Kolumnis

HENRY WINTER MENYOROTI PENTINGNYA PERAN AZPILICUETA DAN MENGAPA ANDA TIDAK DAPAT MENYEPELEKAN CHELSEA

Henry Winter adalah kepala dari penulis sepakbola di The Times dan di sini, di kolom eksklusif untuk situs web resmi Chelsea, jurnalis itu merefleksikan kemenangan Liga Champions terbaru Chelsea atas Manchester City di final, dan ia juga memberikan pujian tinggi untuk kapten Cesar Azpilicueta dan menilai peluang Blues untuk meraih gelar musim depan ...

Pada penerbangan kembali dari Porto setelah laga final lalu, banyak pendukung Chelsea menunjukkan kepada saya gambar dan foto-foto dari malam final Liga Champions yang epik di Estadio do Dragao, beberapa dibagikan oleh klub, sebagian juga hasil tangkapan kamera telepon mereka sendiri. Beberapa foto itu akan menjadi screensaver, wallpaper, gambar di dinding yang mungkin tak terhitung jumlahnya, dan semua itu akan tetap di hati dan ingatan para fans selamanya. 

Sudah seminggu sejak final Liga Champions tetapi ingatan akan bertahan seumur hidup bagi penggemar Chelsea. Cesar Azpilicueta banyak terlihat di gambar dan foto-foto itu karena apa yang diwakilinya, komitmen untuk Chelsea.

Bagi seorang reporter yang mewartakan pertandingan yang intens saat pemenang final Liga Champions saat itu terungkap, saling adu cepat untuk mengajukan tulisan melawan tenggat waktu. Seringkali hanya dengan lewat beberapa hari, dan tepat setelah dua jam pada ketinggian 30.000 kaki di udara, saya merefleksikan laga final dengan para suporter dan memastikan semuanya menjadi jelas. Salah satu sosok utama yang mencuri perhatian di Porto adalah Azpilicueta.

Kekuatan Chelsea di lapangan malam itu ditujukan pujiannya secara langsung untuk beberapa aksi, termasuk sentuhan dan visi Mason Mount, pergerakan dan penyelesaian akhir dari Kai Havertz, etos kerja dari Reece James dan N'golo Kante, yang seperti biasa, melakukan cover di seluruh area lapangan dan melakukan salah satu sliding tekel berharga di partai final Liga Champions. Salah satu gambar mengungkapkan kebingungan di wajah Kevin de Bruyne ketika ia mencoba melihat bolanya berlalu begitu saja, saat Kante menghadangnya. Kualitas dan efektivitas taktik dan pendekatan Thomas Tuchel sangat luar biasa dalam beberapa menit awal setelah pertandingan berlangsung. Tetapi yang juga menjadi jelas adalah pemandangan tim dalam satu kesatuan tujuan yang dikemas oleh Azpilicueta. Dia bergabung dalam wawancara setelah laga bersama Havertz, yang antusiasmenya memuncah. Dia berbicara dengan keluarga pemain, memastikan mereka baik-baik saja. Dia memeluk dan merayakannya bersama. Azpilicueta berada di jantung tim dan keluarga Chelsea.

Para penggemar Chelsea tidak akan pernah melupakan pemandangan Azpilicueta menghibur Thiago Silva ketika dia tertatih-tatih di babak pertama, saat bek Brasil tersebut melawan air mata sakit dan frustasi pada cedera pangkal pahanya saat itu. Respons Thiago sendiri juga merupakan jendela dalam semangat Chelsea. Alih-alih merasa menyesal pada dirinya sendiri, pemain senior Brasil itu menghabiskan sisa pertandingan itu dengan meneriakkan semangat dari sisi lapangan. Kembali di lapangan, Azpilicueta terus menggembleng tim, dan keinginan semua pemain Blues menyoroti kebersamaan mereka.

Saya terus menggulirkan deretan foto setelah peluit akhir dan itu mengungkapkan banyak hal. Ada gambar dari Sergio Aguero berdiri tertegun, dan patah hati. Sedangkan  ada foto dari Kurt Zouma melangkah gembira dengan coba mengangkat Kante dengan tangannya. Di pinggir lapangan, Tuchel disambut meriah oleh para stafnya, semua melepaskan teriakan sukacita. Semua kerja keras itu, saat mempersiapkan tim jelang melawan Manchester City, untuk bertahan dengan disiplin dan tekad, akhirnya menjadi trofi. 

Beberapa foto dari para suporter menunjukkan Azpilicueta yang sedang mengangkat piala, menciumnya, turun dari panggung dan kemudian berlari ke para pemain, dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Beberapa gambar dan foto paling luar biasa dari kebersamaan Chelsea datang saat bersama para suporternya, ini seperti reuni spesial setelah berbulan-bulan tak berjumpa langsung karena pandemi dan banyak laga yang dimainkan tanpa penonton.

Kembali bersama, menuju tribun dan ruang ganti. Azpilicueta mengangkat lagi trofi Liga Champions ke langit lagi, kali ini dekat dengan para suporter, diangkat lebih tinggi ketika Olivier Giroud tiba untuk mengangkat badan kaptennya. Satu per satu pemain mengangkat trofi, Reece James, lalu Havertz. Setiap pemain bersorak diikuti oleh para penggemar. Antonio Rudiger, Zouma, Giroud dan Tammy Abraham memberi waktu untuk Kante melakukan perayaan. Kante tampil luar biasa di laga final tersebut hingga peluit terakhir!

Dimanapun anda melihat foto dari para suporter dan klub, ada sinyal yang jelas dari kebersamaan ini. Tuchel dan Roman Abramovich, bertemu untuk pertama kalinya. Bukan pertemuan pertama yang buruk, ini trofi Eropa, bos! Ada Thiago memeluk Tuchel, ini berbeda dengan foto keduanya setahun lalu di Lisbon saat mereka merasakan kesedihan dari kekalahan Paris Saint-Germain di final musim lalu. Sekarang berbalik menjadi kemenangan. Kegigihan tersebut harus dihargai.

Saat malam berlalu, lebih banyak foto muncul, dari para pemain. Mount memposting foto dirinya saat masih junior di Chelsea yang tersenyum dari seorang anak berbaju biru dan disampingnya seorang pria yang mencengkeram trofi kuping besar Liga Champions. James memposting perjalanannya yang serupa yang juga merupakan lulusan Akademi. Mereka menunjukkan apa yang dapat dicapai dengan dedikasi, dan dengan dukungan keluarga dan pelatih yang membantu bakat mereka terus berkembang. Mereka adalah contoh yang luar biasa Akademi Chelsea. Seperti Azpilicueta, Mount dan James menunjukkan kebersamaan yang begitu erat bersama Chelsea.

Melihat ke depan, galeri foto ini menunjukkan mengapa Chelsea akan menjadi ancaman di Premier League musim depan. Bakat dan kebersamaan adalah kombinasi yang kuat untuk tim ini.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA