Setelah bertemu Todd Boehly untuk pertama kalinya di Cobham minggu lalu, Thomas Tuchel telah mengungkapkan hasil dari diskusi singkat mereka dan menyatakan keyakinannya bahwa ambisi yang kuat untuk kesuksesan yang berkelanjutan akan dipertahankan di tim ini.

Boehly menghabiskan waktu di markas latihan Surrey kami jelang akhir pekan final Piala FA, saat ia juga menyaksikan tim pria dan wanita kami beraksi di Wembley dalam dua hari berturut-turut.

Pria Amerika itu bertemu dengan pelatih kepala Wanita Chelsea Emma Hayes dan kepala pengembangan tim junior Neil Bath, serta juga bertemu Tuchel, yang berterima kasih atas kesempatannya bisa bertemu dan untuk duduk untuk makan siang bersama.

“Kami makan siang bersama tapi itu di ruangan dengan semua orang seperti pemain dan staf,” jelasnya. “Pertemuannya terbuka, pertemuan yang sangat informal sambil makan siang selama setengah jam atau sekitar 40 menit.”

“Kami tidak masuk ke detailnya. Karena itu bukan saatnya, namun hanya untuk menyapa semuanya. Kami berbicara lebih banyak tentang baseball tetapi ketika saatnya tepat, kami akan membagikan pendapat kami secara lebih rinci dalam beberapa pekan ke depan.”

“Dia membayar sejumlah uang jadi saya tidak berpikir dia ingin membatalkan ambisinya. Itu akan menjadi kejutan besar. Saya yakin dia berambisi untuk membangun Chelsea yang kompetitif ke level tertinggi.”

Setelah pertemuan singkat mereka, pasukan Tuchel kalah tipis di final Piala FA dari Liverpool setelah kalah adu penalti 6-5 di Wembley.

Namun, pelatih asal Jerman itu bersikeras bahwa dia tidak khawatir gagal menang dengan tim ditonton oleh Boehly.

“Kami mencoba untuk mengesankan dengan apa yang kami biasa lakukan dan kami melakukannya dengan komitmen dan semangat penuh,” tambahnya. “Kami bermain hingga batas maksimal dengan salah satu tim terbaik di dunia saat ini dan kami melakukannya sekarang lima kali berturut-turut melawan mereka.”

“Saya cukup terkesan menonton dari pinggir lapangan untuk kedua tim dan cara kami bermain dengan komitmen dan kualitas untuk bermain di final, tetapi saya tidak berpikir untuk membuat orang lain terkesan.”

“Kami ingin membuat diri kami mengesankan bagi yang lain dan mengambil apa yang kami pikir pantas kami terima mengingat keadaan di mana kami tiba. Kami siap untuk meraih trofinya tetapi sayangnya kami tidak melakukannya.”