Sejarah

Pesta gol di matchday lima Liga Champions

Chelsea melanjutkan kebiasaan baru-baru ini untuk meraih kemenangan besar di laga sebelum terakhir dari pertandingan grup di kompetisi Eropa ketika kami mengalahkan Juventus di Stamford Bridge pada hari Selasa kemarin.

Kami mengalahkan raksasa Italia dengan skor 4-0 yang sangat menakjubkan, kemenangan besar pada tahap ini di turnamen Eropa telah menjadi kebiasaan akhir-akhir ini bagi The Blues yang telah memenangkan pertandingan pada matchday lima dengan setidaknya empat gol dalam lima dari enam penampilan terakhir kami di Eropa. 

Perjalanan luar biasa ini dimulai pada kampanye Liga Champions 2014/15 kami ketika kami melakukan perjalanan ke Jerman untuk bertemu Schalke, yang membutuhkan kemenangan untuk memastikan tempat kami di babak sistem gugur. 

Tim perwakilan Bundesliga tersebut menahan kami bermain imbang 1-1 dalam laga pembuka grup kami di Stamford Bridge, tetapi Chelsea mendominasi di Veltins Arena, memimpin ketika John Terry menyundul tendangan sudut Cesc Fabregas setelah dua menit sebelum gol dari Willian dan gol bunuh diri dari Jan Kirchhoff membuat kami unggul tiga gol di babak pertama. 

Willian memberi assist kepada Didier Drogba untuk mencetak gol keempat kami pada menit ke-76 dan pemain Pantai Gading itu kemudian memberikan umpan kepada sesama pemain pengganti Ramires untuk membuat kami menang 5-0 dan menyamai rekor klub untuk kemenangan tandang terbesar kami di Liga Champions.

Setahun kemudian, kami menghasilkan penampilan tandang dominan lainnya untuk menyingkirkan Maccabi Tel Aviv di Haifa. 

The Blues mengalahkan juara Israel 4-0 di pertandingan pembuka kami dan kami mengulang skor yang sama di Stadion Samy Ofer ketika Gary Cahill menyambar sundulannya yang diselamatkan untuk membuka skor setelah 20 menit laga berjalan sebelum gol babak kedua oleh Willian, Oscar dan Kurt Zouma menyegel kemenangan meyakinkan kami saat itu. 

Setelah gagal di Liga Champions pada musim berikutnya, kami kembali pada 2017/18 dan memastikan lolos ke babak 16 besar dengan penampilan yang kuat di Azerbaijan melawan Qarabag. 

Skuad Azeri nyaris memimpin terlebih dahulu ketika peluang Michel membentur mistar gawang tetapi mereka berjuang untuk membendung kecemerlangan Willian pada penampilannya yang ke-200 untuk Chelsea. Pemain Brasil itu mencetak dua gol dan juga mendapatkan dua penalti yang dikonversi oleh Eden Hazard dan Fabregas saat kami menang 4-0 sekali lagi.

Chelsea berada di Liga Europa pada 2018/19 tetapi pola kemenangan besar pada matchday lima berlanjut ketika kami menjamu tim perwakilan Yunani, PAOK.

Pertandingan didominasi oleh pemain veteran dan pendatang baru saat Olivier Giroud membuat the Blues memegang kendali dengan dua gol bagus di babak pertama sebelum Callum Hudson-Odoi, pada start pertamanya di Eropa, mencuri perhatian setelah jeda.

Hanya tiga minggu setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-18, anak muda itu mencetak gol senior pertamanya untuk klub ketika ia melepaskan tendangan kaki kanan. Dia kemudian menjadi pembuat asis, saat memberikan umpan silang kepada Alvaro Morata untuk melengkapi skor dalam kemenangan 4-0 kami lainnya di Eropa.

Satu-satunya pertandingan berturut-turut yang tidak berakhir dengan kemenangan besar bagi The Blues namun masih menghasilkan empat gol saat kami bermain imbang 2-2 di Valencia di Liga Champions pada November 2019 tetapi kebiasaan menang besar ini dilanjutkan ketika kami mengunjungi Sevilla musim lalu.

Itu adalah malam yang luar biasa bagi Giroud saat ia menjadi pemain pertama yang mencetak empat gol untuk Chelsea dalam satu pertandingan Liga Champions saat kami membungkam klub Spanyol untuk memastikan posisi teratas grup.

Pemain Prancis itu menunjukkan dirinya sebagai sosok striker yang lengkap saat dia mencetak gol dengan kedua kaki dan kepalanya sebelum menyelesaikan skor dengan penalti dan ini mengirimkan sinyal kuat bagi semua rival kami selama perjalanan kami yang sukses menuju gelar Liga Champions kedua musim lalu.

KABAR LAINNYA DARI CHELSEA