan Cesar Azpilicueta menjadi kapten di sisi kanan dari skema tiga pemain bertahan itu, bersama Thiago Silva dan Toni Rudiger.

Jorginho dan Mateo Kovacic dipasangkan di dua lini tengah, dengan Ben Chilwell dan, mungkin yang paling menarik dari pilihan timnya, Callum Hudson-Odoi beroperasi sebagai bek sayap yang lebih menyerang.

Era Tuchel Dimulai

Di lapangan, waktu Thomas Tuchel sebagai pelatih kepala Chelsea dimulai dengan banyak penguasaan bola, terutama melalui dua lini tengah Jorginho dan Mateo Kovacic, karena keputusan pemain Jerman itu untuk mencocokkan formasi melawan Wolves tampaknya berhasil membungkam tim tamu.

Kami juga mulai mengancam sejak awal, saat Olivier Giroud hanya berjarak beberapa inci dari bola yang tidak bisa dijangkaunya hasil umpan rendah Callum Hudson-Odoi dalam lima menit pertama. Pemain Prancis itu mendapatkan umpan silang dari sisi lain tak lama setelah itu, tetapi dia tidak bisa juga menjangkau umpan silang itu untuk mengarahkan sundulannya tepat sasaran di bawah tekanan bek lawan.

Ada tepuk tangan meriah dari bangku cadangan untuk Kai Havertz ketika pergerakan larinya yang bagus mendorongnya melewati tengah lapangan dan masuk ke area penalti, tapi dia gagal merepotkan kiper lawan saat dia mencoba melepaskan tembakan karena kehilangan keseimbangan saat menembak dari sudut yang sempit.

20 menit pertama, bola dimainkan hampir secara khusus di area Wolves, tetapi membuat peluang bersih terbukti lebih sulit didapat daripada penguasaan bola. Peluang paling dekat kami dengan gol adalah saat bola liar hasil sapuan bek lawan menuju Hakim Ziyech di luar kotak, tapi Rui Patricio berada di posisi yang baik untuk menghadang tembakan melengkung Ziyech yang mengarah ke tiang jauh.

Wolves melakukan tembakan pertamanya tidak lama setelah itu, ketika mereka mendapat hadiah tendangan bebas di posisi berbahaya setelah tabrakan antara Toni Rudiger dan Pedro Neto, tetapi Ruben Neves melakukan upayanya yang melewati atas mistar tanpa membuat Edouard Mendy khawatir.

Kemudian ada jeda dalam permainan karena Daniel Podence menerima perawatan setelah bentrokan dengan Thiago Silva, yang dimanfaatkan Tuchel dengan baik karena ia terlibat dalam percakapan dengan dua bek sayap Ben Chilwell dan Hudson-Odoi.

Kedua pemain ini jadi kombinasi untuk tim kami membuat peluang berikutnya ke gawang lawan, karena umpan silang Hudson-Odoi mengarah ke tiang belakang tempat Chilwell masuk, tetapi sayang tendangan volinya di blok lawan.

Tim tamu sempat melakukan perlawanan untuk membuat peluang, tetapi kami segera kembali memegang kendali karena pelatih kepala kami mendesak para pemainnya untuk menjaga tempo tinggi yang membuat Wolves kesulitan untuk mendekati bola sejauh ini.

Tekanan yang kami berikan mulai terlihat saat kami mendekati paruh waktu, dengan Rudiger menguji Rui Patricio setelah sundulan kepalanya menjangkau tendangan bebas dari jarak jauh saat itu.

Sabar dalam penguasaan bola

Kesabaran yang ditunjukkan oleh The Blues sangat mengagumkan. Ada sekilas kemungkinan membuka jalan untuk peluang ketika penguasaan bola kami tidak terputus dan berakhir dengan Ziyech memberikan umpan tepat ke arah pertahanan untuk Hudson-Odoi, tetapi bek Wolves berhasil kembali tepat waktu untuk melakukan blokir umpan rendah dari bek sayap kami tersebut.

Wolves mengganti bek sayap kiri mereka di waktu jeda, dan di sisi itulah kami hampir menemukan terobosan langsung dari awal babak kedua, ketika umpan silang Hudson-Odoi mengenai Havertz di sekitar titik penalti, tetapi bola sedikit tertinggal. Pemain Jerman gagal mengendalikan saat menerima umpan tersebut.

Mencari terobosan

Wolves tampaknya bertekad untuk memiliki peluang yang lebih besar di babak kedua daripada yang mereka miliki di babak pertama, dan lebih sering menguasai bola, tetapi penguasaan bola masih sangat menguntungkan kami. Statistik menunjukkan bahwa Chelsea memainkan lebih banyak operan di paruh pertama pertandingan ini daripada tim mana pun sejak Opta mulai mencatat angka-angka statistik itu.

Peluang terbaik permainan sejauh ini kemudian datang untuk Chilwell. Sebuah umpan cepat yang bagus diakhiri dengan Kovacic memberikan umpan untuk Havertz di area kiri. Dia memberikan umpan cut back ke arah Chilwell yang melakukan overlap, namun sayang sepakan first timenya melewati mistar. 

Umpan apik lainnya saat Hudson-Odoi mengirim bola ke Ziyech yang memungkinkan untuk menemukan Giroud di dalam kotak lewat umpan silang, tetapi pemain Prancis itu tidak dapat menemukan ruang yang cukup untuk melepaskan tembakan dan mengalahkan Rui Patricio.

Tak lama, Nelson Semedo melakukan intersep di area kami dan Neto yang bergerak di belakang pertahanan kami melakukan umpan satu-dua yang cepat dengan Podence, tetapi untungnya percobaan chipnya melambung di atas Mendy yang mendarat di atas mistar gawang dan memantul ke belakang untuk sebuah tendangan gawang.

Itu terbukti menjadi sentuhan terakhir Podence, saat Wolves memasukkan pemain baru mereka Willian Jose untuk melakukan debutnya. Tuchel merespons dengan pergantian pemain ganda, dengan Christian Pulisic dan Tammy Abraham menggantikan Chilwell dan Giroud. Itu berarti Hudson-Odoi beralih ke sisi kiri dan Pulisic masuk sebagai bek sayap kanan, meskipun pada permainan ini, mengingat dominasi kami, dua bek sayap kami beroperasi lebih jauh ke depan daripada biasanya.

Pulisic secara instan tampaknya membuat repot bek Wolves dengan beberapa pergerakan larinya dengan bola. Aksi-aksi Pulisic di sisi kanan membuat pemain bertahan lawan tertarik ke arahnya, meninggalkan ruang bagi Kovacic untuk melepaskan tembakan, tetapi sayangnya bola mengarah ke sisi jaring meski Rui Patricio berhasil terlewati saat itu.

Bek Wolves Willy Boly hampir memasukkan bola ke gawang sendiri saat ia berusaha untuk melakukan sapuan di dalam kotak enam yard, setelah pemain pengganti Mason Mount melakukan aksi di area penalti saat itu.

Sepertinya kita mungkin menemukan gol itu dengan sentuhan terakhir di laga ini, karena Havertz melakukan loncatan tinggi untuk melakukan sundulan ke arah gawang dari hasil sepak pojok Mount, tetapi entah bagaimana Wolves berhasil menghadang bola, dan wasit meniup peluit akhir sebelum kami bisa melakukan tendangan sudut kedua.

Apa berikutnya?

Tidak lama lagi sampai laga di Premier League kami berikutnya dan kami berada di kandang untuk tiga pertandingan berturut-turut. Kali ini Burnley akan menjadi pengunjung Stamford Bridge untuk kick-off pada hari Minggu.

Chelsea (3-4-2-1): Mendy; Azpilicueta (c), Rudiger, Thiago Silva; Hudson-Odoi, Jorginho, Kovacic, Chilwell (Pulisic 75); Ziyech (Mount 82), Havertz; Giroud (Abraham 75)

Pengganti: Kepa, Zouma, James, Alonso, Emerson, Werner

Kartu Kuning: Chilwell 62

Wolves (5-4-1): Rui Patricio; Semedo, Boly, Coady (c), Kilman, Ait-Nouri (Hoever h-t); Traore (Moutinho 91), Dendoncker, Neves, Neto; Podence (Willian Jose 72)

Pengganti: Ruddy, Silva, Vitinha, Cutrone, Saiss, Otasowie

Kartu Kuning: Neto 51

Wasit: Andrew Madley

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA