Wawancara

Rudiger tentang clean sheet Chelsea di Liga Champions dan Tantangan di Eropa

Toni Rudiger menjadi jantung pertahanan dari clean sheet Chelsea lainnya di kancah Eropa saat The Blues memulai upaya mempertahankan gelar Liga Champions dengan kemenangan 1-0 di kandang sendiri atas Zenit St Petersburg.

Bek asal Jerman itu telah menjadi pemain reguler sebagai bek tengah kiri dalam skema 3-4-3 Thomas Tuchel sejak penunjukannya sebagai pelatih kepala pada akhir Januari lalu, selama periode tersebut kami hanya kebobolan dua kali dalam delapan pertandingan Liga Champions.

Tekel cerdas, akselerasi luar biasa, dan bermain dengan kepribadian adalah atribut yang telah diasah Rudiger, serta kecenderungan untuk menyerang maju dari pertahanan dengan tekad kuat untuk mengintervensi permainan di area penalti lawan.

Pergerakannya ke depan melawan Zenit hampir menghasilkan salah satu gol luar biasa dan membuat atmosfer penonton di tribun Stamford Bridge kembali bergemuruh setelah mulai sedikit datar mereda dengan skor masih bertahan 0-0 saat itu.

Tidak lama kemudian, Romelu Lukaku kembali mencetak gol dengan sundulan ke tiang belakang untuk menyelesaikan pertandingan ketat melawan juara Rusia dan setelah laga, Rudiger merefleksikan kerja keras kami di laga itu.

‘Ini adalah salah satu laga di mana jika Anda tidak menemukan gol cepat di awal, itu menjadi sulit tetapi kami harus terus melanjutkannya,’ kata pemain berusia 28 tahun itu.

‘Satu-satunya ancaman yang datang dari mereka adalah serangan balik dan kami meredamnya dengan sangat baik. Kami bermain bagus, bertahan dengan sangat baik dan mendapatkan satu gol.’

Kami memulai kampanye baru musim ini sebagai juara bertahan membawa serta tekanan tambahan dan motivasi yang meningkat bagi para lawan untuk menggulingkan raja-raja Eropa.

Zenit datang ke London barat dengan rencana untuk bertahan dan melakukan serangan balik dan pendekatan mereka membawa beberapa ancaman bagi kami, meskipun mereka dihadapkan dengan barisan belakang Chelsea yang tangguh kali ini..

‘Musim lalu kami memenangkan Liga Champions tetapi sekarang kami memulai lagi dari nol,’ lanjutnya. ‘Kami tahu ekspektasinya, jadi kami harus siap secara mental di setiap pertandingan.’

‘Kami tahu betul dengan situasi ini tentang hal tersebut, jadi secara mental itu seharusnya tidak mengganggu kami dengan cara apa pun.’

Terakhir, ia juga memuji Lukaku, yang sekali lagi membuktikan dirinya adalah sosok yang membuat perbedaan untuk tim barunya dengan gol keempatnya sejauh ini.

Rudiger mengklaim bahwa dirinya 'telah mencoba yang terbaik' untuk mencetak gol dengan pergerakan luar biasa, dan sisanya diserahkan kepada nomor sembilan kami untuk menghasilkan gol dan jelas ada kepercayaan di antara ruang ganti bahwa jika peluang bagus dapat diciptakan maka gol dan kemenangan pasti akan mengikuti.

‘Dia (Lukaku) adalah striker dengan kelas yang hebat, jadi bagus untuk memilikinya di tim,’ tambahnya. ‘Dia memiliki kepribadian yang luar biasa tetapi bagi kami yang lebih penting adalah tim dan bukan hanya bergantung pada satu pemain.’

‘Musim lalu kami juga memiliki banyak peluang tetapi hanya saja kami tidak menyelesaikannya dengan baik tetapi memiliki Lukaku, dan Timo Werner juga, dengan kualitas mereka, mereka semua sangat bagus.’

‘Jelas dia penting bagi kami untuk mencetak gol dan tentu saja memiliki pemain hebat seperti dia sangat bagus, tetapi alasan mengapa kami memenangkan Liga Champions tahun lalu adalah kami melakukannya sebagai sebuah tim.’

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA