Berita

Deretan Pemain Kunci Chelsea FC Women

Dengan Chelsea FC Women bersiap menghadapi Barcelona di final Liga Champions Wanita UEFA pada hari Minggu ini di Gothenburg, kami coba membahas beberapa pemain kunci dari skuad yang telah membantu tim kami mengamankan tempat kami di final.

Manajer

Emma Hayes
 

Sejak pengangkatannya pada Agustus 2012, Hayes telah membawa Chelsea FC Women meraih sukses besar dengan memenangkan empat gelar FA Women Super League, FA WSL Spring Series pada tahun 2017, dua Piala FA Wanita, dan dua Piala Liga Kontinental di bawah manajerialnya. Pelatih berusia 44 tahun ini memiliki 20 tahun pengalaman melatih setelah berkarir di Amerika dan juga punya pengalaman bersama kesuksesan tim wanita Arsenal beberapa tahun lalu.

 

Penjaga gawang

Ann-Katrin Berger

Seorang penjaga gawang yang dominan, Berger memainkan peran kunci dalam kelolosan Chelsea ke final Liga Champions Wanita, dengan sukses meraih tiga clean sheet dan hanya kebobolan lima gol dalam tujuh pertandingan saat ia menjadi starter. Penampilan menonjol pemain Jerman itu terjadi saat melawan Atletico Madrid di babak 16 besar ketika dia menyelamatkan dua penalti dalam kemenangan 2-0 kami saat itu.


Bek

Magdalena Eriksson

Sejak bergabung dengan Chelsea pada 2017, Eriksson telah membuktikan dirinya sebagai salah satu bek terbaik dalam sepak bola wanita dan berhasil menjadi kapten the Blues untuk merebut gelar FA WSL secara beruntun pada tahun 2020 dan 2021. Pemain asal Swedia itu melewatkan leg pertama semifinal melawan Bayern Munich karena cedera tetapi kembali untuk memimpin tim saat leg kedua yang mengamankan tempat kami di final.

Millie Bright

Pemain andalan The Blues sejak didatangkan dari Doncaster Belles pada 2015, pemain internasional Inggris ini telah tampil apik bersama Eriksson di lini pertahanan musim ini dan merupakan satu-satunya pemain yang tampil sebagai starter dalam delapan pertandingan Liga Champions kami musim ini.

Jess Carter

Dengan Maren Mjelde absen musim ini karena cedera lutut, Carter menggantikannya dengan luar biasa di posisi bek kanan dalam kemenangan perempat final dan semifinal kami atas Wolfsburg dan Bayern Munich. Tendangan bebas pemain internasional Inggris itu disundul oleh Pernille Harder untuk menciptakan gol penting saat menghadapi Bayern.

Jonna Andersson

Menjadi pemain Chelsea sejak 2018, Andersson telah menjadi bek kiri yang dapat diandalkan untuk The Blues selama empat musim terakhir dan menjadi starter dalam enam pertandingan dalam perjalanan menuju final kami kali ini.


Gelandang

Sophie Ingle

Pertahanan yang solid dan konsisten di lini tengah selalu ia saikan sejak ia kembali bergabung dengan Chelsea pada 2018, Ingle juga bermain sebagai bek tengah untuk The Blues musim ini saat Magdalena Eriksson harus absen. Kapten internasional Wales sempat menjalani skorsing satu pertandingan setelah kartu merahnya dalam kemenangan 2-0 atas Atletico tetapi ia selalu hadir dalam perjalanan Liga Champions kami.

Melanie Leupolz

Setelah bergabung dengan Chelsea dari Bayern Munich musim panas lalu, pemain internasional Jerman ini menjadi duri bagi mantan timnya di semifinal, mencetak satu-satunya gol kami di leg pertama di Jerman dan kemudian membuat Bayern frustrasi di leg kedua dalam kemenangan 4-1 di Kingsmeadow yang mengirim kami ke final.

Niamh Charles

Didatangkan dari Liverpool yang terdegradasi musim panas lalu, Charles menikmati musim debut yang sukses di Chelsea, memainkan peran kunci dalam kampanye memenangkan gelar FA WSL kami dan tampil dalam tujuh kali dari delapan pertandingan kami di Liga Champions. Biasa bermain di posisi sayap kanan, pemain berusia 21 tahun itu ditempatkan sebagai bek kiri di leg kedua melawan Bayern dan secara efektif sukses meredam ancaman dari Hanna Glas saat itu.

Ji So-Yun

Ji telah menjadi bagian penting dari kesuksesan Chelsea sejak dia bergabung dengan klub pada tahun 2014 dan kehadiran kreatif pemain asal Korea Selatan di lini tengah telah memainkan peran kunci dalam mengamankan perjalanan pertama kami ke final Liga Champions. Mantan  peraih gelar PFA Women’s Player of The Year ini tidak hanya memberikan peluang bagi pemain depan seperti Sam Kerr, Fran Kirby dan Pernille Harder, tetapi juga menyumbang gol krusial yang menyamakan kedudukan di semifinal kami melawan Bayern Munich.


Penyerang

Pernille Harder

Runner-up Liga Champions bersama Wolfsburg pada 2018 dan 2020, Harder akan berusaha meraih juara bersama Chelsea musim ini. Dalam kampanye pertama penyerang Denmark itu bersama The Blues, peraih trofi UEFA Women’s Player of The Year ini tampil gemilang, mencetak gol di dua laga leg perempat final melawan mantan klubnya dan mencetak gol penentu yang mengangkat kami meraih kemenangan atas Bayern di laga empat besar.

Fran Kirby

Setelah melewatkan sebagian besar musim 2019/20 karena radang selaput pembungkus jantung (perikardium) yang cukup parah, Kirby kini menjalani performa yang sensasional sejak dia kembali pada awal musim ini. Pemain internasional Inggris dan mantan peraih FWA Women's Player of The Year ini menjalin duet yang apik dengan Sam Kerr serta merupakan pencetak gol terbanyak di Liga Champions dengan enam gol setelah mencetak dua gol di leg kedua semifinal melawan Bayern.

Sam Kerr

Kerr sedang dalam performa yang produktif dalam musim penuh pertamanya di Chelsea, finis sebagai pencetak gol terbanyak FA WSL dengan 21 gol setelah sebelumnya memenangkan Sepatu Emas di NWSL di Amerika Serikat dan W-League di negara asalnya, Australia. Aksi dan kerjasamanya dengan Kirby juga telah membuat pemain berusia 27 tahun itu mencetak empat gol dan membuat beberapa assist untuk The Blues dalam perjalanan kami ke final Liga Champions musim ini.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA