Pratinjau Laga

Preview Final Piala FA: Chelsea vs Leicester

The Blues harus mengesampingkan kampanye Premier League kami akhir pekan ini demi alasan yang sangat penting, karena kami bertarung dengan salah satu rival kami untuk memperebutkan satu trofi domestik di laga final. Sejarawan klub Rick Glanvill dan ahli statistik klub Paul Dutton memberikan pratinjaunya untuk laga hari Sabtu ini…

Selamat datang di episode 140 tayangan thriller terlama di sepak bola Inggris, final Piala FA. Final Wembley tahun ini tiba sebelum akhir musim selesai dan merupakan bagian pertama dari dua pertandingan penting, berturut-turut, antara Chelsea dan Leicester. Kami akan bertemu lagi pada hari Selasa pekan depan di Stamford Bridge ketika kami berjuang untuk finis empat besar.

Untuk pertama kalinya dalam 116 tahun sejarah klub, The Blues mencapai final kompetisi besar dalam lima musim berturut-turut. Sembilan bulan yang lalu, kami juga menjadi bagian terakhir dari kesempatan ini, dan laga Sabtu besok merupakan penampilan ke-15 kami di final sejak 1914/15. Chelsea telah mengangkat trofi delapan kali dengan pelatih yang berbeda. Thomas Tuchel tentu ingin mencapai yang ke-sembilan itu.

Sebaliknya, the Foxes telah menunggu selama 52 tahun. Mereka telah berkompetisi di empat final Piala FA sebelumnya - yang terbanyak tanpa pernah memenangkan trofi.

The Blues tidak pernah kalah dari Leicester di kompetisi ini, sejak meraih kemenangan di babak ketiga pada 1919/20. Selain itu, empat dari lima pertemuan terakhir, tim London biru bahkan mengangkat trofi jika bertemu Leicester dalam prosesnya: 1996/97, 1999/00, 2011/12, dan 2017/18.

Best FA Cup goals against Leicester

Kemenangan 2-0 Leicester atas Chelsea pada Januari menjadi laga terakhir Frank Lampard di liga sebagai pelatih. Namun, sang legenda Chelsea itu juga sudah mengantarkan timnya ke putaran lima kompetisi ini.

Lampard adalah kapten pengganti ketika the Blues memenangkan Liga Champions setelah Piala FA, tetapi penting untuk tidak terbawa oleh semua 'gaung tahun 2012'. Belum ada yang dipastikan sejauh ini, dan kekalahan yang mengejutkan pada hari Rabu lalu dari Arsenal adalah pengingat bahwa dibutuhkan intensitas dan komitmen 100% untuk mempertahankan reputasi klub ini sebagai pemenang.

 

Chelsea adalah tim dengan kesuksesan paling banyak di Piala FA sejak pergantian abad, mencapai 10 final (termasuk musim ini) dan memenangkan enam kali di antaranya.

photo of Statistik Kunci Statistik Kunci

Berita tim Chelsea

Gema dan hawa 2011/12 mungkin terasa tak tertahankan, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai target musim ini. Hal pertama yang harus dikerjakan datang akhir pekan ini dengan kemungkinan memenangkan Piala FA kesembilan kami.

Sementara Thomas Tuchel terus memantau ketersediaan Andreas Christensen dan Mateo Kovacic pasca cedera, ia memiliki kemewahan skuad untuk memilih 11 pemain inti, dan lima pemain pengganti untuk laga itu.

Pelatih asal Jerman tersebut mengindikasikan Kepa Arrizabalaga akan menjadi starter di gawang pada hari Sabtu. Penjaga gawang Spanyol sudah tidak asing lagi dengan kesempatan-kesempatan ini: dia menjaga gawang kami di final Liga Europa dan Piala Carabao pada 2018/19, dan hanya kebobolan satu kali.

Jika Christensen masih belum tersedia karena cedera, Tuchel dapat melakukan rotasi tiga beknya dengan Toni Rudiger kemungkinan akan turun tangan di laga final. N'Golo Kante, yang absen saat kami kalah di Stadion King Power pada Januari lalu, tampaknya akan kembali bermain melawan mantan klubnya setelah absen di laga tengah pekan lalu.

Apakah N'Golo Kante bisa bermain melawan mantan timnya?

Demikian pula, Timo Werner tampaknya pasti akan bermain kembali di lini serang the Blues, sementara Hakim Ziyech yang mencetak gol dalam kemenangan semifinal atas Manchester City, mendapatkan umpannya dari striker asal Jerman tersebut.

Tuchel bersikeras timnya harus bermain dengan intensitas, menekan untuk memenangkan lini depan dan bisa memindahkan bola dengan cepat ke depan. Newcastle sukses mengungkap kerentanan Leicester terhadap bola yang ditempatkan dengan cerdik di belakang para pemain beknya dengan kecepatan, seperti yang dilakukan Chelsea terhadap Man City.

The Blues sendiri jauh lebih akrab dengan Wembley, dan ini adalah pertandingan ke-25 kami di Stadion Wembley yang baru saat digolongkan sebagai tempat netral.

Pencetak gol Chelsea musim lalu di final Piala FA, Christian Pulisic, akan berusaha menyamai rekor pemain terakhir yang mencetak gol di final berturut-turut - Didier Drogba, yang mencetak gol saat melawan Everton dan Portsmouth pada final musim 2008/09 dan 2009/10.

Drogba's Free-kick v Portsmouth
Perjalanan Chelsea & Leicester di Piala FA Musim Ini
ChelseaLeicester City
Putaran 3Morecambe h4-0Stoke a4-0
Putaran 4Luton h3-1Brentford a3-1
Putaran 5Barnsley a1-0Brighton h1-0
Putaran 6Sheffield Utd h2-0Man Utd h3-1
Semi-finalMan City1-0Southampton1-0

The Foxes di final

Brendan Rodgers cemas dengan ketersediaan Jonny Evans untuk final piala pertama Leicester sejak tahun 2000 silam. Sosok yang ia sebut sebagai 'otak di pertahanan kita' ini juga membimbing bek tengah junior lainnya, terutama Wesley Fofana yang tampil meyakinkan tetapi tidak berpengalaman.

Pada hari Selasa melawan Manchester Utd, mantan pelatih tim cadangan the Blues tersebut menggunakan formasi 4-4-2 tanpa kehadiran Evans. Skema yang biasa dipakai Leicester adalah 3-4-1-2, dengan bek sayap ada di posisi sangat tinggi dan bek tengah seperti Fofana dan Caglar Soyuncu diberi izin untuk bergabung dalam serangan.

Di lini tengah, Wilfred Ndidi berpatroli dan memenangkan bola sementara Youri Tielemans lebih  merupakan penjelajah lini tengah saat melawan tim dengan pertahanan yang dalam. Jika pemain Belgia itu dapat dilewati oleh pemain kami, akan ada ruang yang dapat dieksploitasi dan dapat ditemukan di antara lini tengah dan pertahanan mereka di lapangan.

Youri Tielemans ketika bermain melawan Chelsea awal musim ini

Tim asal East Midlands ini sangat menyukai skema serangan balik, dengan James Maddison bermain di belakang Jamie Vardy dan Kelechi Iheanacho. Sejak debutnya di kompetisi ini pada Januari 2016 silam, tidak ada yang mencetak lebih banyak gol di Piala FA daripada Iheanacho, yang tercatat telah mencetak 14 gol dalam 19 pertandingan.

Entah sengaja atau tidak, skuad Leicester menyerang jauh lebih banyak di sayap kanan pada hari Selasa melalui pemain sayap asal Nigeria dan pekerja keras Marc Albrighton, yang umumnya tahu betul kapan harus memberikan umpan silang dan kapan harus memberikan umpan pendek di area lawan.

Masih harus dilihat bagaimana Leicester akan menghadapi dan menangani penampilan final pertama mereka sejak tahun 2000. Chelsea berharap mereka lebih fokus pada kesempatan daripada permainan di lapangan nanti.


For those unable to attend on the day the cup final programme is available to buy online here

The Stamford Bridge Megastore is now stocking FA Cup final t-shirts (adults and kids), scarves and official programmes.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA