Laporan Pertandingan

Laporan Pertandingan Final Liga Champions Wanita: Chelsea 0 Barcelona 4

Chelsea Women gagal di final pertama Liga Champions Wanita setelah empat gol di babak pertama mengamankan gelar juara untuk Barcelona di Gothenburg.

The Blues mengalami awal yang buruk setelah langsung tertinggal hanya dalam 30 detik. Tendangan Lieke Mistar menghantam mistar dan kami gagal mengamankan bola muntah. Upaya Fran Kirby membersihkan bola malah membentur Melanie Leupolz serta melewati jangkauan Ann-Katrin Berger.

Keadaan memburuk setelah Barca memperoleh hadiah penalti yang dituntaskan oleh kapten Alexia. Kita lalu tertinggal tiga gol pada menit ke-21 setelah Aitana Bonmati secara jitu menyelesaikan peluang.

Papan skor terlihat berat sebelah, tetapi The Blues sebenarnya menuai beberapa kesempatan. Dua di antaranya diperoleh Pernille Harder, yang sayangnya gagal memaksimalkan.

Sebaliknya, Barcelona lebih efisien. Beberapa saat setelah Sam Kerr tidak berhasil memanfaatkan separuh peluang, tim lawan kian menjauh berkat gol sentuhan ringan Caroline Graham Hansen. Sepuluh menit menjelang jeda, Chelsea tertinggal 4-0 dan impian Liga Champions kita berubah menjadi mimpi buruk.

Para pemain layak dipuji setelah bangkit pada babak kedua, kita mampu menekan balik Barcelona, tapi menit-menit berlalu tanpa ada pemecah kebuntuan di stadion Gamla Ullevi, Gothenburg.

Harder dan Kerr memberi ancaman melalui sundulan berkat kerja keras pemain pengganti Guro Reiten di sektor sayap. Tapi tidak ada gol hiburan sehingga kita harus menunggu kejayaan Eropa setahun lagi.

Rasa kecewa akan membakas dalam diri Emma Hayes beserta para pemain, tapi pencapaian menembus final Liga Champions Wanita untuk kali pertama tidak boleh dilupakan setelah hanya mampu menggapai semi-final dua kali.

Musim ini juga merupakan musim kemenangan WSL keempat kita dan kedua di ajang Continental League Cup. Masih ada satu kemungkinan gelar lagi, yaitu Piala FA dan Kamis nanti kita akan menghadapi Everton sebelum menuntaskan musim.

Tim inti yang sama diturunkan seperti ketika mengalahkan Bayern Munich pada semi-final serta kemudian Reading guna mengamankan gelar WSL. Kali ini, dengan mengenakan seragam kandang yang baru setelah tim pria memakainya pada final Piala FA, Sabtu.

Berger, dua kali melakukan penyelamatan penalti saat menghadapi Atletico Madrid di babak 16 besar, tampil di bawah mistar. Magdalena Eriksson, pemain Swedia pertama yang menjadi kapten tim finalis Liga Champions Wanita, berduet dengan Millie Bright sebagai palang pintu, ditemani Jess Carter dan Niamh Carles sebagai full-back.

Ji So-Yun, pemain Korea Selatan pertama yang tampil di final Liga Champions Wanita, menghuni posisi gelandang bersama Sophie Ingle dan Leupolz. Lini depan diperkuat trio Kirby, Kerr, dan Harder. Ketiganya telah menyumbangkan 69 dari 120 gol tim musim ini.

Sementara itu, Barcelona menurunkan tujuh pemain yang sama seperti saat final 2019, sekaligus menunjukkan pengalaman mereka di ajang ini. Ancaman mereka ditunjukkan dengan mencetak 128 gol di La Liga musim ini.

Kemampuan mereka mencetak gol langsung ditunjukkan sejak awal pertandingan, persisnya dalam 30 detik pertama. Martens memotong dari sayap kiri dan tembakan melengkungnya tidak mampu digapai Berger, namun menghantam mistar. Sayangnya, upaya Kirby membuang bola malah menghantam Leupolz. Bola pun bersarang di dalam gawang Berger.

Semenit kemudian, kita hampir saja menyarangkan gol penyama kedudukan. Umpan silang Kerr berakhir menjadi tendangan penjuru. Dari situasi bola mati itu, Harder lepas dari pengawalan, tapi sayangnya bola tidak mengarah ke sasaran.

Pertandingan menghangat. Berger melakukan penyelamatan yang membuat bola kembali ke penyerang lawan. Harder kembali memperoleh peluang, tapi bek lawan berhasil membendungnya.

Sayangnya, setelah ancaman yang mampu dilakukan, Leupolz melanggar Hermoso sehingga menyebabkan penalti. Kontak terlihat minimal, tapi setelah mengecek dengan VAR -- kali pertama digunakan di ajang ini -- keputusan wasit tak berubah. Penalti Alexia berhasil memperdaya Berger.

Keadaan memburuk setelah skor menjadi 3-0 beberapa saat kemudian. Upaya Carter membendung Bonnati gagal. Gelandang lawan itu masih bisa menguasai bola untuk kemudian membobol gawang Berger. Jalan Chelsea pun kian terjal meski masih ada sisa 70 menit pertandingan.

Upaya Chelsea melakukan penguasaan bola di area pertahanan Barcelona sulit dilakukan. Pemain depan seperti Kirby, yang baru saja meraih penghargaan Football Writer's Association Women's Player of the Year, jarang memperoleh bola. Rasa frustrasi pun menghinggapi Kerr, yang melepaskan tembakan jauh dari sasaran.

Barcelona pun datang menghukum. Martens berkelit dari kawalan Charles sebelum memberikan bola yang dengan mudah diselesaikan Graham Hansen. Baru 36 menit pertandingan dan operasi The Blues sudah berantakan.

Harder, ancaman utama kita di babak pertama, kembali mengancam melalui tembakan datar di tiang dekat. Begitu juga dengan Ji yang memaksa kiper lawan melalukan penyelamatan sebelum turun minum melalui sebuah tendangan bebas.

Hayes jarang melakukan pergantian pemain saat jeda, tapi kali ini beda. Guro Reiten menggantikan Leupolz dan dimainkan di sayap kiri. Sementara, di sayap kanan, Charles didorong ke depan.

Kita tampil memulai babak kedua dengan baik. Sundulan Kerr memaksa Panos berjibaku. Harder sempat menganggap dirinya dilanggar di kotak penalti, tapi wasit mengabaikannya.

Barcelona tampil lebih tenang sepanjang babak kedua, lebih banyak bermain menahan serangan The Blues, meski beberapa kali melancarkan ancaman. Peluang terbaik pada paruh pertandingan ini diperoleh Chelsea. Tendangan bebas Reiten diterima Harder yang tak terkawal, tapi sundulannya terlalu lemah. Setelah dua kali kalah di final Liga Champions Wanita bersama Wolfsburg, bintang Denmark itu belum menemui kemujuran di pentas ini.

Bethany England dan Erin Cuthbert dimainkan pada 20 menit terakhir, tetapi tetap tidak memberikan malan yang kita inginkan.

Wasit menyudahi pertandingan setelah dua menit tambahan waktu. Sebelumnya, gol Oshola dianulir karena off-side. Barcelona pun berpesta merayakan gelar Liga Champions Wanita perdananya, sekaligus menjadi tim kedelapan yang pernah menjadi juara.

Hayes menangani Chelsea sejak Agustus 2012, atau beberapa bulan setelah tim pria sukses menjuarai Liga Champions untuk kali pertama. Tim wanita masih berjuang di papan bawah WSL saat itu dan sukses terasa seperti impian. Sembilan tahun berselang, gelar juara ada dalam jangkauan meski tidak menjadi untuk kita. Setidaknya ada satu pelajaran pada periode kepelatihan Hayes, yaitu respons untuk setiap rintangan.

Kali ini kita boleh saja gagal, tapi para pemain telah membuat semua orang di klub merasa bangga. Ini bukan akhir perjalanan. Kita akan kembali.

Chelsea (4-3-2-1) Berger; Charles, Bright, Eriksson (c), Carter; Leupolz (Reiten h/t), Ji (Cuthbert 73), Ingle; Kirby, Harder; Kerr (England 73)
Cadangan Musovic, Telford, Blundell, Fleming, Spence, Andersson, Fox, Beever-Jones
Kartu kuning Ingle 38

Barcelona (4-3-3) Panos; Torrejon (Crnogorcevic 82), Guijarro, Maria Leon, Ouahabi (Melanie 82); Bonmati, Hamraoui, Alexia (c) (Losada 71); Graham Hansen (Mariona 62), Hermoso (Oshoala 71), Martens
Cadangan Coll, Font, Laia Codina, Fernandez, Vilamala
Pencetak gol Leupolz own goal 1, Alexia 14 (pen), Bonmati 21, Graham Hansen 36
Kartu kuning Ouahabi 69

Wasit Riem Hussein (Germany)

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA